INDOZONE.ID - Di CES 2025, Nvidia menghadirkan lini GPU RTX 50-series dan terpenting RTX 5090. Selama presentasi tersebut, Nvidia menegaskan bahwa GPU baru memberikan kinerja dua kali lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Dengan kata lain, klaim seru seperti ini sudah pasti langsung menarik perhatian, namun apakah benar GPU yang baru ini menawarkan peningkatan sebesar itu?
Setelah lebih jauh melakukan analisis, tampaklah bahwa banyak klaim ini didukung oleh teknologi DLSS 4 yang baru saja diluncurkan.
Baca Juga: Meta Quest Pro Tidak Lagi Dijual: Era Baru Dimulai dengan Quest 3S!
DLSS 4: Kunci Peningkatan Kinerja
DLSS 4 adalah edisi baru dari teknologi peningkatan Nvidia, dengan fitur multi-frame yang ada dalam pembuatan. Ini memungkinkan GPU membuat beberapa frame tambahan di antara frame yang asli dan secara signifikan meningkatkan frame rate.
Dalam pengujian yang diberikan oleh Nvidia, DLSS 4 sangat penting dalam mendukung klaim peningkatan kinerja dua kali lipat. Namun, perlu dicatat bahwa perbandingan ini tidak sepenuhnya seimbang.
Nvidia menerapkan DLSS 3 pada RTX 4090, sedangkan RTX 5090 sedang diuji dengan DLSS 4. Dalam game seperti Far Cry 6 yang tidak mendukung DLSS, peningkatan kinerja hanya sekitar 1,5 kali lipat.
Sementara itu, di A Plague Tale: Requiem yang hanya mendukung DLSS 3, RTX 5090 juga tidak menunjukkan kinerja dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya.
Ini menunjukkan bahwa klaim Nvidia lebih mengandalkan kemampuan DLSS 4 ketimbang hanya peningkatan arsitektur GPU.
Baca Juga: AMD Umumkan Prosesor 9000 series dan Produk Gaming Terbaru
Masalah Latensi dalam Generasi Multi-Frame
Pembuatan frame teknologi seperti DLSS 4 memiliki kelemahan: latensi. Agar dapat menghasilkan frame tambahan, GPU perlu memproses interpolasi frame, yang menyebabkan sedikit jeda.
Pada kecepatan bingkai tinggi, latensi ini tidak begitu terasa. Akan tetapi, dalam permainan dengan frame rate dasar yang rendah, dampaknya dapat menjadi lebih mencolok.
Sebagai ilustrasi, teknologi sejenis seperti Lossless Scaling, yang mendukung hingga 4x pembuatan frame, dapat meningkatkan frame rate dari 30 fps menjadi 120 fps.
Akan tetapi, meskipun frame rate bertambah, tingkat responsivitas yang dirasakan pemain tetap di angka 30 fps.
Hal ini dapat memengaruhi pengalaman bermain game, terutama dalam genre yang memerlukan respons cepat, seperti game kompetitif atau FPS.
Nvidia menawarkan fitur Reflex 2 untuk menyelesaikan masalah tersebut yang dapat mengurangi latensi secara drastis. Meski begitu, kinerja nyata dari DLSS 4 masih perlu diuji lebih lanjut oleh pihak ketiga.
RTX 5070: Kinerja Unggul dengan Biaya Terjangkau?
Salah satu perhatian lainnya adalah pernyataan bahwa RTX 5070, yang dibanderol seharga $550, memberikan kinerja sebanding dengan RTX 4090. Serupa dengan RTX 5090, pernyataan ini juga didasarkan pada DLSS 4.
Within a no-DLSS situation, Far Cry 6 sees the much more realistic boost from the RTX 5070 - far from this "RTX 4090-level performance" statement.
Generasi RTX 50-series memang menunjukkan kemajuan yang nyata, namun pernyataan “dua kali lipat performa” harus dilihat dalam konteks tertentu.
Teknologi DLSS 4 menyajikan peningkatan signifikan dalam jumlah frame per detik, namun isu seperti latensi dan ketergantungan pada dukungan game tetap menjadi perhatian.
Pengujian independen akan sangat penting untuk mengetahui apakah RTX 50-series benar-benar menawarkan pengalaman bermain game yang lebih baik, atau hanya sekadar kenaikan angka pada grafik.
Saat ini, pemain disarankan untuk mempertimbangkan kebutuhan mereka secara cermat sebelum mengambil keputusan untuk melakukan upgrade.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrend.com