INDOZONE.ID - Perusahaan teknologi asal China, UBTech, resmi memperkenalkan robot humanoid berukuran manusia yang dirancang sebagai teman pendamping.
Robot ini diklaim mampu memberikan dukungan emosional sekaligus menemani aktivitas sehari-hari penggunanya.
Hadir dalam versi pria dan wanita, robot tersebut langsung menjadi perbincangan di media sosial. Selain karena tampilannya yang sangat realistis, banyak orang juga mempertanyakan apakah kehadiran robot ini benar-benar bisa mengatasi rasa kesepian atau justru mengancam hubungan antarmanusia.
Robot yang diberi nama U1 Series ini diperkenalkan dalam acara peluncuran global UBTech 2026. Menurut perusahaan, robot tersebut dirancang sebagai pendamping sehari-hari yang dapat memberikan dukungan emosional, membantu aktivitas sosial, hingga menjadi bagian dari gaya hidup penggunanya.
Model tertinggi, yaitu U1 Ultra, dibanderol hingga 990.000 yuan atau sekitar Rp2,2 miliar. Sementara itu, versi lainnya dijual dengan harga mulai dari 119.800 yuan atau sekitar Rp270 juta. Seluruh model hanya dapat dibeli dan digunakan oleh orang dewasa.
Baca juga: AGIBOT Perluas Jejak di Indonesia, Dorong Pemanfaatan Robot Humanoid dan AI di Berbagai Industri
Tampil Mirip Manusia
UBTech menghadirkan dua pilihan robot, yaitu versi pria dan wanita. Robot pria memiliki tinggi sekitar 183 sentimeter dengan berat 42 kilogram, sedangkan versi wanita memiliki tinggi 168 sentimeter dan berat 35,2 kilogram.
Perusahaan mengklaim robot ini mampu melakukan lebih dari 90 persen gerakan dasar manusia. Teknologi kecerdasan buatan (AI) yang digunakan juga dikembangkan khusus untuk menjadi teman jangka panjang.
Robot tersebut disebut mampu mengenali lebih dari 20 jenis ekspresi emosi dengan tingkat akurasi di atas 90 persen. Kemampuan itu membuatnya dapat berinteraksi secara lebih alami dengan pengguna.
Get an up-close look at the UWORLD ultra-bionic humanoid robot and discover its remarkable detail and lifelike presence.#UBTECH #UWORLD #U1Pro #UltraBionic #HumanoidRobot #ConsumerRobotics #Robotics #AI pic.twitter.com/VpYsyKU900
— UBTECH Robotics (@UBTECHRobotics) July 3, 2026
Diklaim Bisa Jadi Teman sekaligus Asisten
Pendiri sekaligus CEO UBTech, Zhou Jian, mengatakan harga robot tersebut masih tergolong wajar jika melihat berbagai kemampuan yang dimilikinya.
Menurutnya, robot ini tidak hanya dapat memberikan dukungan emosional, tetapi juga membantu pekerjaan rumah dan memiliki tampilan yang menarik.
Ia menambahkan bahwa jika produksi massal semakin berkembang, biaya pembuatan dan harga jual robot kemungkinan akan semakin murah di masa depan.
UBTech juga mengungkapkan bahwa pemesanan awal U1 Series telah melampaui 10.000 unit. Perusahaan menargetkan mampu memproduksi hingga 50.000 robot bionik sepanjang 2026.
Baca juga: Robot XPENG IRON Makin Mirip Manusia, Ini Detailnya
Tuai Pro dan Kontra
Meski mendapat banyak perhatian, kehadiran robot ini juga memicu perdebatan di kalangan warganet.
Sebagian orang menganggap robot tersebut sebagai kemajuan teknologi yang luar biasa. Mereka menilai robot pendamping dapat membantu orang yang tinggal sendiri, memberikan dukungan emosional, mengingatkan jadwal minum obat, bahkan menghubungi layanan darurat ketika penggunanya mengalami masalah kesehatan.
"Aku akan membelinya kalau robot ini bisa memberikan dukungan emosional, mengingatkanku minum obat, dan menghubungi ambulans saat aku sakit. Teman yang tidak akan mengkhianati atau meninggalkanmu rasanya sepadan dengan harganya," tulis salah seorang pengguna media sosial Xiaohongshu.
Namun, tidak sedikit yang khawatir robot semacam ini justru membuat manusia semakin bergantung pada AI dan mengurangi interaksi dengan sesama.
Seorang pengguna Weibo bahkan mempertanyakan dampak jangka panjangnya.
"Kita mungkin rela menghabiskan ratusan ribu hingga hampir satu juta yuan untuk membeli 'teman sempurna' yang selalu lembut dan memahami emosi kita. Tetapi dalam hubungan dengan manusia, kita justru mudah menyerah saat menghadapi masalah," ungkap pengguna Weibo.
Ia pun mempertanyakan apakah perkembangan tersebut benar-benar menjadi tanda kemajuan teknologi, atau justru menunjukkan bahwa kemampuan manusia dalam membangun dan mempertahankan hubungan sosial mulai menurun.
Kehadiran robot pendamping berbasis AI ini pun kembali memunculkan pertanyaan besar: apakah teknologi mampu menggantikan kehangatan hubungan antarmanusia, atau justru seharusnya hanya menjadi pelengkap dalam kehidupan sehari-hari?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Globaltimes.cn