INDOZONE.ID - Setelah 14 jam tak bisa diakses, TikTok akhirnya kembali beroperasi di Amerika Serikat (AS).
Namun, timeline pengguna kini dipenuhi pesan-pesan perpisahan yang sempat viral saat aplikasi itu offline.
TikTok kembali online setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencananya menandatangani perintah eksekutif untuk memperpanjang waktu operasi aplikasi tersebut.
Pesan Penutupan
Pada Sabtu (18/1/2025) malam waktu setemoat, pengguna TikTok di AS menerima notifikasi yang mengejutkan.
Aplikasi itu dinyatakan dilarang akibat undang-undang baru yang berlaku.
"Kami beruntung karena Presiden Trump menunjukkan keinginan untuk berkolaborasi dengan kami dalam mencari solusi agar TikTok bisa kembali berfungsi. Tolong jangan putus komunikasi!" tulis TiktTok dalam pernyataannya mengutip Digital Trends, Senin (20/1/2025).
Baca Juga: Imbas TikTok Ditutup, CapCut dan Lemon8 Ikut Diblokir di Amerika Serikat
Trump Beri Waktu Tambahan
Trump kemudian memberikan kejelasan melalui platform pribadinya, memperpanjang waktu hingga 90 hari sebelum larangan penuh diterapkan.
Langkah ini memberi kesempatan bagi ByteDance, pemilik TikTok, untuk mencari pembeli lokal.
Rencananya, ByteDance akan berbagi kepemilikan dengan pembeli baru dalam skema 50-50.
Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat Trump sebelumnya bersikeras pada pelarangan total.
Baca Juga: Donald Trump Jadi Penyelamat TikTok di AS?
Namun, langkah ini juga menuai kritik, bahkan dari sebagian rekan partainya yang menganggap perpanjangan waktu sebagai keputusan yang tidak konsisten.
Ancaman Masih Mengintai
Meskipun TikTok kembali online, masa depannya di AS tetap belum pasti.
Jika ByteDance gagal menemukan pembeli hingga batas waktu, larangan akan tetap diberlakukan.
Beberapa pihak dilaporkan tertarik untuk mengakuisisi TikTok, salah satunya adalah perusahaan teknologi PerplexityAI, yang telah mengajukan tawaran resmi.
Namun, hingga kini belum ada kesepakatan konkret. Situasi ini membuat nasib TikTok di AS semakin tak menentu, sekaligus menambah babak baru dalam kisah panjang aplikasi tersebut.
Baca Juga: 5 Dampak Penutupan TikTok di AS: Guncang Kreator Konten dan Industri Teknologi
Pembuat Konten Terjepit Ketidakpastian
Kembalinya TikTok tentu menjadi kabar baik bagi jutaan pengguna dan kreator konten.
Banyak dari mereka mengandalkan platform ini untuk pekerjaan dan ekspresi kreatif.
Namun, ancaman larangan yang masih menggantung menciptakan ketidakpastian baru.
Para kreator kini menghadapi dilema. Banyak yang telah membangun karier dan basis penggemar melalui TikTok, dan larangan ini berisiko mengganggu pendapatan serta keberadaan mereka di dunia digital.
Tanpa solusi jangka panjang, kondisi ini bisa menjadi pukulan besar bagi komunitas pengguna TikTok.
Bagaimana Selanjutnya?
TikTok mungkin masih menjadi aplikasi populer di AS, tetapi masa depannya tergantung pada keputusan pemerintah dan keberhasilan ByteDance menemukan pembeli.
Meski Trump telah memberikan tambahan waktu, belum ada jaminan situasi ini akan berakhir baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digital Trends