INDOZONE.ID - Pernah ingin menyalin isi video menjadi tulisan tanpa harus mengetik satu per satu? Kini hal itu bisa dilakukan dalam hitungan menit.
Berkat teknologi transkripsi otomatis, ucapan dalam video dapat diubah menjadi teks dengan bantuan AI maupun layanan berbasis web. Hasil transkripsi sangat bermanfaat untuk berbagai kebutuhan.
Mahasiswa dapat mengubah rekaman kuliah menjadi catatan, notulen rapat bisa menyusun dokumentasi lebih cepat, sementara pekerja maupun pembuat konten dapat mencari informasi tertentu dalam video tanpa harus memutar ulang dari awal.
Selain menghemat waktu, teks hasil transkripsi juga memudahkan penyimpanan, pengeditan, hingga pembagian informasi kepada orang lain.
Saat ini tersedia banyak alat yang mampu melakukan proses tersebut secara otomatis. Masing-masing menawarkan kemudahan dan fitur yang berbeda, sehingga pengguna dapat memilih sesuai kebutuhan.
Mengapa Mengubah Video Menjadi Teks Semakin Dibutuhkan?
Video memang menjadi salah satu sumber informasi yang paling banyak digunakan.
Namun, tidak semua orang memiliki waktu untuk menonton video berdurasi panjang ketika hanya membutuhkan poin-poin penting di dalamnya.
Dengan adanya transkrip, isi video menjadi lebih mudah dibaca, dipelajari, dan dicari kembali. Pengguna cukup membuka dokumen teks untuk menemukan bagian tertentu tanpa harus menggeser durasi video secara manual.
Baca juga: Cara Mengubah Ukuran Foto Menjadi 100KB Tanpa Aplikasi, Anti Pecah!
Transkripsi juga membantu orang yang memiliki keterbatasan pendengaran atau mengalami kendala memahami bahasa lisan. Dalam dunia pendidikan, teks hasil transkrip dapat dijadikan bahan belajar.
Di lingkungan kerja, hasil tersebut sering dimanfaatkan sebagai dokumentasi rapat, arsip wawancara, maupun referensi diskusi.
Cara Mengubah Video Menjadi Teks dengan Maestra.ai
Salah satu layanan yang cukup populer untuk membuat transkripsi otomatis adalah Maestra.ai.
Platform ini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengenali ucapan dalam video dan mengubahnya menjadi teks secara otomatis.
Cara menggunakannya relatif sederhana. Pertama, salin tautan video YouTube yang ingin ditranskripsi.
Setelah itu buka situs Maestra.ai, lalu tempelkan tautan tersebut pada kolom yang telah disediakan. Selanjutnya pilih opsi Generate Transcript untuk memulai proses.
Pengguna kemudian diminta menentukan bahasa yang digunakan dalam video. Pada kondisi tertentu, sistem juga menyediakan pilihan Upload File apabila diperlukan.
Setelah proses berjalan, tunggu beberapa saat hingga hasil transkripsi muncul di layar. Salah satu keunggulan Maestra.ai adalah dukungannya terhadap berbagai bahasa.
Selain itu, pengguna dapat mengedit hasil transkripsi langsung di dalam platform sebelum mengunduhnya.
Dokumen juga bisa disimpan dalam beberapa format, seperti Word maupun PDF, sehingga lebih mudah digunakan kembali.
Menggunakan Ekstensi YouTube To Text
Jika lebih sering mengakses YouTube melalui Google Chrome, ekstensi YouTube To Text bisa menjadi alternatif yang praktis.
Langkah pertama adalah memasang ekstensi tersebut melalui Chrome Web Store dengan memilih tombol Tambahkan ke Chrome. Setelah proses instalasi selesai, buka video YouTube yang ingin diubah menjadi teks.
Di bawah video akan muncul tombol Transkripsikan Video. Ketika tombol tersebut dipilih, sistem akan menampilkan hasil transkripsi lengkap beserta kode waktu atau timestamp pada setiap bagian percakapan.
Adanya penanda waktu membuat pengguna lebih mudah kembali ke bagian tertentu dalam video tanpa harus mencarinya secara manual.
Meski praktis karena terintegrasi langsung dengan YouTube, hasil transkripsi dari ekstensi ini belum tentu selalu sempurna.
Video yang memiliki aksen kuat atau suara latar yang ramai masih berpotensi menghasilkan beberapa kesalahan pengenalan kata.
Transkripsi Video Secara Online Menggunakan Transkriptor
Pilihan berikutnya adalah Transkriptor, layanan berbasis web yang memungkinkan pengguna mengubah video menjadi teks tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan.
Baca juga: Modal HP Doang! Ini 5 Aplikasi Edit Video Kece Biar Konten Medsosmu Makin Estetik
Prosesnya dimulai dengan membuka situs Transkriptor, kemudian menempelkan tautan video YouTube pada kolom yang tersedia.
Setelah memilih bahasa yang sesuai, pengguna cukup menekan tombol Transkripsi dan menunggu hingga proses selesai.
Hasil transkripsi nantinya dapat diunduh untuk berbagai keperluan. Sebelum disimpan, pengguna juga bisa melakukan pengeditan apabila terdapat kesalahan penulisan, ejaan, atau istilah tertentu.
Kemampuan untuk menyimpan hasil dalam beberapa format file menjadi nilai tambah karena dokumen dapat langsung digunakan sebagai bahan belajar, dokumentasi, maupun arsip.
Cara Mengubah Video Menjadi Teks dengan Tactiq.io
Selain layanan sebelumnya, terdapat pula Tactiq.io yang menawarkan proses transkripsi secara online.
Pengguna cukup menyalin tautan video YouTube, kemudian membuka halaman Tactiq.io dan menempelkannya pada kolom yang tersedia. Setelah itu tekan tombol Get Video Transcript untuk memulai proses.
Tidak perlu menunggu lama, sistem akan menghasilkan teks berdasarkan audio yang terdapat dalam video.
Tactiq.io mendukung berbagai bahasa serta menyediakan fitur penyuntingan sehingga hasil transkripsi dapat diperbaiki sebelum disimpan.
Dokumen juga dapat diunduh dalam format seperti PDF maupun DOC agar lebih mudah dibagikan atau diolah kembali.
Menggunakan YouTube Transcript
Bagi yang menginginkan layanan sederhana tanpa banyak fitur tambahan, YouTube Transcript bisa menjadi pilihan.
Cara menggunakannya hampir sama dengan layanan lainnya. Salin tautan video YouTube, kemudian buka situs YouTube Transcript. Tempelkan tautan tersebut pada kolom yang tersedia, lalu tekan tombol Go.
Dalam beberapa saat, sistem akan menampilkan teks hasil transkripsi di layar.
Karena tampilannya sederhana dan prosesnya cepat, layanan ini cocok digunakan ketika pengguna hanya membutuhkan isi percakapan dalam bentuk teks tanpa memerlukan fitur pengeditan yang lebih lengkap.
Tips Agar Hasil Transkripsi Lebih Akurat
Walaupun teknologi AI sudah semakin berkembang, hasil transkripsi otomatis tetap perlu diperiksa kembali. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu meningkatkan kualitas hasilnya.
Pertama, gunakan video dengan kualitas audio yang jelas. Suara yang bersih tanpa banyak gangguan akan memudahkan sistem mengenali setiap kata yang diucapkan.
Kedua, pilih bahasa yang sesuai dengan isi video. Kesalahan dalam menentukan bahasa dapat membuat banyak kata dikenali secara keliru sehingga hasil akhirnya kurang akurat.
Ketiga, manfaatkan fitur pengeditan yang tersedia pada layanan transkripsi. Luangkan waktu untuk memperbaiki ejaan, tata bahasa, maupun istilah yang kurang tepat sebelum dokumen disimpan.
Baca juga: Kenali 10 Jenis Format Video: Perbedaan MP4, AVI, hingga Tips Memilihnya
Apabila hasil transkripsi akan digunakan untuk kebutuhan profesional yang membutuhkan tingkat akurasi tinggi, layanan berbayar dapat dipertimbangkan karena umumnya menawarkan hasil yang lebih presisi dibandingkan versi gratis.
Pilih Alat yang Paling Sesuai dengan Kebutuhan
Setiap layanan transkripsi memiliki keunggulannya masing-masing. Maestra.ai menawarkan dukungan banyak bahasa serta fitur pengeditan yang lengkap.
YouTube To Text unggul karena langsung terintegrasi dengan YouTube melalui browser.
Sementara itu, Transkriptor dan Tactiq.io memberikan kemudahan melalui layanan berbasis web yang tidak memerlukan instalasi aplikasi tambahan.
Di sisi lain, YouTube Transcript cocok digunakan ketika pengguna hanya membutuhkan proses transkripsi yang cepat dan sederhana.
Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, mengubah video menjadi teks kini bukan lagi pekerjaan yang memakan waktu.
Baik untuk kebutuhan belajar, menyusun notulen rapat, membuat dokumentasi bisnis, maupun mencari informasi penting dalam sebuah video, proses transkripsi otomatis dapat membantu pekerjaan menjadi jauh lebih efisien.
Yang terpenting adalah memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan serta selalu memeriksa kembali hasil transkripsi agar teks yang dihasilkan benar-benar akurat dan siap digunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitalcitizenship.id