Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 06:45 WIB

Browser Comet dari Perplexity: Tantangan Baru untuk Chrome dan Safari di Mobile

Author

Browser Comet dari Perplexity(Sumber:digitaltrends.com)

INDOZONE.ID - Perplexity akhirnya merilis Comet, browser dengan AI bawaan yang mulai hadir untuk Android dan segera menuju iPhone. Comet bukan sekadar browser biasa, tetapi menawarkan cara baru berinteraksi dengan internet.

Bayangkan kamu memberi perintah suara seperti tutup semua tab yang tak aktif sejak kemarin, dan browser langsung melakukannya.

Atau kamu cuma berkata: cari earbuds noise-cancelling di bawah $200 yang ratingnya paling tinggi dan tambahkan ke keranjang. Comet bisa menyelesaikannya dalam hitungan menit.

Baca juga: Perplexity Comet Resmi Gratis: Browser AI yang Siap Kalahkan Chrome dan Safari

Pengalaman Browsing yang Lebih Cerdas

Comet membawa pengalaman browsing yang jauh lebih otomatis berkat Perplexity Assistant. Semua kontrol browser ditempatkan di bagian bawah layar agar mudah dijangkau saat digenggam dengan satu tangan.

Comet juga memiliki pemblokir iklan dan pelacak yang bekerja real-time, serta fitur ringkas yang dapat menyimpulkan isi halaman menjadi poin-poin penting. Yang membuatnya berbeda adalah kemampuan memahami konteks layar.

Saat kamu sedang melihat daftar produk, Comet dapat menjawab pertanyaan seperti, “mana yang punya diskon terbesar?” atau “pilihkan dua opsi dengan harga di bawah $100 dan review positif terbanyak.”

Tidak perlu lagi membuka banyak tab, mencari ulasan manual, atau menonton video panjang.

Salah satu contohnya: ketika pengguna meminta Comet mencari video pernyataan Yann LeCun soal masa depan AI di YouTube, Comet langsung menemukan video yang dimaksud dan memutar tepat pada momen yang dicari.

Proses semacam itu biasanya memakan waktu jika dilakukan secara manual.

Kendala dan Kekurangan yang Masih Ada

Meski canggih, Comet belum sempurna. Ketika diminta menyimpan halaman sebagai bookmark, asisten AI justru mengatakan fitur tersebut tidak tersedia padahal sebenarnya ada. Validasi perintah dasar semacam ini masih perlu diperbaiki.

Selain itu, saat menggunakan mode suara, AI cenderung hanya memberikan jawaban tekstual alih-alih mengeksekusi tindakan seperti membuka tab atau menjalankan tindakan otomatis.

Sejumlah fitur standar browser seperti ekstensi, reader mode, tab grouping, dan reading list juga belum tersedia.

Pertanyaan Privasi

Masalah terbesar Comet adalah privasi. Untuk menjadi butler digital, Comet perlu akses data pribadi seperti login, alamat rumah, hingga preferensi belanja. Perplexity menyatakan data tersebut disimpan lokal, dan sinkronisasi cloud bersifat opsional.

Namun, tetap saja ada risiko penyalahgunaan informasi jika AI terkena manipulasi prompt atau teks tersembunyi di situs tertentu.

Pada akhirnya, Comet menawarkan pandangan masa depan browsing yang jauh lebih efisien dan responsif.

Namun, kamu tetap harus menyeimbangkan kenyamanan dengan kesadaran privasi saat menggunakannya.

Baca juga: Perplexity AI Luncurkan Comet Browser, Apakah Ini Akhir Kejayaan Google Chrome?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Digitaltrends.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU