Minggu, 12 JULI 2026 • 11:30 WIB

Aplikasi Benchmark Baterai Ini Bisa Cek Battery Health HP Lebih Akurat!

Author

cara hemat baterai saat hotspot nyala (freepik)

INDOZONE.ID - Mengetahui kondisi baterai smartphone tidak cukup hanya melihat persentase battery health yang ditampilkan aplikasi.

Angka tersebut pada dasarnya merupakan estimasi yang dihitung dari data pengisian daya.

Jika riwayat pengisian belum cukup atau sistem pengukur baterai (battery charge controller) pada ponsel kurang akurat, hasilnya bisa berbeda dari kapasitas sebenarnya.

AccuBattery menyediakan fitur benchmark manual yang dirancang untuk memberikan gambaran kapasitas baterai dengan tingkat akurasi lebih tinggi.

Metode ini mengukur berapa banyak daya yang benar-benar dapat disimpan baterai saat diisi dari kondisi hampir kosong hingga penuh, lalu membandingkannya dengan kapasitas desain (design capacity) baterai.

Mengapa Benchmark Manual Dibutuhkan?

Dalam penggunaan normal, AccuBattery menghitung battery health berdasarkan pengisian daya yang dilakukan setiap hari. Cara ini praktis karena tidak memerlukan langkah khusus.

Namun, ada beberapa kondisi yang membuat estimasinya kurang presisi.

Misalnya, indikator baterai pada perangkat tidak menunjukkan kapasitas yang sebenarnya atau aplikasi belum mengumpulkan cukup data historis.

Baca juga: Cara Cek Baterai TWS di Android, Solusi Mudah agar Tidak Mati Mendadak!

Akibatnya, persentase battery health yang muncul bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari kondisi nyata.

Benchmark manual dibuat untuk mengambil "snapshot" kondisi baterai pada satu waktu tertentu dengan proses pengukuran yang lebih terkontrol.

Meski demikian, pengujian ini tidak perlu dilakukan terlalu sering. Kapasitas baterai tidak berubah secara drastis dalam hitungan hari.

Selain itu, proses benchmark mengharuskan baterai diisi hingga penuh, sementara mengisi daya sampai level maksimum terlalu sering juga bukan kebiasaan yang ideal untuk menjaga umur baterai.

Karena itu, AccuBattery menyarankan benchmark dilakukan paling banyak satu atau dua kali dalam sebulan.

Cara Kerja Benchmark di AccuBattery

Prinsip benchmark cukup sederhana. Aplikasi akan menghitung jumlah energi yang masuk ke baterai selama satu sesi pengisian penuh.

Ilustrasi baterai HP yang menggelembung (erafone.com)

Semakin lengkap proses pengisiannya, semakin akurat pula estimasi kapasitas yang dihasilkan.

Pengujian dimulai dengan mengosongkan baterai hingga level serendah mungkin tanpa membuat perangkat mati sendiri.

Pada ponsel dengan indikator baterai yang akurat, kondisi ini biasanya berada di sekitar 1 persen.

Namun, jika indikator baterai kurang presisi, perangkat bisa saja mati ketika indikator masih menunjukkan angka seperti 20 atau bahkan 30 persen.

Jika tidak mengetahui batas tersebut, pengguna dapat terus menggunakan ponsel hingga perangkat mati sendiri.

Setelah itu, sambungkan charger, nyalakan kembali perangkat, lalu pastikan layar kunci dibuka setidaknya satu kali.

Langkah ini penting karena beberapa sistem operasi tidak mengizinkan aplikasi berjalan di latar belakang setelah perangkat baru dinyalakan sebelum pengguna membuka kunci layar.

Sebelum memulai pengisian, AccuBattery juga harus dipastikan sudah aktif dan mulai mencatat jumlah daya yang masuk dalam satuan miliampere-hour (mAh).

Baca juga: Kapan Harus Ganti Baterai HP? Kenali 5 Tanda yang Sering Diabaikan

Jangan Cabut Charger Saat Muncul 100 Persen

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung melepas charger ketika indikator menunjukkan 100 persen.

Pada sejumlah smartphone, angka tersebut belum berarti baterai benar-benar penuh. Produsen perangkat menentukan sendiri kapan indikator berubah menjadi 100 persen.

Dalam beberapa kasus, angka itu ditampilkan lebih awal sehingga pengguna merasa proses pengisian berlangsung lebih cepat.

Karena itu, AccuBattery menyarankan agar charger tetap terpasang hingga proses pengisian benar-benar selesai.

Aplikasi dapat menunjukkan apakah baterai masih menerima arus listrik melalui status pengisian dan nilai arus (mA) yang masih positif.

Proses penyempurnaan pengisian atau topping off ini bisa berlangsung sekitar satu hingga dua jam, tergantung bagaimana produsen mengatur indikator 100 persen pada perangkat.

Semakin lengkap proses pengisiannya, semakin mendekati kapasitas sebenarnya yang bisa diukur aplikasi.

ilustrasi hp dicas tapi berkurang baterainya (freepik)

Hindari Menggunakan Ponsel Saat Benchmark Berjalan

Selama benchmark berlangsung, sebaiknya ponsel tidak digunakan untuk aktivitas berat.

Penggunaan aplikasi, bermain gim, atau aktivitas lain yang meningkatkan beban prosesor akan membuat konsumsi daya berubah-ubah.

Akibatnya, pengukuran arus pengisian menjadi kurang stabil sehingga estimasi kapasitas ikut terpengaruh.

Benchmark akan memberikan hasil yang lebih baik ketika perangkat berada dalam kondisi minim aktivitas sehingga aliran daya yang masuk ke baterai dapat dicatat dengan lebih konsisten.

Cara Melihat Hasil Pengukuran

Setelah baterai benar-benar penuh, buka riwayat pengisian (History) lalu pilih siklus pengisian yang baru saja selesai. Selanjutnya pengguna akan diarahkan ke halaman Charging.

Di halaman tersebut terdapat bagian Charged dengan blok Total yang menunjukkan berapa banyak energi dalam satuan mAh yang berhasil dimasukkan ke baterai selama proses benchmark.

Data inilah yang menjadi acuan utama untuk mengetahui kapasitas baterai sebenarnya, terutama pada perangkat yang indikator 100 persennya kurang akurat atau ponsel yang mati sebelum mencapai 0 persen.

Baca juga: Baterai HP Cepat Rusak? Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini Sekarang Juga!

Untuk perangkat dengan indikator baterai yang akurat dari 0 hingga 100 persen, AccuBattery juga menampilkan Estimated Capacity di bagian bawah halaman Charging.

Nilai ini mencoba menyesuaikan hasil berdasarkan persentase awal pengisian jika benchmark tidak dimulai dari kondisi benar-benar kosong.

Menurut AccuBattery, estimasi kapasitas yang diperoleh melalui pengisian dari kondisi kosong hingga benar-benar penuh lebih akurat dibandingkan estimasi battery health yang dihitung dari data pengisian harian pada tab Health.

Menghitung Battery Health Secara Manual

Setelah memperoleh nilai estimated capacity, langkah berikutnya adalah membandingkannya dengan design capacity baterai.

Perhitungannya sederhana, yaitu:

Battery Health = Estimated Capacity ÷ Design Capacity × 100%

ilustrasi pengecekkan baterai (samsung.com)

Sebagai contoh, apabila kapasitas desain baterai adalah 5.000 mAh dan hasil benchmark menunjukkan kapasitas 4.600 mAh, maka battery health berada di kisaran 92 persen.

AccuBattery mengingatkan agar pengguna memastikan nilai design capacity yang digunakan memang benar.

Aplikasi mengambil data tersebut dari informasi yang disediakan produsen, tetapi ada kemungkinan nilainya tidak diisi dengan benar atau bahkan kosong.

Untuk memastikan kapasitas desain yang sebenarnya, pengguna dapat melihat informasi pada baterai (jika memungkinkan), buku manual, kemasan produk, atau spesifikasi resmi perangkat.

Faktor yang Dapat Memengaruhi Hasil Benchmark

Dalam sebagian besar kasus, langkah benchmark standar sudah cukup menghasilkan data yang baik. Namun, AccuBattery juga menyebut beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi hasil pengukuran.

Pertama, gunakan charger kabel biasa apabila memungkinkan. Beberapa charger super cepat memiliki mekanisme pengisian khusus yang dapat memengaruhi proses berhentinya pengisian.

Pengisian nirkabel juga dapat menyebabkan sesi benchmark terganggu apabila posisi perangkat bergeser sehingga kontak pengisian tidak stabil.

Baca juga: Apakah Baterai TWS Bisa Diganti? Simak Jawaban dan Tips Merawatnya

Kedua, nonaktifkan fitur adaptive charging jika tersedia pada pengaturan sistem.

Pada beberapa perangkat, terutama beberapa model Google Pixel, fitur ini dapat menyebabkan pelaporan arus pengisian maupun status pengisian menjadi tidak akurat selama benchmark berlangsung.

Ketiga, bagi pengguna AccuBattery versi berbayar, fitur overlay dapat diaktifkan selama benchmark.

Pada banyak perangkat Android, aplikasi yang sedang menampilkan overlay cenderung tidak dihentikan oleh sistem sehingga sesi pencatatan data tidak terputus.

Cara ini hanya bersifat sementara karena sejumlah aplikasi, terutama aplikasi perbankan, tidak mengizinkan overlay ditampilkan di atas aplikasinya.

Benchmark Manual Memberikan Gambaran Kapasitas yang Lebih Mendekati Kondisi Sebenarnya

Benchmark manual di AccuBattery menjadi cara yang lebih akurat untuk memperkirakan kapasitas baterai dibanding hanya mengandalkan estimasi dari pengisian sehari-hari.

Dengan mengukur jumlah energi yang masuk selama satu siklus pengisian penuh, pengguna dapat memperoleh gambaran kondisi baterai yang lebih mendekati kapasitas aktual.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Accubattery.zendesk.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU