Tampilan smartphone iPhone 13 terbaru besutan Apple (photo/Apple)
INDOZONE.ID - Harga iPhone baru yang mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah, membuat banyak orang memilih untuk membeli versi bekasnya.
Pilihan ini memang bisa lebih hemat, tapi sebelum tergiur harga miring, kamu perlu tahu berbagai risiko beli iPhone bekas yang sering diabaikan pembeli.
Agar tidak salah langkah, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat beli iPhone bekas berikut ini supaya kamu bisa lebih waspada sebelum membeli.
Baca juga: Mau Beli iPhone? Begini 5 Cara Memilih Seri yang Tepat
iPhone 12 Pro. (Times of India)
Kebanyakan iPhone bekas yang dijual sudah melewati masa garansi resmi Apple. Biasanya, perangkat tersebut telah digunakan selama satu hingga dua tahun.
Saat garansi sudah tidak berlaku, maka semua kerusakan atau error yang muncul akan menjadi tanggung jawab pembeli.
Bagi sebagian orang, hal ini merupakan bahaya beli iPhone bekas yang paling sering diabaikan. Karena itu, sebelum transaksi, pastikan kamu memeriksa status garansi melalui situs resmi Apple.
Langkah kecil ini bisa mencegah kerugian besar di kemudian hari.
Baterai adalah komponen yang paling cepat menurun kualitasnya seiring pemakaian. Pada iPhone bekas, battery health (BH) sering kali sudah jauh dari 100 persen.
Kalau beruntung, kamu bisa mendapatkan unit dengan BH di atas 80 persen. Namun, banyak iPhone second yang kondisinya di bawah angka itu.
Kamu juga perlu waspada terhadap baterai “suntikan” atau palsu yang menunjukkan angka BH tinggi padahal aslinya sudah rusak. Inilah salah satu kekurangan beli iPhone bekas yang paling umum terjadi.
Sebagai langkah pencegahan, kamu bisa menerapkan tips cek iPhone bekas dengan masuk ke menu Settings > Battery > Battery Health & Charging untuk melihat kondisi asli baterai.
Baca juga: Apakah Worth It MagSafe Battery untuk iPhone 17 Air? Ini Penjelasannya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.indiatimes.com