Samsung Galaxy S25 Ultra tampak depan
INDOZONE.ID - Layar AMOLED jadi primadona di banyak smartphone zaman sekarang. Gambar yang dihasilkan tajam, kontras tinggi, dan warnanya hidup, plus konsumsi dayanya juga lebih irit dibanding layar LCD biasa.
Tapi meskipun punya banyak keunggulan, teknologi ini punya satu kelemahan yang sering bikin pengguna waswas: screen burn-in alias bayangan gambar yang nempel permanen di layar.
Burn-in biasanya muncul karena elemen visual tertentu seperti ikon aplikasi atau tombol navigasi terus-terusan tampil di tempat yang sama.
Baca Juga: Honor Rilis Honor 400 Lite dengan Dimensity 6020, Kamera 108MP, dan Layar AMOLED 120Hz
Lama-lama, piksel yang kerja di area itu jadi aus dan meninggalkan bekas. Biar kejadian kayak gitu nggak terjadi, ada lima langkah simpel yang bisa diterapin.
Ini trik paling gampang tapi efeknya besar. Saat dark mode diaktifkan, tampilan sistem berubah dominan ke warna hitam atau gelap.
Baca Juga: POCO F7 Pro Hadir Secara Global dengan Performa Kencang, Layar AMOLED 2K, dan Snapdragon 8 Gen 3
Di layar AMOLED, warna hitam itu artinya pikselnya mati alias nggak nyala. Jadi makin sering pakai dark mode, makin banyak piksel yang bisa “istirahat”.
Selain itu, hindari wallpaper yang terang atau penuh warna kontras. Gambar latar yang cerah bikin bagian layar tertentu terus bekerja keras.
Mending pilih wallpaper bernuansa gelap atau bahkan hitam polos biar lebih aman.
Baca Juga: Realme 14 5G: Smartphone Gaming Kencang dengan Layar AMOLED 120Hz dan Baterai 6000mAh
Semakin terang layar, makin besar juga beban ke piksel. Ini yang sering bikin umur layar AMOLED jadi pendek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Quora