Ilustrasi hp dengan baterai besar. (freepik)
INDOZONE.ID - Kalau kamu sering membandingkan spesifikasi smartphone dari berbagai negara, mungkin pernah bertanya-tanya, kenapa baterai HP di India dan China lebih besar dibandingkan versi global? Berikut lima penyebab utamanya.
Ilustrasi kapasitas baterai yang besar. (freepik)
Salah satu faktor terbesar yang menyebabkan baterai HP besar di pasar Asia seperti India dan China adalah peraturan yang lebih longgar dibandingkan Eropa dan Amerika.
Di negara-negara Barat, pengiriman baterai lithium-ion diatur sangat ketat karena dianggap berisiko tinggi, terutama terkait potensi kebakaran akibat suhu ekstrem atau kerusakan.
Beberapa regulasi penting seperti ADR di Eropa dan DGR dari IATA untuk jalur udara membatasi kapasitas maksimal baterai kecil hingga 20 watt-jam per sel atau sekitar 5.300mAh. Itulah kenapa kapasitas baterai smartphone di pasar tersebut tidak bisa terlalu besar.
Baca juga: Amankah Mengisi Daya HP Semalaman? Ini 5 Faktanya
Baterai lithium-ion memang dikenal efisien, tetapi juga memiliki potensi bahaya. Di banyak negara, pengiriman baterai berkapasitas besar memerlukan dokumen tambahan, kemasan khusus, dan perlakuan kargo yang lebih rumit.
Prosedur ini membuat banyak produsen memilih untuk tetap menggunakan baterai berkapasitas lebih kecil di pasar global demi menghindari biaya tambahan dan risiko tinggi selama pengiriman.
Inilah alasan baterai HP lebih besar di China maupun India. Di kedua negara ini, sebagian besar smartphone diproduksi secara lokal dan dijual di pasar dalam negeri atau negara tetangga melalui jalur darat, yang tidak terikat aturan ketat pengiriman internasional.
Karena itulah, tidak heran jika baterai HP besar di pasar Asia bisa dengan mudah dijumpai. Produsen di India dan China bisa leluasa menawarkan kapasitas baterai jumbo tanpa takut terkena regulasi ketat.
Baca juga: Enggak Cuma untuk Penerbangan, Ini 5 Manfaat Mode Pesawat di HP
Walau terikat aturan ketat, beberapa produsen tetap berusaha menghadirkan kapasitas besar di pasar global dengan teknologi split-cell. Teknologi ini memungkinkan baterai dibagi menjadi dua atau lebih sel, sehingga tetap mematuhi regulasi namun mampu menyimpan daya lebih besar.
Brand seperti OnePlus dan OPPO cukup sering mengusung teknologi ini. Beberapa model mereka bahkan tetap menawarkan kapasitas mendekati 6.000mAh di pasar Eropa dan Amerika.
Meskipun teknologi split-cell bisa menjadi solusi, tak semua produsen mau menerapkannya. Brand besar seperti Apple, Samsung, dan Google masih lebih memilih kapasitas baterai yang wajar demi alasan keamanan, efisiensi, dan desain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Augustman.com