Samsung Galaxy Z Fold 7(Sumber:digitaltrends.com)
INDOZONE.ID - Samsung kembali membuat gebrakan di pasar ponsel lipat melalui Galaxy Z Fold 7, yang disebut-sebut sebagai perangkat lipat tertipis dan teringan yang pernah mereka buat.
Setelah beberapa tahun tertinggal dari kompetitor seperti Honor Magic V5 dan Oppo Find N5 dalam hal desain tipis, akhirnya Samsung menemukan “titik manis” yang membuat banyak pengguna terkesima.
Baca juga: YouTuber Ini Coba Lipat Samsung Galaxy Z Fold 7 Sebanyak 200 Ribu Kali, Ini Hasilnya!
Banyak yang terkejut saat pertama kali menggenggam Galaxy Z Fold 7. Desainnya yang sangat ramping membuatnya jauh lebih nyaman dibawa ke mana saja.
Menurut Jeff Howard, Wakil Presiden Perangkat Seluler dan Aksesori AT&T.
Samsung disebut berhasil mencapai ini berkat perhatian detail yang luar biasa.
TM Roh, CEO Divisi Mobile Experiences Samsung, dinilai berperan besar dalam mendorong timnya memahami esensi ponsel lipat ideal.
Selain Fold 7, Samsung juga merilis Galaxy Z Flip 7 dan Galaxy Z Flip 7 FE.
Namun, AT&T memilih tidak memasarkan Flip 7 FE karena basis pelanggan mereka lebih mengutamakan teknologi mutakhir ketimbang harga lebih murah.
Jeff menjelaskan bahwa di pasar AS, perbedaan harga $300 antara dua model tersebut terasa tidak signifikan jika dibeli dengan skema cicilan 36 bulan.
Di sisi lain, ponsel lipat value seperti Flip 7 FE lebih cocok untuk pengguna di operator berbasis value seperti Cricket Wireless, di mana pembelian ponsel sering kali dilakukan secara penuh tanpa cicilan panjang.
Bagi kamu yang ingin upgrade ke ponsel lipat terbaru, AT&T menawarkan diskon hingga $1.100 untuk Galaxy Z Fold 7 dengan tukar tambah dan lini baru, plus program Next Up Anytime yang memungkinkan kamu mengganti perangkat setiap tahun.
Samsung disebut tengah menyiapkan Galaxy G Fold, ponsel lipat tiga (tri-fold) yang terinspirasi dari konsep Galaxy Flex G dan dirancang sebagai pesaing Huawei Mate XT Ultimate.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com