Selasa, 19 MEI 2026 • 13:10 WIB

Beranda Facebook Mulai Toxic? Ini Cara Jitu Atur Algoritma Agar Kembali Sehat dan Bersih

Author

Ilustrasi pengguna Facebook. (Freepik/sitthiphong)

INDOZONE.ID - Facebook masih menjadi salah satu media sosial paling ramai digunakan hingga sekarang.

Namun di balik banyaknya informasi dan hiburan yang tersedia, tidak sedikit pengguna yang merasa terganggu karena linimasa mereka dipenuhi konten negatif.

Mulai dari video vulgar, iklan dewasa, komentar toxic, sampai postingan yang sebenarnya tidak ingin dilihat sama sekali.

Meski Facebook punya aturan ketat terkait pornografi dan konten seksual, beberapa postingan tetap bisa lolos lewat iklan, live streaming, atau celah tertentu dalam sistem moderasi.

Untungnya, Facebook menyediakan sejumlah fitur yang bisa dimanfaatkan untuk membersihkan beranda secara manual agar pengalaman bermain media sosial terasa lebih sehat.

Berikut, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan konten negatif di Facebook.

Kenapa Konten Negatif Bisa Muncul di Facebook?

Banyak pengguna heran kenapa video atau postingan dewasa masih sering muncul, padahal Facebook memiliki kebijakan yang melarang nudity dan sexual content.

Salah satu alasannya adalah jumlah pengguna Facebook yang sangat besar. Dengan miliaran pengguna aktif setiap bulan, selalu ada akun yang mencoba menyebarkan konten tidak pantas.

Proses moderasi memang dilakukan menggunakan teknologi AI, dan ribuan moderator manusia, tetapi tetap ada celah yang dimanfaatkan sebagian pengguna.

Beberapa akun bahkan memakai bahasa terselubung, gambar yang dimodifikasi, atau teknik tertentu agar kontennya tidak langsung terdeteksi sistem.

Baca juga: Baru Aktifkan Facebook Pro? Ini 7 Ciri Akun Sudah Monetisasi yang Sering Diabaikan Pemula!

Selain itu, algoritma Facebook juga memengaruhi jenis konten yang muncul di feed.

Saat seseorang sering menonton, membuka, atau berinteraksi dengan jenis postingan tertentu, sistem akan menganggap konten tersebut menarik untuk ditampilkan kembali.

Karena itulah, membersihkan feed Facebook bukan cuma soal memblokir akun, tetapi juga mengatur ulang kebiasaan interaksi di dalam aplikasi.

Sembunyikan Kata-Kata yang Mengandung Konten Dewasa

Salah satu sumber penyebaran konten negatif di Facebook sering berasal dari kolom komentar. Biasanya berupa tautan mencurigakan, spam, atau kata-kata vulgar yang mengarah ke konten dewasa.

Facebook sebenarnya menyediakan fitur untuk menyembunyikan kata tertentu dari komentar. Fitur ini cukup membantu agar komentar yang mengandung istilah sensitif tidak lagi muncul di postingan kamu.

Caranya:

  • Buka Facebook lalu masuk ke menu “Settings”
  • Pilih bagian “Audience and Visibility
  • Masuk ke “Followers and Public Content
  • Scroll ke bawah dan pilih “Blocklist Filter
  • Tambahkan kata, frasa, atau emoji yang ingin diblokir

Dengan cara ini, komentar yang mengandung kata-kata tersebut akan otomatis disembunyikan dari tampilan kamu.

Fitur ini cocok digunakan untuk mengurangi spam seksual, promosi vulgar, atau komentar toxic yang sering muncul di postingan publik.

Meta mengumpulkan informasi sensitif dari sekitar 980.000 pengguna domestik di Korea Selatan melalui profil Facebook mereka, kata pengawas data Seoul. (Sumber Gambar REUTERS)

Kurangi Konten Sensitif di Beranda Facebook

Jika feed Facebook kamu terlalu sering menampilkan video vulgar, gambar sensitif, atau konten yang terasa tidak nyaman, coba aktifkan pengaturan pengurangan konten sensitif.

Fitur ini dirancang untuk membatasi kemunculan postingan yang dianggap sensitif oleh sistem Facebook.

Langkah mengaktifkannya cukup mudah:

  • Masuk ke “Settings”
  • Pilih menu “News Feed
  • Cari opsi “Sensitive Content
  • Pilih “Reduce More

Setelah fitur ini aktif, Facebook akan berusaha mengurangi rekomendasi konten sensitif di beranda, Reels, maupun halaman eksplorasi.

Walau tidak langsung menghilangkan semuanya, pengaturan ini cukup efektif untuk membuat linimasa terasa lebih bersih.

Atur Iklan Agar Tidak Menampilkan Konten Dewasa

Konten negatif di Facebook tidak selalu muncul dari postingan biasa. Kadang sumber gangguan justru berasal dari iklan yang muncul berulang kali.

Facebook memungkinkan pengguna mengatur preferensi iklan agar sistem memahami topik apa yang tidak ingin dilihat.

Jika sering mendapat iklan yang berbau dewasa atau tidak relevan, Kamu bisa menguranginya lewat langkah berikut:

Baca juga: 1.000 Tayangan Reels Facebook Berapa Rupiah? Kreator Pemula Wajib Tahu!

  • Buka “Settings” di Facebook
  • Pilih “Accounts Center
  • Masuk ke “Ad Topics
  • Cari topik yang ingin dibatasi
  • Pilih opsi “See Less

Misalnya kamu ingin mengurangi iklan terkait konten seksual, cukup cari topik tersebut lalu batasi tampilannya.

Semakin sering kamu mengatur preferensi seperti ini, algoritma Facebook akan semakin memahami jenis iklan yang tidak diminati.

Blokir Akun yang Sering Menyebarkan Konten Negatif

Kadang, ada akun tertentu yang terus-menerus membagikan konten vulgar, spam, atau postingan yang mengganggu. Dalam situasi seperti ini, memblokir akun menjadi solusi paling efektif.

Setelah akun diblokir, seluruh postingan dan aktivitas dari pengguna tersebut tidak akan muncul lagi di feed kamu.

Cara memblokir akun di Facebook:

  • Buka profil pengguna
  • Tekan ikon tiga titik
  • Pilih “Block”

Metode ini cocok diterapkan pada akun yang memang secara konsisten menyebarkan konten negatif atau berbahaya.

Selain memblokir, kamu juga bisa menggunakan fitur “Hide all from this user” ketika menemukan video atau postingan yang tidak diinginkan.

Dengan begitu, Facebook akan berhenti merekomendasikan konten dari akun tersebut.

Ilustrasi Facebook. (Freepik/Jannoon028)

Laporkan Postingan yang Melanggar Aturan

Facebook menyediakan fitur pelaporan untuk membantu pengguna melawan konten yang melanggar kebijakan platform.

Saat menemukan video vulgar, live streaming tidak pantas, atau postingan berbau pornografi, kamu bisa langsung melaporkannya.

Caranya:

  • Klik ikon tiga titik pada postingan atau video
  • Pilih opsi “Report” atau “Laporkan”
  • Ikuti kategori pelaporan yang sesuai

Laporan pengguna membantu sistem moderasi Facebook mengidentifikasi konten bermasalah lebih cepat.

Jika terbukti melanggar aturan, unggahan tersebut bisa dihapus atau dibatasi oleh pihak Facebook.

Semakin aktif pengguna melaporkan konten negatif, semakin kecil kemungkinan konten serupa terus menyebar di platform.

Nonaktifkan Auto-Play Video

Salah satu alasan video vulgar sering muncul tiba-tiba adalah fitur auto-play yang otomatis memutar video saat pengguna scroll beranda.

Fitur ini memang membuat pengalaman menonton lebih praktis, tetapi juga berisiko menampilkan konten yang sebenarnya tidak ingin dilihat.

Untuk mematikannya:

  • Masuk ke “Settings”
  • Pilih menu “Media”
  • Nonaktifkan “Auto-Play Videos

Dengan mematikan auto-play, kamu bisa lebih mengontrol video mana yang benar-benar ingin ditonton.

Baca juga: Mau Cuan dari Facebook? Ini Syarat dan Cara Aktifkan Monetisasi yang Kamu Harus Kamu Tahu

Pantau Aktivitas Anak di Facebook

Bagi orang tua, menjaga anak dari konten negatif di media sosial juga menjadi perhatian penting. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah memanfaatkan aplikasi parental control.

Beberapa aplikasi memungkinkan orang tua mendeteksi kata-kata sensitif, atau aktivitas mencurigakan di media sosial, termasuk Facebook.

Sistem ini biasanya bekerja dengan memberikan notifikasi ketika anak mencari, atau membuka konten tertentu yang telah ditandai sebelumnya.

Pendekatan seperti ini membantu orang tua tetap bisa memberi kebebasan anak menggunakan media sosial, tanpa harus kehilangan pengawasan sepenuhnya.

Feed Facebook yang Lebih Sehat Bisa Diatur Sendiri

Banyak orang mengira, konten di Facebook sepenuhnya ditentukan algoritma dan tidak bisa dikendalikan.

Padahal, pengguna punya pengaruh besar terhadap apa yang muncul di beranda mereka.

Mulai dari menyembunyikan kata tertentu, mengurangi konten sensitif, mengatur preferensi iklan, memblokir akun, hingga melaporkan postingan bermasalah, semuanya membantu membentuk pengalaman digital yang lebih nyaman.

Semakin selektif kamu berinteraksi di Facebook, semakin baik pula kualitas konten yang akan ditampilkan ke depannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Airdroid.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU