baterai laptop (wikimedia.org)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu mengalami situasi di mana laptop tiba-tiba mati secara mendadak? Padahal, indikator baterai di pojok kanan bawah masih menunjukkan angka 20 persen atau 30 persen?
Atau mungkin pengisian daya meloncat drastis dari 80 persen langsung ke 100 persen dalam hitungan detik? Jika iya, itu adalah tanda nyata bahwa sensor baterai kamu sudah tidak akurat.
Salah satu solusi paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah, dengan memahami cara kalibrasi baterai laptop.
Kalibrasi bukan sekadar tren perawatan, melainkan proses krusial untuk memastikan sistem operasi dapat membaca kapasitas daya yang sebenarnya.
Secara teknis, kalibrasi baterai laptop adalah proses penyelarasan (sinkronisasi) antara chip sensor yang ada di dalam baterai, dengan sistem manajemen daya pada Windows atau macOS.
Baterai laptop modern menggunakan teknologi Lithium-ion, yang memiliki sirkuit internal untuk melaporkan sisa energi kepada sistem operasi.
Seiring berjalannya waktu dan akibat pola pengisian daya yang tidak menentu (sering mencabut charger sebelum penuh atau membiarkan laptop mati total), sensor ini bisa "bingung".
Baca juga: Apple Resmi Rilis MacBook Neo, Ini Spesifikasi Laptop Mac Paling Terjangkau
Akibatnya, terjadi selisih antara laporan persentase di layar dengan kapasitas fisik sel baterai yang tersisa.
Melalui kalibrasi, kita "memaksa" sensor tersebut untuk mengenali kembali titik 0 persen dan titik 100 persen yang sebenarnya.
Kamu tidak perlu melakukan kalibrasi setiap minggu. Namun, perhatikan beberapa tanda baterai laptop harus dikalibrasi berikut ini:
Metode manual adalah, cara paling universal yang bisa diterapkan pada semua merk laptop seperti ASUS, Acer, Lenovo, HP, hingga Dell.
Berikut adalah, panduan cara kalibrasi baterai laptop Windows 10 manual yang aman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Asani.co.id