Sabtu, 18 OKTOBER 2025 • 09:45 WIB

Samsung Patenkan Teknologi Kamera dan Sensor Sidik Jari yang Bisa “Menyembuhkan Diri Sendiri” di Ponsel Lipat

Author

Samsung Patenkan Teknologi Kamera dan Sensor Sidik Jari (Sumber:digitaltrends.com)

INDOZONE.ID - Samsung kembali menunjukkan inovasinya di dunia smartphone lipat. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini baru saja memperoleh paten untuk teknologi self-healing yang dikembangkan khusus untuk kamera punch-hole dan sensor sidik jari pada perangkat lipat.

Teknologi ini digadang-gadang akan meningkatkan daya tahan dan keandalan ponsel lipat secara signifikan.

Baca juga: Upgrade atau Bertahan? Membandingkan Samsung J6 Plus dengan Ponsel Entry-Level Terbaru

Teknologi Self-Healing: Kamera dan Sensor yang Bisa Memperbaiki Diri

Paten yang diterbitkan pada Oktober 2025 ini ditemukan oleh Summarize Meeting, menunjukkan bahwa Samsung telah menciptakan lapisan material khusus dengan sirkuit mikro dan sealant pelindung.

Sistem ini bekerja dengan cara mendeteksi retakan mikro (microcracks) yang muncul di area sensitif seperti kamera atau sensor sidik jari.

Setelah itu, sistem akan mengaktifkan pola logam tiruan (dummy metal patterns) untuk memperkuat bagian yang rusak. Selain itu, alur mikroskopik yang diisi sealant akan mencegah udara dan kelembapan masuk ke sasis, sehingga menjaga komponen dalam tetap aman.

Teknologi ini tidak hanya mendeteksi kerusakan, tetapi juga memperbaikinya secara otomatis, bahkan sebelum retakan terlihat oleh mata. Artinya, ponsel lipat di masa depan bisa “menyembuhkan diri sendiri” tanpa bantuan teknisi.

 Inovasi yang Bisa Mengubah Masa Depan Ponsel Lipat

Selama ini, daya tahan menjadi tantangan terbesar bagi ponsel lipat, terutama di bagian layar dan komponen bawah permukaannya.

Teknologi kamera dan sensor di bawah layar sering kali berisiko mengalami kerusakan akibat lenturan atau tekanan berulang.

Dengan sistem perbaikan otomatis ini, Samsung berupaya mengatasi masalah teknis jangka panjang yang selama ini menghambat popularitas ponsel lipat.

 Teknologi ini juga memungkinkan integrasi sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar lipat, sesuatu yang selama ini sulit dicapai tanpa mengorbankan ketahanan layar.

Jika berhasil diterapkan, pengguna tidak perlu khawatir lagi dengan kerusakan halus di area kamera atau sensor, karena sistem akan langsung memperbaikinya secara mandiri.

Dampak dan Potensi untuk Industri Smartphone

Langkah Samsung ini bisa menjadi game changer di dunia ponsel lipat. Mengingat harga perangkat lipat jauh lebih mahal dibandingkan smartphone biasa, daya tahan menjadi faktor utama bagi calon pembeli.

Teknologi ini bisa memberikan rasa aman dan kepercayaan lebih bagi pengguna, sekaligus mendorong adopsi ponsel lipat ke pasar yang lebih luas. Meski begitu, perlu dicatat bahwa teknologi ini masih dalam tahap paten.

Belum ada kepastian kapan fitur self-healing ini akan hadir di produk komersial seperti Galaxy Z Fold atau Z Flip generasi berikutnya. Namun, jika Samsung benar-benar berhasil mengimplementasikannya, bukan tidak mungkin teknologi ini akan menjadi standar baru dalam industri smartphone masa depan.

Baca juga: 6 Aplikasi Bawaan Samsung Galaxy yang Aman Dihapus, Biar Memori Gak Penuh!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Digitaltrends.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU