Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 13:20 WIB

Update 2026! Cara Install Ubuntu 24.04 LTS Lengkap: Panduan Pemula

Author

ubuntu (ubuntu.com)

INDOZONE.ID - Memilih distribusi Linux memang bisa membingungkan, karena pilihannya sangat banyak. Namun, Ubuntu tetap menjadi distro paling populer hingga saat ini.

Sistem operasi berbasis open-source ini dikembangkan oleh Canonical Ltd. dan digunakan secara luas mulai dari laptop pribadi, hingga server perusahaan besar.

Ubuntu dikenal praktis, stabil, dan sangat mudah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Bagi kamu yang ingin beralih dari Windows atau macOS, memahami cara install Ubuntu adalah langkah awal yang krusial.

Artikel ini akan membahas panduan instalasi secara mendalam. Mulai dari persiapan media bootable, hingga konfigurasi sistem agar siap digunakan untuk produktivitas harian.

Persyaratan Sistem untuk Menginstal Ubuntu Desktop

Sebelum masuk ke langkah teknis cara install Ubuntu, pastikan perangkat kamu memenuhi spesifikasi minimum agar performa sistem tetap lancar (smooth).

Mengabaikan spesifikasi dapat menyebabkan sistem terasa lambat atau lagging. Berikut adalah standar minimum yang disarankan:

  • Prosesor: Dual-core 2 GHz atau lebih tinggi.
  • RAM: Minimal 4 GB (8 GB sangat direkomendasikan untuk multitasking).
  • Penyimpanan: Ruang kosong minimal 25 GB pada Hardisk atau SSD.
  • Media Eksternal: Flashdisk USB dengan kapasitas minimal 4 GB - 8 GB.
  • Koneksi Internet: Diperlukan untuk mengunduh update dan pihak ketiga selama proses instalasi.

Baca juga: Cara Install Ulang Windows 11 Tanpa Hapus Data & Clean Install

Metode instalasi dalam panduan ini ditujukan untuk komputer desktop atau laptop menggunakan antarmuka grafis (GUI).

Jika kamu menggunakan VPS (Virtual Private Server), prosesnya biasanya dilakukan melalui panel penyedia layanan tanpa melalui tahap pembuatan USB bootable.

Langkah 1: Download File ISO Ubuntu Resmi

Langkah pertama dalam cara install Ubuntu adalah mendapatkan file citra (ISO). Sangat disarankan untuk menggunakan versi LTS (Long Term Support), seperti Ubuntu 24.04 LTS atau versi terbaru yang tersedia di situs resmi.

Versi LTS menjamin dukungan keamanan dan pembaruan sistem hingga 5 tahun ke depan. Pastikan kamu mengunduh file ISO langsung dari direktori resmi Ubuntu atau mirror terpercaya seperti Hostinger.

Ukuran file ini biasanya berkisar antara 3 GB hingga 5 GB, jadi pastikan koneksi internet kamu stabil sebelum memulai unduhan.

contoh tampilan ubuntu (ubuntu.com)

Langkah 2: Membuat Drive USB Bootable dengan Rufus

Setelah file ISO tersimpan, kamu tidak bisa sekadar menyalinnya ke flashdisk.

kamu perlu membuat flashdisk tersebut menjadi "bootable". Di sistem operasi Windows, aplikasi Rufus adalah alat yang paling direkomendasikan.

  • Colokkan flashdisk ke komputer (Pastikan data penting sudah di-backup karena flashdisk akan diformat).
  • Buka Rufus, pilih perangkat USB Anda pada kolom Device.
  • Klik Select dan cari file ISO Ubuntu yang telah diunduh.
  • Pada bagian Partition Scheme, pilih GPT jika komputer Anda menggunakan UEFI (komputer keluaran 2015 ke atas). Jika komputer lama, pilih MBR.
  • Klik Start dan tunggu sekitar 10 menit hingga proses selesai.

Langkah 3: Pengaturan BIOS/UEFI dan Urutan Boot

Tahap ini sering kali dianggap sulit oleh pemula, namun sebenarnya cukup sederhana. Kamu perlu memerintahkan komputer untuk membaca flashdisk terlebih dahulu daripada hardisk internal.

Baca juga: Panduan Cara Install Ulang Windows 10 dengan Flashdisk & Reset

  • Restart komputer kamu.
  • Segera tekan tombol akses BIOS (biasanya F2, F10, F12, atau Del) secara berulang hingga muncul menu pengaturan.
  • Cari menu Boot Priority atau Boot Order.
  • Pindahkan posisi "USB Storage Device" ke urutan paling atas.
  • Simpan perubahan (Save and Exit) dengan menekan F10.
  • Komputer akan melakukan restart otomatis dan masuk ke layar selamat datang Ubuntu.

Langkah 4: Proses Instalasi Utama Ubuntu

Setelah masuk ke menu boot Ubuntu, pilih opsi "Try or Install Ubuntu". Kamu akan dihadapkan pada dua pilihan metode instalasi:

Metode A: Menghapus Total Sistem Lama (Clean Install)

Metode ini memberikan performa optimal karena Ubuntu akan menguasai seluruh ruang hardisk.

  • Pilih bahasa (Indonesia atau Inggris) dan klik Install Ubuntu.
  • Pilih Normal Installation agar aplikasi standar seperti browser dan office ikut terpasang.
  • Pada Installation Type, pilih "Erase disk and install Ubuntu".
  • Klik Install Now dan konfirmasi perubahan partisi.

install ubbuntu (hostinger.com)

Metode B: Menggunakan Virtual Machine (VirtualBox)

Bagi kamu yang masih ragu, cara install Ubuntu juga bisa dilakukan melalui Oracle VM VirtualBox. Keuntungannya adalah kamu tidak perlu menghapus Windows.

Kamu cukup membuat mesin virtual, mengalokasikan RAM (disarankan setengah dari total RAM fisik), dan memasukkan file ISO ke pengaturan storage virtual.

Langkah 5: Konfigurasi Identitas dan Zona Waktu

Setelah proses penyalinan file dimulai di latar belakang, kamu diminta mengisi beberapa informasi:

  • Lokasi: Pilih zona waktu (misalnya Jakarta/WIB) untuk sinkronisasi jam sistem.
  • User Profile: Masukkan nama lengkap, nama komputer, dan username.
  • Password: Buat kata sandi yang kuat. Password ini akan selalu digunakan saat kamu menginstal aplikasi baru (perintah sudo).
  • Tunggu hingga progress bar mencapai 100 persen. Setelah selesai, muncul notifikasi untuk melepaskan flashdisk dan menekan Enter. Komputer akan masuk ke desktop Ubuntu yang baru.

Konfigurasi Awal Setelah Berhasil Terpasang

Instalasi selesai bukan berarti tugas berakhir. Ada beberapa langkah penting untuk memastikan sistem berjalan maksimal:

  • Update Repository: Buka Terminal (Ctrl+Alt+T) dan ketik sudo apt update && sudo apt upgrade.
  • Install Driver Tambahan: Masuk ke menu Software & Updates > Additional Drivers untuk mengaktifkan driver kartu grafis (Nvidia/AMD) agar tampilan lebih smooth.
  • Pengaturan Keamanan: Aktifkan firewall dengan perintah sudo ufw enable.

Baca juga: Apa itu Google Lens? Ini Cara Install di Android dan iPhone Serta Manfaatnya untuk Sehari-hari

Tips Tambahan: Mengenal Ekstensi File di Ubuntu

Bagi pengguna yang terbiasa dengan Android, mungkin kamu pernah mendengar tentang cara install xapk. Perlu dipahami bahwa Ubuntu secara native tidak menjalankan file .apk atau .xapk.

Namun, dengan kemajuan teknologi, kamu bisa menjalankan aplikasi tersebut menggunakan emulator seperti Anbox atau Waydroid.

Memahami cara install xapk di Ubuntu melibatkan proses pemasangan compatibility layer agar aplikasi Android bisa berjalan di kernel Linux dengan lancar.

Kesimpulan

Melalui panduan cara install Ubuntu di atas, kini kamu memiliki sistem operasi yang aman, cepat, dan legal tanpa biaya lisensi.

Baik melalui metode hapus total maupun virtual box, Ubuntu menawarkan fleksibilitas yang luar biasa bagi pengembang maupun pengguna umum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hostinger.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU