Kamis, 30 JANUARI 2025 • 10:20 WIB

Profil Liang Wenfeng: Pendiri DeepSeek AI yang Diduga Diam-diam Kumpulin Chip Nvidia

Author

Liang Wenfeng, Pendiri DeepSeek AI.

INDOZONE.ID - Di tengah persaingan teknologi AI yang makin panas, nama Liang Wenfeng tiba-tiba mencuat sebagai salah satu pemain AI besar dari China.

Banyak orang kepo, siapa pendiri DeepSeek yang menggemparkan dunia teknologi saat ini?

Pendiri DeepSeek itu diam-diam membangun kerajaan AI-nya sejak 2023 di Hangzhou, China.

Tapi, yang bikin heboh bukan cuma teknologi yang dikembangkannya, melainkan cara ia mengakali keterbatasan pasokan chip, yang jadi jantung utama kecerdasan buatan.  

Baca Juga: DeepSeek, AI China yang Lebih Canggih dari ChatGPT: Bikin Saham AS Anjlok Rp16 Ribu Triliun!

Siapa Sih Liang Wenfeng? 

Buat yang belum kenal, simak profil Liang Wenfeng yuk!

Liang Wenfeng adalah sosok pendiri DeepSeek, perusahaan AI asal China yang namanya makin gempar terdengar belakangan ini. 

Di usia 40 tahun, pria yang akhir-akhir ini dikenal sebagai Liang Wenfeng DeepSeek sudah punya rekam jejak gila di dunia teknologi dan bisnis.

Lulusan teknik informasi dan elektronik yang nggak cuma jago bikin AI, tapi juga paham betul soal investasi.  

Sebelum mendirikan DeepSeek, Liang sudah lebih dulu membangun dana lindung nilai atau hedge fund, sebuah strategi investasi yang biasanya dipakai buat mengelola risiko sekaligus memaksimalkan keuntungan. 

Nggak heran kalau ia punya modal kuat buat ngebangun startup AI, yang sekarang jadi ancaman serius bagi dominasi perusahaan-perusahaan AI Amerika Serikat.  

Strategi 'Unik': Menimbun Chip Nvidia A100

DeepSeek mungkin baru berdiri sejak 2023, tapi jangan salah, perusahaan ini langsung tancap gas! 

Salah satu kuncinya? Liang Wenfeng ternyata udah jauh-jauh hari mengamankan ribuan chip Nvidia A100, sebelum Amerika Serikat akhirnya melarang ekspor chip ini ke China.  

Para ahli memperkirakan kalau Liang berhasil menimbun sekitar 50.000 unit chip Nvidia A100. Jumlah segitu bukan main soalnya, chip ini adalah salah satu komponen paling krusial dalam pengembangan AI modern.  

Tapi nggak cuma itu, Liang juga punya strategi lain, yaitu memadukan chip Nvidia kelas atas ini dengan chip yang lebih murah dan masih bisa diimpor ke China. 

Hal ini semacam 'jalan tikus' yang ia manfaatkan buat tetap bisa ngejar ketertinggalan AI China dibandingkan dengan pesaingnya di AS.  

Baca Juga: Inspiratif, Guru di China Gunakan Papan Tulis Layar Sentuh untuk Mengajar Matematika

DeepSeek.

Muncul di Hadapan Perdana Menteri China  

Suksesnya DeepSeek bikin nama Liang Wenfeng makin diperhitungkan. 

Baru-baru ini, ia terlihat hadir dalam pertemuan antara para ahli industri dengan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang. 

Hal ini jadi sinyal kuat kalau pemerintah China mulai melirik DeepSeek sebagai salah satu aset penting di industri teknologi AI.  

China lagi gencar-gencarnya mendorong perkembangan teknologi AI, sebagai salah satu strategi untuk bersaing dengan Amerika. 

Dengan munculnya Liang di level ini, kemungkinan besar DeepSeek bakal dapat dukungan lebih besar dari pemerintah.  

Harga Model AI yang Bikin Heboh  

Meskipun DeepSeek berkembang pesat, ternyata ada satu hal yang sempat bikin heboh yaitu harga model AI buatannya. 

Dalam sebuah wawancara dengan The China Academy, Liang ngaku kaget sama reaksi publik terkait harga produknya.  

"Kami tidak menyangka harga akan menjadi masalah yang sensitif," katanya dalam wawancara tersebut.  

"Kami hanya mengikuti laju kami sendiri, biaya, dan menetapkan harga sesuai dengan itu," sambungnya. 

Pernyataan ini menunjukkan, DeepSeek sebenarnya lebih fokus pada strategi bisnis teknologi miliknya sendiri, tanpa terlalu memikirkan respons pasar.

Tapi, apakah pendekatan ini bakal bertahan lama? Itu masih jadi tanda tanya besar.  

Baca Juga: Tesla Luncurkan Optimus, Robot Humanoid Seharga Rp467 Juta yang Siap Bantu Pekerjaan Rumah

Liang Wenfeng, Pendiri DeepSeek AI.

Dengan kombinasi strategi bisnis yang cerdik, dukungan dari hedge fund pribadi, dan stok chip Nvidia yang melimpah, DeepSeek kini menjadi salah satu perusahaan AI paling diperhitungkan di China saat ini. 

Banyak yang melihat DeepSeek sebagai jawaban China terhadap dominasi OpenAI, Google DeepMind, dan perusahaan-perusahaan AI Amerika Serikat lainnya. 

Dengan semakin ketatnya aturan perdagangan antara China dan AS, langkah-langkah seperti yang dilakukan Liang, mungkin bakal jadi contoh buat startup-startup lain di China yang mau bersaing di level global.  

Tapi, apakah DeepSeek bakal benar-benar jadi raksasa AI baru? Atau justru akan tersandung di tengah jalan karena tantangan geopolitik dan regulasi yang makin ketat?

Kita tunggu aja perkembangan AI global selanjutnya yaa!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The China Academy

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU