Senin, 04 MEI 2026 • 14:35 WIB

Jangan Asal Download! Ini Cara Lihat Rating Game IGRS agar Anak Terhindar dari Konten Dewasa

Author

rating usia igrs (duniagames.co.id)

INDOZONE.ID - Game sudah bukan lagi sebagai hiburan semata. Banyak orang bermain game untuk mencari uang karena peminat game di Indonesia bahkan di dunia semakin banyak.

Namun, dibalik ketenaran game, banyak anak-anak yang memainkan game tidak sesuai usia mereka, dan banyak orang tua tidak tahu itu.

Salah satu tugas orang tua yang terlupakan adalah, bagaimana cara memastikan konten yang dikonsumsi anak tetap aman dan edukatif?

Salah satu kunci utamanya adalah, memahami cara melihat rating game. Namun, bagaimana caranya?

Memasuki tahun 2026, literasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Di Indonesia, pemerintah telah memperkuat perlindungan konsumen digital melalui Indonesia Game Rating System (IGRS).

Memahami sistem ini adalah langkah pertama bagi orang tua, untuk menjadi "gatekeeper" yang cerdas, di tengah banjirnya ribuan judul game baru setiap bulannya.

Mengapa Rating Usia Video Game Menjadi Prioritas?

Banyak orang tua yang keliru menganggap, semua game dengan grafis kartun atau warna cerah adalah untuk anak-anak.

Kenyataannya, banyak game populer saat ini menggunakan visual menarik namun menyimpan konten kekerasan intens atau elemen perjudian terselubung.

Di sinilah klasifikasi usia video game berperan sebagai kompas.

Rating bukan hanya soal angka, ia adalah hasil kurasi mendalam terhadap berbagai elemen sensitif. Tanpa mengecek rating, anak-anak berisiko terpapar pada:

Baca juga: 5 Hero Mobile Legends dengan Skill Teleportasi Terjauh, Musuh Auto Kena Prank!

  • Kekerasan Ekstrem: Visualisasi darah, mutilasi, atau penggunaan senjata api yang terlalu realistis dapat memengaruhi persepsi anak terhadap empati.
  • Simulasi Perjudian: Banyak game modern menggunakan mekanisme loot boxes atau taruhan yang secara psikologis mirip dengan perjudian, yang dapat memicu kecanduan finansial sejak dini.
  • Bahasa Kasar dan Seksualitas: Interaksi antarkarakter atau dialog yang tidak pantas sering kali muncul dalam game yang ditujukan untuk audiens dewasa.
  • Predator Online: Game dengan fitur chat bebas tanpa filter rating yang jelas berisiko menjadi pintu masuk bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk menghubungi anak secara langsung.

Mengenal Secara Mendalam Klasifikasi Rating IGRS

Sebagai sistem resmi di tanah air, IGRS membagi konten ke dalam beberapa kategori yang sangat spesifik. Memahami detail setiap label akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih presisi.

1. Kelompok Usia 3+ (Anak Usia Dini)

Kategori ini adalah zona paling aman. Konten di dalamnya dirancang murni untuk edukasi dan hiburan ringan.

Tidak boleh ada unsur kekerasan sama sekali, tidak ada bahasa kasar, dan yang paling penting, tidak ada fitur interaksi online.

Game dalam kategori ini biasanya fokus pada pengenalan warna, angka, atau kreativitas sederhana.

tampilan igrs (screenshot)

2. Kelompok Usia 7+ (Anak-anak)

Pada level ini, game mungkin mulai menampilkan konflik sederhana. Namun, kekerasan yang ditampilkan haruslah bersifat fantasi dan tidak boleh menyerupai manusia asli.

Jika ada darah, warnanya tidak boleh merah, biasanya hijau atau hitam untuk merepresentasikan monster atau robot, sehingga tidak menimbulkan trauma visual bagi anak.

3. Kelompok Usia 13+ (Remaja)

Remaja dianggap sudah mulai bisa membedakan antara fiksi dan realitas. Game dengan label 13+ boleh menampilkan kekerasan pada karakter manusia, namun tetap dengan batasan tertentu.

Penggunaan bahasa gaul diperbolehkan, asalkan bukan umpatan kasar yang merendahkan. Fitur chat online biasanya mulai dibuka pada kategori ini, namun harus dilengkapi dengan sistem filter kata otomatis.

4. Kelompok Usia 15+ & 18+ (Dewasa)

Ini adalah kategori yang membutuhkan pengawasan ketat atau bahkan larangan total bagi anak di bawah umur.

Game 15+ dan 18+ sering kali mengandung tema kompleks, mulai dari horor psikologis, kekerasan fisik yang intens, hingga humor dewasa.

Di platform seperti Steam atau konsol modern, game-game ini biasanya memiliki "curiosity gap" yang besar bagi remaja, sehingga orang tua harus lebih waspada.

Baca juga: Roblox Plus Akhirnya Rilis! Cek Fitur Baru dan Perbedaannya dengan Pro

5. Klasifikasi RC (Restricted Content)

Rating RC adalah sinyal bahaya tertinggi. Game dengan label ini mengandung konten yang melanggar hukum di Indonesia, seperti pornografi terang-terangan atau sistem perjudian yang menggunakan mata uang asli.

Game berkategori RC secara resmi dilarang beredar di pasar Indonesia.

Panduan Teknis: Cara Melihat Rating Game di Berbagai Perangkat

Mengetahui teori saja tidak cukup; Kamu perlu tahu di mana posisi label rating tersebut berada saat hendak mengunduh atau membeli game. Berikut adalah langkah-langkah praktisnya:

Mengecek Melalui Situs Resmi IGRS

Ini adalah metode paling akurat untuk pasar Indonesia. Kamu cukup mengakses laman resmi igrs.id.

Di sana terdapat basis data besar di mana kamu bisa mengetikkan nama game, misalnya "Mobile Legends" atau "Free Fire".

Sistem akan memunculkan sertifikat rating resmi beserta alasan mengapa game tersebut mendapatkan rating tersebut (misalnya: "mengandung kekerasan ringan").

Melihat Rating di PC (Steam & Epic Games Store)

Bagi pengguna PC, cara melihat rating game adalah dengan menggulir halaman detail produk ke bawah. Biasanya di sisi kanan atau di bagian bawah deskripsi, akan muncul logo rating.

rating usia epic game store (screenshot)

Perlu diperhatikan bahwa di platform global, logo yang muncul mungkin bukan IGRS, melainkan ESRB (Amerika) atau PEGI (Eropa).

Fungsinya sama, namun standar penilaiannya mungkin sedikit berbeda dengan kearifan lokal Indonesia.

Memeriksa di Konsol (PlayStation, Xbox, Nintendo Switch)

Pada konsol, rating biasanya terpampang jelas di pojok kiri atau kanan bawah pada kemasan fisik. Untuk pembelian digital di Store, rating usia akan muncul tepat di sebelah harga atau tombol beli.

Konsol modern bahkan memiliki fitur di mana sistem akan otomatis mengunci game jika akun yang digunakan terdeteksi di bawah batas usia rating game tersebut.

Mengecek di Perangkat Mobile (Play Store & App Store)

Di perangkat Android atau iOS, rating usia biasanya diletakkan tepat di bawah judul aplikasi. Di Play Store, kamu akan melihat ikon hijau atau angka usia.

Klik ikon tersebut untuk melihat rincian konten (misal: "Content Read: Mild Violence").

Strategi Pengawasan: Lebih dari Sekadar Membaca Rating

Melihat rating adalah langkah awal, namun implementasi di lapangan membutuhkan pendekatan yang lebih aktif. Orang tua disarankan untuk tidak hanya menjadi "polisi digital", tetapi juga teman bermain.

Salah satu cara efektif adalah dengan memanfaatkan fitur Parental Control. Di tahun 2026 ini, hampir semua sistem operasi (Windows, Android, iOS) memiliki fitur pengawasan keluarga yang sangat canggih.

Kamu bisa mengatur agar ponsel anak tidak bisa mengunduh game dengan rating di atas usia mereka tanpa persetujuan dari ponsel kamu.

Baca juga: Buruan Klaim! Hogwarts Legacy Lagi Gratis di PC, Bisa Disimpan Selamanya

Selain itu, biasakan untuk menonton cuplikan gameplay di platform video sebelum memberikan izin.

Terkadang, rating memberikan gambaran umum, namun pengalaman visual langsung akan memberikan kamu insting yang lebih kuat sebagai orang tua.

Perhatikan apakah ada fitur transaksi dalam game (microtransactions) yang sering kali menjadi jebakan bagi anak-anak untuk menghabiskan saldo uang elektronik tanpa izin.

Pentingnya Dialog Antara Orang Tua dan Anak

Literasi digital yang paling sukses bermuara pada komunikasi. Alih-alih langsung melarang sebuah game, jelaskan kepada anak alasan di baliknya.

Misalnya, "Game ini memiliki rating 18+ karena mengandung banyak adegan kekerasan yang belum cocok untuk usia kamu, mari kita cari alternatif game petualangan yang ratingnya 7+ atau 13+."

Dengan menjelaskan fungsi IGRS, Kamu sebenarnya sedang mendidik anak untuk memiliki filter internal.

Tujuannya adalah agar suatu saat nanti, ketika mereka sudah dewasa dan tidak lagi di bawah pengawasan Akamunda, mereka sudah memiliki kesadaran mandiri untuk memilih konten digital yang berkualitas dan sehat bagi perkembangan mental mereka.

Memahami cara melihat rating game bukan hanya tentang kontrol, tetapi tentang membekali generasi masa depan dengan kecerdasan navigasi di dunia siber yang tanpa batas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Duniagames.co.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU