Jumat, 11 JULI 2025 • 11:00 WIB

4 Kesalahan saat Ngecas Laptop yang Diam-diam Merusak Baterai, Waspada!

Author

Ilustrasi ngecas laptop. (freepik)

INDOZONE.ID - Saat ini, laptop sudah menjadi salah satu perangkat paling penting. Mulai dari aktivitas kerja, kuliah, hingga hiburan, semuanya bisa dilakukan lewat perangkat ini.

Namun tanpa disadari, masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat mengisi daya laptop.

Supaya laptop tetap awet dan nyaman digunakan, penting untuk memahami pengisian daya laptop yang benar. Berikut beberapa kesalahan umum saat mengisi daya laptop yang sebaiknya mulai kamu hindari.

Baca juga: 5 Cara Pilih Laptop Anti Lemot untuk Mahasiswa Teknik, Wajib Tau!

4 Kebiasaan Buruk Ngecas Laptop

Ilustrasi mengisi daya laptop. (freepik)

1. Terus Menerus Menyambungkan Laptop ke Charger

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah membiarkan laptop terus tersambung ke charger meskipun baterainya sudah penuh. Banyak orang beranggapan teknologi laptop masa kini sudah canggih sehingga bisa otomatis menghentikan pengisian.

Memang, sebagian laptop memiliki fitur yang mampu menghentikan arus masuk saat baterai penuh. Namun, panas yang tetap dihasilkan dari arus listrik yang tersambung bisa berdampak buruk bagi kesehatan baterai. Terlebih lagi, jika laptop digunakan terus-menerus sambil dicas tanpa henti.

Baterai lithium-ion yang umum dipakai pada laptop memiliki batas usia yang ditentukan dari siklus pengisian. Jika terlalu sering membiarkan baterai dalam kondisi 100%, kualitas sel baterai bisa menurun lebih cepat.

Tips merawat baterai laptop yang paling sederhana adalah menjaga level baterai di angka 40% hingga 80%. Cabut charger ketika daya sudah penuh, dan sambungkan lagi hanya saat baterai benar-benar butuh diisi. Ini adalah salah satu cara memperpanjang usia baterai laptop yang paling efektif.

Baca juga: Laptop Sering Crash? Coba 7 Tips Simpel Ini Biar Lancar Lagi

2. Mengecas di Permukaan yang Menghambat Sirkulasi Udara

Saat mengisi daya, laptop biasanya akan memproduksi panas yang cukup tinggi. Sayangnya, masih banyak orang yang meletakkan laptop di tempat seperti kasur, sofa, atau karpet saat charging.

Permukaan empuk seperti ini menghambat sirkulasi udara, menyebabkan suhu internal laptop meningkat tajam. Akibatnya, bukan hanya pengisian daya yang terganggu, tapi komponen seperti motherboard dan baterai juga bisa mengalami kerusakan.

Untuk menjaga suhu tetap stabil, pastikan laptop diletakkan di atas permukaan keras seperti meja atau alas khusus laptop yang dilengkapi ventilasi. Jika perlu, gunakan kipas pendingin tambahan, apalagi jika kamu sering mengisi daya dalam waktu lama.

Jangan anggap remeh, karena panas berlebih bisa mempercepat kerusakan baterai dan mengurangi masa pakai laptop secara keseluruhan.

3. Menggunakan Charger Palsu atau Tidak Sesuai Spesifikasi

Karena tergiur harga murah, tak sedikit orang memilih charger palsu atau yang tidak sesuai dengan spesifikasi laptopnya. Padahal, ini termasuk kesalahan mengisi daya laptop yang risikonya cukup besar.

Charger palsu atau tidak sesuai spesifikasi bisa menyebabkan arus listrik tidak stabil, yang pada akhirnya merusak komponen laptop. Tegangan yang tidak tepat bisa menghambat proses pengisian atau bahkan menimbulkan risiko korsleting.

Produsen laptop biasanya sudah merancang charger sesuai kebutuhan perangkat. Jadi, menggunakan charger sembarangan tidak hanya merusak baterai, tetapi juga berdampak pada performa laptop secara keseluruhan.

Solusi terbaik tentu saja memakai charger original atau yang sudah tersertifikasi. Meski harganya lebih mahal, ini adalah investasi penting untuk menjaga kesehatan laptopmu.

4. Mengisi Daya dari Power Bank atau Stopkontak Tidak Stabil

Demi alasan praktis, ada juga yang terbiasa mengisi daya laptop lewat power bank berdaya besar atau colokan listrik yang kualitasnya rendah. Padahal, ini termasuk kebiasaan buruk ngecas laptop yang sering diabaikan.

Sumber daya yang tidak stabil, seperti stopkontak longgar atau terminal listrik murahan, bisa merusak baterai laptop. Arus yang naik turun menyebabkan pengisian daya tidak optimal, bahkan bisa membuat baterai cepat rusak atau drop.

Meski power bank memang praktis, sebaiknya jangan terlalu sering mengandalkannya untuk mengisi daya laptop. Gunakan stopkontak yang stabil dan aman. Bila perlu, pakai stabilizer atau UPS, terutama jika berada di wilayah yang sering mengalami gangguan listrik.

Dengan memilih sumber listrik yang tepat, kamu bisa menghindari berbagai risiko dan menjaga kesehatan laptop dalam jangka panjang.

Meski sering dianggap sepele, kesalahan mengisi daya laptop bisa berdampak besar jika terus dilakukan. Penting untuk mulai mengubah kebiasaan-kebiasaan kecil yang ternyata keliru, demi menjaga baterai tetap awet dan performa laptop tetap optimal.

Merawat laptop sebenarnya tidak sulit. Kuncinya hanya pada konsistensi dan kesadaran untuk menggunakan perangkat dengan benar. Dengan menerapkan tips merawat baterai laptop yang tepat, kamu bisa memperpanjang usia laptop dan menghindari kerusakan yang tidak perlu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wired.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU