INDOZONE.ID - Sony resmi meluncurkan FX2 (ILME-FX2), kamera terbaru dalam lini Cinema Line yang dirancang untuk memberikan pengalaman sinematik profesional dalam format yang lebih ringkas dan fleksibel.
Didesain untuk kreator independen dan kru produksi kecil, FX2 menghadirkan perpaduan fitur unggulan untuk video dan fotografi, sekaligus memperluas akses ke sistem kamera sinema Sony bagi lebih banyak pembuat konten.
President Director, PT Sony Indonesia, Motoya Itako mengatakan, FX2 dirancang berdasarkan masukan langsung dari pengguna, dengan menggabungkan lensa okuler baru, peningkatan pengoperasian, dan kemampuan mengambil foto resolusi tinggi.
"FX2 dirancang untuk melanjutkan tujuan Cinema Line dalam mempertahankan emosi autentik dalam setiap pengambilan gambar dan memberdayakan para kreator di semua bidang produksi konten," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Indozone, dikutip Selasa (15/7/2025).
Fitur Unggulan FX2
Sony FX2 mengusung sensor full-frame Exmor R back-illuminated 33MP, mendukung perekaman hingga 4K 60p, serta efek bokeh sinematik yang memukau.
Baca juga: Baseus S1 Lite, Kamera CCTV dengan Rekaman 2K, Panel Surya Terintegrasi, dan Fitur Unggulan Lain
Dilengkapi dengan Dual Base ISO (800/4000) dan dynamic range hingga 15+ stop menggunakan S-Log3, FX2 dirancang untuk menangani pencahayaan ekstrem dengan detail luar biasa, baik di sorotan maupun bayangan.
Kamera ini juga mendukung berbagai format perekaman profesional, seperti XAVC S-I DCI 4K, 4:2:2 10-bit, serta perekaman berkelanjutan hingga 13 jam non-stop dalam 4K 60p berkat sistem pendingin aktif.
Fleksibel untuk Film dan Foto
Dengan desain bodi ringan hanya 679 gram, FX2 ideal untuk operator solo dan produksi skala kecil. Mode pemotretan Cine EI, Cine EI Quick, dan Flexible ISO mendukung LUT pengguna hingga 16 slot untuk pemantauan warna langsung di kamera.
Sementara fitur S-Cinetone™ dan berbagai preset Picture Profile memudahkan pembuatan visual sinematik sejak awal proses.
FX2 juga mendukung pengambilan gambar diam 33MP dengan menu ‘Log Shooting’ baru, menawarkan fleksibilitas gradasi warna tingkat lanjut untuk keperluan pascaproduksi.
Fitur Profesional untuk Kreator
Sony FX2 dilengkapi teknologi fokus canggih, seperti:
- Real-Time Recognition AF (untuk manusia, hewan, burung, kendaraan, serangga)
- Focus Breathing Compensation
- AF Assist dan Transisi Fokus yang Dapat Diatur
- Framing Stabiliser dan Auto Framing untuk hasil stabil dan sinematik, bahkan saat menggunakan tripod
Selain itu, FX2 memiliki Mode Aktif dan Mode Aktif Dinamis guna memastikan hasil gambar tetap stabil, bahkan dalam pengambilan handheld yang intens.
Desain Ergonomis dan Konektivitas Andal
Dibekali EVF 3,68 juta titik yang dapat dimiringkan, LCD vari-angle 3 inci, lampu tally light, dan panel kontrol intuitif, FX2 memudahkan operasional di berbagai situasi pengambilan gambar.
Baca juga: Sony WH-1000XM6 Siap Meluncur, Ini Bocoran Desain dan Fitur Barunya
Untuk ekspansi dan konektivitas profesional, FX2 menyediakan:
- 2 Terminal XLR/TRS + Jack Stereo 3.5mm (Input 4-channel, 24-bit)
- HDMI Type-A (4K 60p, 10-bit 4:2:2, dan RAW 16-bit)
- Wi-Fi Dual-Band (2.4GHz & 5GHz)
- USB-C 10Gbps + Power Delivery
- LAN kabel (melalui adaptor) untuk alur kerja live streaming dan remote production
Selaras dengan visi Sony “Road to Zero” untuk mencapai net-zero emission di 2050, FX2 diproduksi di fasilitas yang menggunakan 100% energi terbarukan. Kamera ini juga dilengkapi fitur inklusif seperti:
- Screen Reader dan Magnifier
- Antarmuka sentuh ramah pengguna
- Desain tombol diferensiasi taktil
Fitur ini memastikan FX2 tetap dapat diakses dan dioperasikan oleh kreator dari berbagai latar belakang dan kemampuan.
Sony FX2 akan tersedia di sejumlah negara di Asia Pasifik mulai Juli 2025. Kamera ini hadir sebagai solusi ideal bagi para kreator yang membutuhkan alat produksi serbaguna dengan kualitas sinematik tinggi, baik untuk film, konten media sosial, hingga dokumenter profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sony Indonesia