Jumat, 07 JUNI 2024 • 10:25 WIB

Waspada! 7 Aplikasi Berbahaya Terkenal yang Harus Dihapus Segera

Author

Ilustrasi aplikasi berbahaya di ponsel.

INDOZONE.ID - Dengan semakin banyaknya aplikasi yang tersedia di toko aplikasi, baik di Play Store maupun App Store, pengguna smartphone harus semakin berhati-hati.

Beberapa aplikasi ternyata mengandung malware dan dapat mencuri data pribadi, keuangan, bahkan merusak perangkat Anda.

Berikut adalah beberapa aplikasi berbahaya yang telah terkenal dan teridentifikasi oleh para ahli keamanan siber.

1. CamScanner

Aplikasi CamScanner (App Store)

CamScanner adalah aplikasi populer yang digunakan untuk memindai dokumen menggunakan kamera smartphone.

Meskipun awalnya sangat berguna, versi aplikasi yang ada di Google Play Store sempat diketahui mengandung malware berbahaya yang disebut Trojan Dropper.

Baca Juga: Bahaya dan Risiko yang Ditimbulkan Aplikasi Palsu bagi Pengguna Smartphone

Malware ini memungkinkan aplikasi mengunduh dan menjalankan kode jahat di perangkat pengguna. Setelah masalah ini terungkap, aplikasi tersebut dihapus dari Play Store dan kemudian kembali dengan versi yang lebih aman.

2. Clean Master

Aplikasi Clean Master (App Store)

Clean Master adalah aplikasi pembersih dan pengoptimal yang dikembangkan oleh Cheetah Mobile.

Meskipun diklaim dapat mempercepat perangkat dan membersihkan file sampah, aplikasi ini dituduh mengumpulkan data pengguna tanpa izin dan menampilkan iklan yang tidak diinginkan. 

3. ES File Explorer

Aplikasi ES File Explorer (App Store)

ES File Explorer adalah salah satu aplikasi manajer file paling populer sebelum diketahui memiliki beberapa masalah privasi dan keamanan.

Aplikasi ini diduga terlibat dalam praktek ad fraud (penipuan iklan) dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas. Google akhirnya menghapus aplikasi ini dari Play Store pada tahun 2019.

4. QuickPic

Aplikasi QuickPic (App Store)

QuickPic adalah aplikasi galeri foto yang sederhana dan ringan. Namun, setelah diakuisisi oleh Cheetah Mobile, aplikasi ini mulai mengumpulkan data pengguna tanpa izin dan terlibat dalam praktik iklan yang meragukan.

Hal ini menyebabkan QuickPic kehilangan reputasinya dan dihapus dari Google Play Store.

5. DU Battery Saver

Aplikasi DU Battery Saver (App Store)

DU Battery Saver adalah aplikasi yang mengklaim dapat memperpanjang umur baterai smartphone.

Namun, aplikasi ini diketahui mengandung adware yang agresif dan mengumpulkan data pengguna secara diam-diam. Akhirnya, Google menghapus aplikasi ini bersama dengan beberapa aplikasi lainnya dari pengembang yang sama.

6. GO Keyboard

Aplikasi GO Keyboard (Teknovidia)

GO Keyboard adalah aplikasi keyboard populer yang menawarkan berbagai tema dan emoji. Meskipun terlihat menarik, aplikasi ini diketahui mengirim data pengguna ke server pihak ketiga tanpa izin dan menampilkan iklan yang mengganggu.

Aplikasi ini akhirnya dihapus dari Play Store setelah pelanggaran tersebut terungkap.

7. Fildo

  Aplikasi Fildo (App Store)

Fildo adalah aplikasi musik yang memungkinkan pengguna mengunduh musik secara gratis. Namun, aplikasi ini terlibat dalam pembajakan konten dan distribusi musik ilegal.

Penggunaan aplikasi semacam ini tidak hanya berisiko terhadap keamanan perangkat, tetapi juga melanggar hak cipta dan hukum.

Baca Juga: Tips Jitu Hindari Jebakan Aplikasi Palsu WhatsApp dan Instagram

Dengan meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian dalam mengunduh dan menggunakan aplikasi, Anda dapat melindungi diri dari risiko yang ditimbulkan oleh aplikasi berbahaya.

Selalu prioritaskan keamanan dan privasi Anda saat menggunakan perangkat digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bleepingcomputer.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU