Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 16:00 WIB

Cara Mematikan Windows Defender di Windows 10 dan 11, Lengkap dengan Risiko Keamanan!

Author

windows defender (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah merasa Windows Defender justru menghambat instalasi aplikasi atau aktivitas tertentu di laptop kamu? Nah, banyak pengguna Windows 10 dan 11 akhirnya memilih mematikan antivirus bawaan ini demi berbagai alasan. 

Namun langkah tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan, karena ada risiko keamanan yang perlu dipahami sejak awal. 

Oleh karena itu, sebelum memutuskan menonaktifkannya, penting untuk tahu cara yang benar sekaligus risiko yang menyertainyai. 

Cara Mematikan Windows Defender 

Cara mematikan Windows defender ada dua, yaitu untuk windows 10 dan 11. Berikut beberapa caranya: 

Cara Mematikan Windows Defender di Windows 11

  1. Klik menu Start atau tekan tombol Start pada keyboard.
  2. Ketik Windows Security di kolom pencarian, lalu tekan Enter.
  3. Pilih menu Virus & threat protection.
  4. Klik Manage settings pada bagian Virus & threat protection settings.
  5. Matikan opsi Real-time protection, lalu klik Yes pada jendela pop-up.

Jika muncul peringatan “Real-time protection is off, leaving your device vulnerable” dan tombol berubah warna menjadi hitam, berarti Windows Defender telah berhasil dimatikan.

Cara Mematikan Windows Defender di Windows 10

  1. Klik menu Start di pojok kiri bawah layar.
  2. Ketik Windows Security, lalu tekan Enter.
  3. Pilih menu Virus & threat protection.
  4. Klik Manage settings pada bagian Virus & threat protection settings.
  5. Matikan opsi Real-time protection dengan menggeser tombol ke posisi Off.
  6. Klik Yes jika muncul jendela konfirmasi.

Jika muncul notifikasi “Real-time protection is off”, berarti Windows Defender telah berhasil dimatikan.

Untuk mengaktifkan kembali Windows Defender, cukup nyalakan kembali opsi Real-time protection hingga tombol berubah menjadi On.

Pahami Risiko Keamanan Sebelum Mematikan Windows Defender

Sebelum mematikan Windows Defender, ada satu hal penting yang wajib kamu pertimbangkan, yaitu keamanan perangkat.

Windows Defender adalah sistem perlindungan bawaan yang secara otomatis aktif untuk melindungi komputer dari virus, malware, hingga ancaman siber lainnya. 

Baca juga: Cara Mencerahkan Layar Laptop dengan Cepat dan Mudah di Semua Versi Windows

Saat fitur ini dimatikan tanpa pengganti yang sepadan, komputer kamu akan terancam, ibarat rumah tanpa kunci sehingga lebih mudah disusupi.

Tanpa perlindungan antivirus, risiko yang bisa muncul bukan sekadar laptop melambat. 

Kamu juga akan berpotensi mengalami kehilangan data penting, kerusakan sistem, hingga serangan ransomware yang dapat mengunci seluruh file dan meminta tebusan. 

Ancaman seperti ini sering terjadi tanpa disadari dan bisa berdampak serius pada aktivitas kerja maupun data pribadi.

Karena itu, jika kamu benar-benar perlu mematikan Windows Defender baik sementara maupun permanen, pastikan sudah ada antivirus alternatif yang siap bekerja melindungi sistem.

Alternatif Perlindungan Sistem 

Beberapa antivirus pihak ketiga yang cukup andal antara lain Avast Free Antivirus dengan perlindungan real-time, Bitdefender yang dikenal kuat menangkal malware dan ransomware, serta Kaspersky Antivirus dengan tingkat deteksi ancaman yang akurat.

Baca juga: 6 Shortcut Shutdown Windows dengan Keyboard: Cepat dan Aman!

Jangan pernah memilih antivirus pengganti denga asal-asalan. Jadi pastikan aplikasi tersebut memiliki pembaruan rutin, perlindungan real-time, dan fitur keamanan lengkap agar perangkat tetap aman meski Windows Defender dinonaktifkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eraspace

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU