Tampilan SSD Western Digital WD_BLACK SN850 (photo/StorageReview)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kalian dengar istilah RAM sama storage, tapi bingung apa bedanya? Tenang, kalian nggak sendiri. Banyak banget orang yang masih salah kaprah dan mikir dua hal ini sama aja. Padahal, RAM dan storage itu kayak dua hal penting yang kerjanya beda tapi saling melengkapi di komputer atau laptop kalian. Nah, biar nggak bingung terus, yuk kita bahas pelan-pelan dengan cara yang gampang dipahami.
RAM atau Random Access Memory bisa dibilang sebagai tempat kerja sementara buat komputer kalian. Bayangin aja kayak meja belajar kalian. Pas kalian ngerjain tugas, semua buku, kertas, dan alat tulis ditaruh di meja biar gampang dijangkau. Nah, RAM itu meja kerjanya komputer, semakin besar meja kalian semakin banyak hal yang bisa kalian kerjain sekaligus tanpa berantakan.
Jadi, RAM berfungsi buat nyimpen data sementara yang lagi diproses. Misalnya, waktu kalian buka browser, main game, atau edit video, data dari aktivitas itu semua bakal disimpen dulu di RAM biar komputer bisa ngaksesnya cepat. Tapi begitu komputer dimatikan, semua data di RAM bakal hilang. Makanya, RAM disebut volatile memory, alias memori yang cuma aktif selama perangkat nyala.
Kalau RAM kalian kecil, komputer bakal gampang “lemot” waktu kalian buka banyak aplikasi sekaligus. Karena “meja kerja”-nya sempit, komputer harus bolak-balik mindahin data dari RAM ke tempat lain, dan ini yang bikin performanya menurun. Jadi, kalau laptop kalian sering nge-lag waktu buka banyak tab browser, besar kemungkinan RAM-nya udah kewalahan.
Baca juga: 5 Rekomendasi Laptop Harga 3 Jutaan RAM 4 GB, Anti Lemot!
Nah, kalau RAM itu meja kerja, storage bisa dibilang kayak lemari arsip. Semua data penting mulai dari foto, video, dokumen, sampai sistem operasi disimpan di situ buat jangka panjang. Jadi, meskipun komputer dimatikan, data kalian tetap aman karena storage bersifat non-volatile, alias datanya nggak hilang walau nggak ada listrik.
Storage sendiri ada dua jenis yang umum banget kalian temuin: HDD (Hard Disk Drive) dan SSD (Solid State Drive).
HDD itu versi lama yang masih pakai piringan mekanik buat nyimpen data. Kinerjanya lumayan lambat karena harus muter dulu buat baca data.
SSD itu versi modern yang jauh lebih cepat karena pakai chip elektronik, bukan piringan. Makanya, laptop dengan SSD biasanya nyalanya lebih cepat, transfer file-nya juga ngebut banget.
Kalau dibikin perbandingan, RAM jauh lebih cepat daripada storage, tapi kapasitasnya jauh lebih kecil. Sementara storage bisa nyimpen data banyak banget, bahkan sampai terabyte tapi aksesnya lebih lambat dibanding RAM.
Jawabannya: dua-duanya penting banget!
RAM berperan dalam kecepatan dan kelancaran multitasking, sedangkan storage berperan buat kapasitas penyimpanan data kalian.
Misalnya, laptop dengan RAM besar tapi storage kecil bakal cepat dalam memproses, tapi ruang simpennya terbatas. Sebaliknya, kalau storage-nya besar tapi RAM kecil, ya bisa simpen banyak hal, tapi sering nge-lag waktu buka aplikasi berat.
Jadi, kalau kalian pengin laptop yang seimbang, cari yang RAM-nya cukup besar dan storage-nya pakai SSD. Kombinasi ini udah paling pas buat kegiatan sehari-hari kayak belajar online, nonton film, sampai ngedit konten.
Ilustrasi laptop (unsplash.com/@vandanpatel__)
Jawabannya tergantung kebutuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Backblaze.com