Selasa, 24 MARET 2026 • 12:40 WIB

ChatGPT, Codex, dan Browser Atlas akan Digabung, OpenAI Siapkan SuperApp Baru

Author

Ilustrasi ChatGPT/OpenAI. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Setelah banyak merilis produk terpisah, OpenAI kini dikabarkan sedang menyiapkan gebrakan baru, sebuah superapp yang akan menyatukan beberapa layanannya dalam satu platform.

Aplikasi ini rencananya akan menggabungkan ChatGPT, Codex, dan browser Atlas dalam satu ekosistem. Jadi, pengguna nggak perlu lagi berpindah aplikasi untuk mengerjakan berbagai tugas.

Baca juga: Ericsson Luncurkan RAN Berbasis AI, Dorong Jaringan 5G Lebih Cerdas dan Efisien di Indonesia

Konsep superapp ini dibuat agar pengalaman pengguna jadi lebih simpel dan efisien. Apalagi sebelumnya OpenAI punya beberapa produk terpisah yang belum semuanya berhasil menarik perhatian secara maksimal.

Langkah ini juga nggak lepas dari persaingan yang semakin ketat, terutama dengan Anthropic yang belakangan sedang naik daun, khususnya di sektor enterprise dan coding.

Di balik pengembangan ini, OpenAI sedang fokus ke teknologi Artificial Intelligence (AI) “agentic”.

Artinya, AI nantinya bisa bekerja lebih mandiri di perangkat pengguna. Nggak hanya menjawab pertanyaan, tapi juga bisa bantu menulis kode, analisis data, bahkan mengerjakan tugas kompleks secara otomatis.

Baca juga: Algoritma Itu Apa Sih? Begini Cara Kerjanya untuk Menentukan Konten yang Kamu Lihat!

Dalam rapat internal, pimpinan aplikasi OpenAI disebut menekankan pentingnya fokus ke proyek utama ini. Mereka nggak mau terdistraksi dengan proyek lain, mengingat kompetitor sedang agresif mengembangkan produk.

Seorang juru bicara OpenAI juga menyampaikan bahwa superapp baru ini akan memungkinkan tim di dalam perusahaan bekerja lebih erat, sekaligus membantu divisi riset memusatkan upaya pada satu produk utama.

Ke depannya, fitur agentic ini akan mulai ditanamkan terlebih dulu di Codex, sebelum akhirnya semua layanan, termasuk ChatGPT dan Atlas digabung ke dalam satu aplikasi utama.

Baca juga: 5 Tips Bikin Konten Ramadan dan Idulfitri Pakai Meta AI

Sebelumnya, OpenAI juga sempat membuat gebrakan melalui berbagai proyek seperti Sora dan akuisisi perusahaan AI milik Jony Ive. Tapi sekarang, fokusnya mulai diarahkan ke penyatuan produk agar lebih solid dan kompetitif.

Jika rencana ini berhasil, bukan nggak mungkin superapp ini akan jadi pusat aktivitas digital berbasis AI, mulai dari kerja, coding, hingga produktivitas harian dalam satu aplikasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU