INDOZONE.ID - Korea Utara berhasil menguji coba sistem persenjataan baru yang mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence / AI). Hal ini tentunya menambah ketegangan di Semenanjung Korea.
Dilansir dari kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), pada Kamis (28/5/2026), uji coba tersebut langsung dipantau Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong Un.
Integrasi teknologi AI pada rudal jelajah taktis Korea Utara diklaim punya navigasi otomatis dan penguncian target secara real-time dengan akurasi yang sangat tinggi. Rudal berbasis AI ini dilaporkan memiliki jangkauan efektif hingga 100 kilometer.
Baca juga: Mau Pakai Gemini Intelligence? Ini Chipset dan RAM yang Dibutuhkan
Dalam pernyataannya, Kim Jong Un menegaskan bahwa modernisasi ini merupakan langkah nyata dalam menghadapi era peperangan modern. Ia juga memerintahkan agar unit-unit artileri jarak jauh yang berada di sepanjang perbatasan antar-Korea segera dilengkapi dengan sistem rudal canggih ini.
"Negara kita harus terus memiliki senjata dengan daya hancur yang kuat, yang mampu membuat lawan tidak memiliki kesempatan untuk bertahan hidup," ujar Kim Jong Un seperti dikutip dari laporan KCNA.
Apa yang dilakukan Korea Utara langsung direspons oleh Korea Selatan dengan meningkatkan status siaga militernya ke tingkat tinggi.
Baca juga: 6 Peran AI dalam Game Masa Kini, Lengkap dengan Dampaknya bagi Pengguna!
Sehari sebelum publikasi KCNA, militer Korea Selatan (JCS) dilaporkan telah mendeteksi peluncuran beberapa proyektil dari wilayah Korea Utara yang mengarah ke perairan barat (Laut Kuning).
Proyektil-proyektil tersebut terdeteksi terbang sejauh kurang lebih 80 hingga 100 kilometer sebelum jatuh ke laut.
Otoritas militer Korea Selatan menilai penempatan rudal berpemandu presisi tinggi di wilayah perbatasan dapat mengancam objek-objek vital di Seoul dalam hitungan menit tanpa harus memicu perang konvensional berskala besar.
Peluncuran ini tercatat sebagai uji coba senjata kedelapan yang dilakukan oleh Korea Utara sepanjang tahun 2026, sekaligus menegaskan sikap keras Pyongyang yang kini secara resmi melabeli Korea Selatan sebagai musuh utama mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KCNA