INDOZONE.ID - Pembaruan keamanan seharusnya menjadi momen yang ditunggu-tunggu, oleh para pengguna perangkat elektonik seperti smartphone.
Namun, bagaimana jika update tersebut malah membawa dampak buruk pada smartphone kita?
Hal inilah yang dialami oleh sebagian pengguna Samsung Galaxy S24 dan Galaxy S25. Di mana setelah update, perangkat tersebut mengalami kerusakan baterai.
Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak, karena Galaxy S24 dan Galaxy S25 adalah lini premium yang seharusnya memiliki optimasi perangkat lunak paling matang.
Laporan pertama banyak terlihat di forum resmi komunitas Samsung. Seorang pengguna Galaxy S24 mengaku, baru mengisi baterai penuh sekitar 35 menit sebelumnya, tetapi kapasitas baterainya sudah turun ke 65 persen.
Laporan mengenai masalah baterai Samsung S24 setelah update pertama kali viral melalui forum resmi Samsung Community.
Seorang pengguna menceritakan pengalaman frustrasinya, saat melihat persentase baterai merosot tajam dari 100 persen menjadi 65 persen hanya dalam waktu 35 menit setelah dicabut dari pengisi daya.
Padahal, penggunaan yang dilakukan tergolong ringan dan tidak melibatkan aktivitas berat seperti navigasi GPS atau pemutaran video 4K.
Baca juga: 4 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A57 yang Wajib Diketahui sebelum Beli
Kondisi yang sama juga menghantui pemilik seri terbaru. Di platform Reddit, banyak yang mengeluhkan bahwa Galaxy S25 panas berlebih patch April menyebabkan perangkat menjadi tidak nyaman digenggam.
Beberapa kasus ekstrem menunjukkan, ponsel bisa mati total hanya dalam waktu dua hingga tiga jam pemakaian normal.
Durasi pengisian daya pun terdampak; ada laporan yang menyebutkan ponsel butuh waktu hingga lima jam, untuk penuh kembali karena sistem sengaja membatasi arus masuk guna menekan suhu panas yang abnormal.
Masalah ini tidak berhenti pada borosnya daya. Salah satu indikator adanya bug update Samsung April 2026 yang serius adalah munculnya suhu panas saat perangkat dalam kondisi idle atau tidak digunakan.
Secara teknis, panas pada ponsel biasanya terjadi akibat aktivitas intensif pada chipset, seperti saat melakukan rendering video atau bermain game dengan frame rate tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Heise.de