INDOZONE.ID - Google resmi merilis fitur pembuatan lagu berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di aplikasi Gemini. Cukup ketik deskripsi lagu yang kamu mau, sistem langsung mengubahnya jadi trek berdurasi sekitar 30 detik lengkap dengan lirik.
Fitur yang masih berstatus beta ini ditenagai dengan model generatif Lyria 3, yang dikembangkan oleh Google DeepMind.
Nggak hanya memberikan teks, fitur ini juga semakin canggih karena kamu bisa unggah foto atau video sebagai referensi suasana. Nantinya, sistem akan membaca mood dari visual tersebut dan membuat lagu yang paling cocok.
Baca juga: Rekomendasi AI Notetakers Terbaik 2026: Cara Pintar Catat Rapat Tanpa Capek!
Menurut Google, Lyria 3 ini jauh lebih realistis dan kompleks dibanding versi sebelumnya. Kamu juga punya kontrol detail buat nentuin gaya musik, jenis vokal, sampai temponya, biar hasilnya nggak "asal jadi".
Teknologi Lyria 3 ini juga diperluas ke YouTube lewat fitur Dream Track. Kabar baiknya, kalau dulu hanya kreator di Amerika Serikat saja yang bisa memakai, sekarang aksesnya sudah dibuka secara global.
Google sadar kalau musik itu sensitif soal hak cipta. Makanya, mereka menegaskan kalau fitur ini untuk mendorong ekspresi orisinal, bukan untuk meniru karya musisi lain.
Kalau kamu iseng masukin nama artis terkenal di prompt, Gemini hanya akan membuat lagu dengan gaya yang terinspirasi saja, bukan menyalin lagu yang sudah ada.
Selain itu, semua lagu hasil Lyria 3 akan diberikan label digital SynthID. Ini semacam tanda pengenal kalau lagu tersebut adalah buatan AI. Transparansi ini penting agar tidak ada simpang siur di tengah masifnya konten AI belakangan ini.
Baca juga: Caricature of Me and My Job Jadi Tren AI yang Ramai Dibagikan, Begini Cara Buatnya!
Meski canggih, kehadiran AI di musik ini dapet respons yang beragam. Platform seperti Spotify dan YouTube mulai beradaptasi dengan realitas baru ini.
Tetapi tantangan hukum tetep ada, dengan beberapa perusahaan AI sedang menghadapi gugatan soal materi pelatihan data. Platform seperti Deezer bahkan sampai merilis alat unutk identifikasi musik AI demi mencegah manipulasi streaming.
Masuknya AI ke dunia musik ini membuktikan kalau teknologi bukan sekadar eksperimen, tapi sudah jadi bagian dari ekosistem kreatif kita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara