INDOZONE.ID - Nokia pernah mengalami kejayaan sebelum era smartphone. Perusahaan Finlandia ini sendiri dahulu yang mendominasi industri ponsel sebelum akhirnya jatuh terpuruk karena kalah bersaing.
Lantas bagaimana sejarah Nokia hingga mengalami keterpurukan? Berikut fakta-faktanya yang telah diulas:
Nokia awalnya adalah perusahaan kertas yang berdiri pada tahun 1865. Perubahan terjadi pada tahun 1967, ketika Nokia menyatukan Finnish Rubber Works dan Finnish Cable Works untuk menjadi Nokia Corporation mengubah model bisnisnya ke elektronik.
Dekade 1980-an adalah awal sejarah Nokia dalam industri telekomunikasi. Mereka memperkenalkan Mobira Senator, telepon bergerak pertama yang meskipun masih sangat besar dan berat, tetapi merupakan awal dari evolusi telepon seluler.
Kemudian, pada tahun 1987, Nokia memperkenalkan Mobira Cityman, telepon seluler yang lebih ringan dan merupakan titik kunci dalam dunia komunikasi.
Di tahun-tahun 1990-an sampai awal tahun 2000-an, Nokia sangat berjaya. Produk-produk ikonik ini seperti Nokia 3310, 5110, dan seri Communicator masih mendapat tempat di hati banyak orang.
Tak hanya perangkat keras, Nokia juga unggul dalam teknologi jaringan. Mereka menjadi pelopor dalam pengembangan jaringan komunikasi, termasuk serat optik nonzero dispersion fiber (NZBF) yang memperkuat efektivitas komunikasi jarak jauh.
Selain itu, Nokia juga mengelompokkan produknya ke dalam beberapa kategori berdasarkan kebutuhan pengguna, seperti seri E untuk pengguna bisnis, seri N untuk multimedia, dan XpressMusic untuk pecinta musik.
BACA JUGA: Pria Inggris Ini Pakai Nokia 3310 Selama 24 Tahun: Masuk Mesin Cuci dan Ikut Perang di Irak pun Kuat
Sukses Nokia berawal kehilangan kekuatan saat era smartphone Android dan iOS mulai dominasi pasar pada awal 2000-an. Saat saingannya terus berlomba menciptakan inovasi, Nokia masih terus bertahan menggunakan sistem operasi Symbian yang terus ketinggalan zaman.
Sempat berkolaborasi dengan Microsoft dan memakai Windows Phone pada seri Lumia sempat memunculkan harapan baru, namun terbatasnya ekosistem aplikasi menjadi kendala Nokia.
Terakhir, di tahun 2014, Nokia memenempatkan beberapa perangkat dan jasa kepada Microsoft dengan nilai sebesar 5,44 miliar euro.
Setelah diakuisisi oleh HMD Global, Nokia berupaya bangkit kembali dengan meluncurkan ponsel pintar berbasis Android. Sayangnya, meski sempat menjadi pusat perhatian, persaingan ketat dari raksasa seperti Apple, Samsung, dan perusahaan ponsel pintar asal Tiongkok membuat Nokia kesulitan bangkit kembali.
Pada tahun 2024, HMD Global akhirnya menghentikan produksi ponsel pintar Nokia dan mulai berkonsentrasi pada mereknya sendiri, HMD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gsm Arena