Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 18:40 WIB

Albania Tunjuk Menteri AI, Benarkah Masa Depan Politik di Tangan Robot?

Author

INDOZONE.ID - Albania mencetak sejarah baru dengan memperkenalkan menteri pertama di dunia yang diberdayakan oleh kecerdasan buatan (AI).

Sosok menteri ini diberi nama Diella, yang dalam bahasa Albania berarti “sinar matahari.”

Uniknya, Diella bukan manusia, melainkan avatar AI yang diproyeksikan untuk memimpin kementerian pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Baca juga: Perplexity AI Luncurkan Comet Browser, Apakah Ini Akhir Kejayaan Google Chrome?

Menteri AI Pertama yang Transparan dan Antikorupsi

Diella resmi dilantik pada September 2025.

Pemerintah Albania berharap AI ini mampu menghadirkan transparansi penuh dan bebas dari praktik korupsi, terutama dalam pengelolaan tender publik.

Avatar ini juga terintegrasi dengan platform e-Albania, layanan digital yang memberi akses warga terhadap berbagai fasilitas pemerintah secara online.

Walaupun disebut “menteri,” Diella tidak memiliki status hukum dan konstitusional seperti pejabat manusia.

Namun, Perdana Menteri Albania, Edi Rama, menyatakan bahwa peran AI dalam pemerintahan bisa semakin berkembang di masa depan.

Pesan Perdana dari Diella

Dalam sebuah video resmi yang dirilis pemerintah, Diella diperkenalkan kepada publik Albania yang berjumlah sekitar 2,7 juta jiwa.

Avatar AI ini menyampaikan pesan menohok:

“Bahaya sesungguhnya bagi konstitusi bukanlah mesin, melainkan keputusan manusia yang dibuat oleh mereka yang berkuasa.”

Diella juga menegaskan dirinya tidak dimaksudkan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk membantu.

Dengan bekal algoritma, data, dan kemampuan belajar, avatar ini berjanji memberikan pelayanan publik dengan prinsip imparsialitas, transparansi, dan tanpa lelah.

Kritik dari Oposisi

Meskipun inovatif, kehadiran Diella menuai penolakan keras dari oposisi.

Mantan perdana menteri Albania, Sali Berisha, menyebut proyek ini hanya gimmick politik.

 Ia mempertanyakan legitimasi avatar tersebut dengan mengatakan,

Partai oposisi bahkan berencana membawa kasus ini ke Mahkamah Konstitusi.

Baca juga: Meta Luncurkan Kacamata Pintar Ray-Ban Pertama dengan Layar Augmented Reality

Albania dan Tantangan Korupsi

Albania saat ini menempati peringkat ke-80 dari 180 negara dalam indeks korupsi Transparency International.

Jika ingin bergabung dengan Uni Eropa, negara ini harus membenahi praktik pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

 Dengan latar belakang ini, peluncuran Diella dipandang sebagai langkah berani sekaligus penuh kontroversi.

Masa Depan Politik Bertenaga AI

Pertanyaan besar pun muncul: apakah di masa depan pemerintahan akan diisi oleh avatar bertenaga AI? Beberapa pihak menilai ini masih jauh dari kenyataan.

Namun, eksperimen Albania menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi alat penting untuk mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi intervensi politik dalam birokrasi.

Apakah Diella akan sukses membuktikan keunggulan AI dalam politik, atau justru menjadi eksperimen yang gagal? Dunia sedang menunggu jawabannya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Digitaltrends.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU