Rabu, 27 AGUSTUS 2025 • 21:45 WIB

OpenAI Siapkan Kesepakatan Besar, ChatGPT Plus Bisa Dinikmati Seluruh Negara

Author

OpenAI Siapkan Kesepakatan Besar(Sumber:digitaltrends.com)

INDOZONE.ID - Persaingan dalam dunia AI generatif semakin sengit. Banyak perusahaan teknologi berlomba menyediakan layanan berbasis AI, baik untuk pelajar, bisnis, hingga masyarakat umum.

Salah satu langkah terbaru datang dari OpenAI yang dikabarkan tengah menjajaki kesepakatan untuk menghadirkan ChatGPT Plus ke seluruh penduduk di sebuah negara, dimulai dari Inggris.

Baca juga: GPT-4o Kembali ke ChatGPT: OpenAI Mundur Setelah Terima Kritik Pengguna

ChatGPT Plus, Apa Bedanya dengan Versi Gratis?

ChatGPT tersedia gratis untuk semua pengguna internet tanpa harus membuat akun, tetapi versi ChatGPT Plus menawarkan lebih banyak fitur.

Dengan biaya sekitar $20 per bulan, kamu bisa mendapatkan: 

  • Akses prioritas ke model AI terbaru.
  • Respons lebih cepat dan stabil.
  • Batas penggunaan lebih tinggi.
  • Obrolan suara yang lebih luas.
  • Pembuatan gambar dan analisis berkas.
  • Penelitian mendalam.
  • Kemampuan membuat bot khusus (GPTs).

Dengan keunggulan tersebut, tidak heran jika banyak pemerintah dan institusi pendidikan tertarik menjalin kerja sama dengan OpenAI.

Inggris Jajaki Kerja Sama dengan OpenAI

Menurut laporan The Guardian, Peter Kyle selaku Menteri Luar Negeri untuk Sains, Inovasi, dan Teknologi Inggris sempat membicarakan rencana memberikan akses ChatGPT Plus gratis bagi seluruh warganya.

Walau ide ini dinilai ambisius karena biaya bisa menembus £2 miliar, diskusi serius sudah dilakukan dengan CEO OpenAI, Sam Altman.

Sebelumnya, Inggris juga menandatangani kesepakatan yang memungkinkan pemanfaatan API dasar OpenAI untuk membuat chatbot khusus di sektor bisnis maupun pemerintahan.

Bahkan pada awal tahun, pemerintah mengumumkan rencana integrasi chatbot AI di portal web dan aplikasi GOV.UK sebagai bagian dari transformasi digital, termasuk sistem dompet digital untuk menyimpan dokumen resmi.

Tren Global: Akses AI untuk Semua

Langkah ini bukan yang pertama di dunia. Awal tahun, UEA dikabarkan sudah memberikan akses gratis ChatGPT Plus untuk warganya. 

Di Amerika Serikat dan Kanada, pelajar sempat menikmati akses gratis dua bulan ke ChatGPT. Sementara itu, di India, OpenAI meluncurkan ChatGPT Go dengan harga lebih murah, sekitar $4,57 per bulan, berisi sebagian fitur ChatGPT Plus.

Namun, OpenAI tidak sendirian. Google juga agresif dengan menghadirkan Gemini Pro gratis bagi pelajar di berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Selain itu, layanan berbayar Gemini bahkan digabungkan dengan pembelian ponsel seri Pixel 10, serta ditawarkan melalui paket Google One AI yang sudah termasuk penyimpanan cloud 2TB.

Masa Depan Akses AI Premium

Meluasnya akses AI premium menunjukkan arah baru dalam strategi ekspansi perusahaan teknologi. Tidak hanya lewat promosi individu, tetapi juga melalui kerja sama dengan pemerintah untuk menjangkau jutaan pengguna sekaligus.

Bahkan, anggota parlemen India, Raghav Chadha, mendorong pemerintahnya agar seluruh masyarakat bisa menikmati akses gratis ke ChatGPT, Gemini, dan Claude.

Sementara itu, UEA membuka akses Falcon AI sebagai open-source, dan perusahaan milik Elon Musk, xAI, juga merilis Grok 2.5 sebagai model sumber terbuka. Kesepakatan OpenAI dengan pemerintah Inggris bisa menjadi tonggak baru dalam penyebaran teknologi AI.

Jika terwujud, ChatGPT Plus akan tersedia untuk seluruh warga negara, membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk memanfaatkan AI dalam pendidikan, bisnis, hingga layanan publik.

Langkah ini sekaligus menandakan bahwa masa depan AI tidak lagi terbatas pada pengguna premium saja, tetapi bisa menjadi layanan universal yang dapat diakses semua orang.

Persaingan dalam dunia AI generatif semakin sengit. Banyak perusahaan teknologi berlomba menyediakan layanan berbasis AI, baik untuk pelajar, bisnis, hingga masyarakat umum.

Salah satu langkah terbaru datang dari OpenAI yang dikabarkan tengah menjajaki kesepakatan untuk menghadirkan ChatGPT Plus ke seluruh penduduk di sebuah negara, dimulai dari Inggris.

ChatGPT Plus, Apa Bedanya dengan Versi Gratis?

ChatGPT tersedia gratis untuk semua pengguna internet tanpa harus membuat akun, tetapi versi ChatGPT Plus menawarkan lebih banyak fitur.

Dengan biaya sekitar $20 per bulan, kamu bisa mendapatkan:

  • Akses prioritas ke model AI terbaru.
  • Respons lebih cepat dan stabil.
  • Batas penggunaan lebih tinggi.
  • Obrolan suara yang lebih luas.
  • Pembuatan gambar dan analisis berkas.
  • Penelitian mendalam.
  • Kemampuan membuat bot khusus (GPTs).

Dengan keunggulan tersebut, tidak heran jika banyak pemerintah dan institusi pendidikan tertarik menjalin kerja sama dengan OpenAI.

Inggris Jajaki Kerja Sama dengan OpenAI

Menurut laporan The Guardian, Peter Kyle selaku Menteri Luar Negeri untuk Sains, Inovasi, dan Teknologi Inggris sempat membicarakan rencana memberikan akses ChatGPT Plus gratis bagi seluruh warganya.

Walau ide ini dinilai ambisius karena biaya bisa menembus £2 miliar, diskusi serius sudah dilakukan dengan CEO OpenAI, Sam Altman.

Sebelumnya, Inggris juga menandatangani kesepakatan yang memungkinkan pemanfaatan API dasar OpenAI untuk membuat chatbot khusus di sektor bisnis maupun pemerintahan.

Bahkan pada awal tahun, pemerintah mengumumkan rencana integrasi chatbot AI di portal web dan aplikasi GOV.UK sebagai bagian dari transformasi digital, termasuk sistem dompet digital untuk menyimpan dokumen resmi.

Bahkan, anggota parlemen India, Raghav Chadha, mendorong pemerintahnya agar seluruh masyarakat bisa menikmati akses gratis ke ChatGPT, Gemini, dan Claude.

Sementara itu, UEA membuka akses Falcon AI sebagai open-source, dan perusahaan milik Elon Musk, xAI, juga merilis Grok 2.5 sebagai model sumber terbuka. Kesepakatan OpenAI dengan pemerintah Inggris bisa menjadi tonggak baru dalam penyebaran teknologi AI.

Jika terwujud, ChatGPT Plus akan tersedia untuk seluruh warga negara, membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk memanfaatkan AI dalam pendidikan, bisnis, hingga layanan publik.

Langkah ini sekaligus menandakan bahwa masa depan AI tidak lagi terbatas pada pengguna premium saja, tetapi bisa menjadi layanan universal yang dapat diakses semua orang.

Baca juga: OpenAI Kelabakan Perbaiki GPT-5 Setelah Dihujani Kritik Pengguna

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Digitaltrends.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU