INDOZONE.ID - Di era digital yang serba cepat ini, anak remaja makin aktif online. Sementara orang tua suka bingung dan mempertanyakan, ngapain sih main medsos mulu?
Atas dasar masalah itu, Meta, perusahan induk Instagram, menghadirkan fitur Akun Remaja Instagram. Fitur ini dikhususkan agar orang tua bisa tetap terlibat tanpa harus mengintai.
Akun Remaja Instagram juga bertujuan tetap membantu remaja tumbuh dan berekspresi, tapi tetap aman.
Berikut ini 3 tips dari Meta buat para orang tua yang ingin tetap nyambung sama anak remaja di dunia digital.
Baca juga: Cara Ganti Password Instagram Tanpa Email dan Nomor HP, Gampang!
Bangun Obrolan, Bukan Ceramah
Remaja enggak suka digurui. Tapi mereka bisa terbuka kalau orang tua mulai dari rasa ingin tahu, bukan kecurigaan.
Tanya yang ringan-ringan dulu: Misalnya, “Aplikasi apa yang lagi seru?” atau “Siapa influencer yang kamu suka?”
Bahas soal jejak digital: Dari sini, orang tua bisa ngobrol santai soal privasi, keamanan, dan apa aja risikonya kalau posting sembarangan.
Dengarkan, bukan menghakimi: Kalau mereka pernah merasa nggak nyaman di internet, respons terbaik adalah mendengarkan dulu, bukan langsung marah-marah.
Baca juga: Siap-siap, Foto Instagram Kamu Bakal 'Hidup' Jadi 3D di Meta Quest!
2. Jadi Pendukung Digital Mereka
Remaja butuh ruang buat berekspresi. Tapi tetap butuh dukungan, terutama saat ketemu sisi negatif media sosial.
Dukung minat mereka. Kalau mereka suka desain, foto, atau bikin video, berikan dukungan
Hadapi komentar jahat dengan bijak. Kalau ada konten enggak enak atau komentar negatif, ajarkan cara blokir, report, atau sembunyikan komentar.
Bangun kepercayaan diri: Semakin mereka merasa didukung, semakin kuat mental dan percaya dirinya menghadapi dunia digital.
3. Pakai Fitur Keamanan di Akun Remaja Instagram
Sekarang, setiap remaja di bawah usia 18 tahun yang bikin akun Instagram otomatis akan pakai Akun Remaja. Fitur ini dirancang untuk bikin pengalaman medsos lebih aman sejak awal.
Apa saja yang ada di dalamnya?
Kontak terbatas: Hanya orang tertentu yang bisa kirim pesan atau berinteraksi.
Filter konten: Mengurangi kemungkinan remaja terpapar konten yang nggak pantas.
Pengingat waktu layar: Biar nggak kebablasan scroll sampai tengah malam.
Kontrol orang tua: Untuk anak di bawah 16 tahun, perubahan pengaturan cuma bisa dilakukan dengan izin orang tua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Meta