INDOZONE.ID - Kemajuan AI generatif membuat proses editing foto terasa jauh lebih cepat dan intuitif.
Setelah menguji lebih dari 50 foto menggunakan ChatGPT - mulai dari potret alam, arsip lama, hingga gambar aktivitas sehari-hari, muncul pola menarik bahwa kualitas hasil sangat bergantung pada seberapa spesifik prompt yang digunakan.
Pendekatan yang tepat bisa menghasilkan editan setara aplikasi profesional, tanpa perlu proses seleksi manual yang rumit.
Baca juga: ChatGPT Punya 7 Celah, Data Pribadi Kamu Bisa Jadi Target Hacker
Eksperimen Editing Foto: Fokus pada Ketepatan Instruksi
Pengujian dilakukan menggunakan berbagai jenis foto, termasuk jepretan kamera Canon 5D Mark II dan beberapa gambar lama.
Hasilnya menunjukkan bahwa perintah yang terlalu umum seperti brighten this photo sering menghasilkan foto yang terlalu terang atau tidak seimbang.
Sebaliknya, instruksi detail - misalnya tingkat persentase, area gambar tertentu, atau batasan pengerjaan memberikan hasil yang jauh lebih presisi.
Rata-rata waktu pemrosesan sekitar 3–4 menit per foto, namun efisiensi tetap lebih baik dibandingkan mengedit satu per satu secara manual di Lightroom atau Photoshop.
1. Mencerahkan Foto Secara Selektif
Contoh prompt: “Brighten the beam of light in this shot by 15% and brighten the rest of the image by only 5%.”
Hasil terbaik muncul saat menjelaskan area mana yang perlu diutamakan.
Alih-alih mencerahkan keseluruhan gambar, ChatGPT mampu meningkatkan detail cahaya secara lebih natural, misalnya pada foto sinar matahari yang terlalu gelap.
Penyesuaian selektif membuat warna pepohonan dan elemen lain tampak hidup tanpa overexposure.
2. Memindahkan Subjek ke Lokasi Baru
Contoh prompt: “Put this mini golfer on a real golf course.”
Fitur ini terasa seperti versi cepat dari compositing di Photoshop.
Subjek bisa dipindahkan ke lokasi baru dengan hasil yang realistis, asalkan prompt menjelaskan detail penting - seperti jenis alat yang seharusnya dipegang atau konteks area baru.
Penambahan objek seperti driver pada foto pemain mini golf terbukti meningkatkan realismenya.
3. Meningkatkan Warna dan Luminance Tanpa Mengubah Elemen Lain
Contoh prompt:
“Enhance the luminance and clarity of this image, but don’t change anything else.”
Prompt ini efektif untuk foto lanskap, terutama pantai atau area outdoor yang membutuhkan peningkatan warna.
Dengan menekankan batasan don’t change anything else, hasil yang muncul lebih sesuai harapan.
Penyesuaian luminance memberikan saturasi yang lebih baik tanpa mengubah komposisi foto.
4. Menghilangkan Glare dan Artefak Visual
Contoh prompt:
“Remove the excess glare on the lower right of the laptop screen.”
Ketelitian lokasi glare sangat menentukan hasil.
Instruksi spesifik membantu ChatGPT menghilangkan pantulan layar tanpa mengubah keseluruhan tampilan monitor.
Untuk foto perangkat, prompt seperti ini sangat membantu menghasilkan gambar lebih jelas dan bersih.
Pengalaman mengedit 50 foto membuktikan bahwa detail prompt adalah kunci.
Semakin jelas area, tingkat penyesuaian, dan batasan pekerjaan, semakin baik hasil yang diperoleh.
Meskipun proses rendering membutuhkan waktu beberapa menit, kualitas output dan kemudahan pengerjaan membuat ChatGPT menjadi opsi editing yang efisien dan menyenangkan.
Baca juga: Lebih dari 1Juta Pengguna Terikat Emosional dengan ChatGPT, tapi Ada Sisi Gelap di Baliknya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com