ilustrasi baterai iphone (pexels @Szabó Viktor)
INDOZONE.ID - Baterai adalah salah satu kompen alat elektronik yang sangat sensitif dan rentan rusak.
Pernah gak terkadang merasa HP tiba-tiba mati padahal persentase baterai masih menunjukkan angka 20%, sedangkan HP bertahan lama padahal baterai sudah 1%?
Banyak orang mengira baterainya "drop" dan perlu perbaikan atau ganti baterai.
Padahal error ini bukan disebabkan masalah rusak fisik baterai, tetapi lebih ke gagalnya sistem dalam membaca kapasitas energi yang tersisa.
Sebenarnya ada yang namanya "kalibrasi baterai" yang bisa dilakukan secara mandiri tanpa harus mengeluarkan uang
Namun, perlu dicatat bahwa cara kalibrasi baterai hp yang salah justru bisa memperpendek umur sel baterai itu sendiri. Oleh karena itu, memahami prosedur yang aman berdasarkan teknologi baterai terbaru sangatlah penting.
Sebelum masuk ke panduan teknis, kita harus meluruskan satu miskonsepsi besar bahwa kalibrasi tidak memperbaiki kesehatan fisik baterai (Battery Health).
Kebanyakan smartphone saat ini menggunakan teknologi Lithium-ion (Li-ion) yang memiliki chip pintar untuk berkomunikasi dengan sistem operasi (Android atau iOS).
Baca juga: 8 Cara Hemat Baterai Saat HP Jadi Hotspot, Nggak Cepat Lowbat!
Kalibrasi sebenarnya adalah proses sinkronisasi ulang antara kapasitas fisik baterai dengan perangkat lunak yang menampilkannya di layar.
Seiring waktu, penggunaan yang intens, pengisian daya yang tidak teratur, hingga pembaruan sistem operasi (OS) dapat menyebabkan software kehilangan akurasi dalam memetakan titik nol dan titik seratus pada baterai.
Jadi, yang kita perbaiki di sini adalah sistem pembacaannya, bukan "menyembuhkan" baterai yang sudah bocor atau kembung.
Tidak disarankan melakukan kalibrasi terlalu sering karena melibatkan proses pengosongan daya hingga nol, yang secara teknis sedikit memberikan beban pada sel Li-ion.
Anda hanya butuh melakukan langkah ini jika mengalami gejala berikut:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: JETE.id