Ilustrasi blackberry. (wired.com)
INDOZONE.ID - Di awal tahun 2000-an, BlackBerry adalah ikon ponsel pintar yang identik dengan produktivitas dan prestise, terutama di kalangan profesional.
Namun, kejayaannya tidak bertahan lama. Seiring munculnya Android dan iPhone yang lebih inovatif dan ramah pengguna, posisi BlackBerry perlahan tergeser.
Kenapa BlackBerry gagal bersaing dengan Android dan iPhone? Berikut penjelasannya.
Ilustrasi hp blackberry. (wired.com)
Alasan BlackBerry kalah saing yang paling menonjol adalah kegagalannya merespons perubahan tren. Saat para pesaing beralih ke layar sentuh penuh dan sistem operasi modern, BlackBerry masih bertahan dengan desain klasik dan OS yang sudah ketinggalan zaman.
Ketika akhirnya mereka meluncurkan perangkat layar sentuh dan sistem operasi baru, semuanya sudah terlambat. Konsumen telah berpindah ke platform lain yang lebih fleksibel dan kaya fitur.
Baca juga: 5 Alasan Kamera iPhone Dianggap Lebih Unggul dari Android, Apa Saja?
Salah satu penyebab jatuhnya BlackBerry adalah lemahnya dukungan aplikasi. BlackBerry World, toko aplikasinya, sangat terbatas dan kurang menarik minat para developer.
Berbeda dengan Android dan iPhone yang memiliki toko aplikasi dengan jutaan pilihan, pengguna BlackBerry merasa terkekang dan tidak bisa menikmati aplikasi populer.
Ini menjadi alasan kuat mengapa banyak orang meninggalkan BlackBerry.
Sejak awal, BlackBerry memang menyasar pasar profesional dan korporat dengan fitur keamanan dan enkripsi. Namun, ketika tren smartphone bergeser ke arah gaya hidup digital, BlackBerry gagal mengikuti arus.
Android dan iPhone lebih cepat menangkap kebutuhan generasi muda yang menginginkan ponsel untuk hiburan, media sosial, dan fotografi.
Ketidakmampuan untuk menyesuaikan strategi membuat BlackBerry kehilangan banyak segmen pasar.
Baca juga: 5 Cara Aman Beli iPhone Bekas di Online Shop, Dijamin Gak Bakal Tertipu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wired.com