Rabu, 22 JULI 2026 • 09:30 WIB

Google Izinkan App Store dari Pihak Ketiga di Android Mulai 22 Juli

Author

play store (pexels @Andrey Matveev)

INDOZONE.ID - Google akan mulai membuka akses bagi toko aplikasi pihak ketiga di Android melalui Google Play di Amerika Serikat mulai 22 Juli.

Kebijakan ini memungkinkan app store eksternal menawarkan aplikasi yang tersedia di katalog Google Play, sebagai bagian dari implementasi putusan pengadilan terkait sengketa hukum dengan Epic Games.

App Store Pihak Ketiga Bisa Mengakses Katalog Google Play

Melalui Play Catalog Access Program, Google memberi akses kepada toko aplikasi Android pihak ketiga di Amerika Serikat, untuk menggunakan katalog aplikasi dan game yang ada di Google Play.

Artinya, pengguna dapat menemukan dan mengakses aplikasi melalui app store alternatif, bukan hanya dari Play Store.

Google juga telah memberi tahu para pengembang, daftar aplikasi dan game yang mereka kirimkan ke Google Play akan tersedia bagi toko aplikasi eksternal yang memenuhi syarat.

Informasi tersebut mencakup halaman aplikasi beserta konten yang telah dipublikasikan di Google Play.

Meski demikian, proses pengunduhan aplikasi tetap akan diselesaikan melalui Google Play. Biaya layanan Google juga masih berlaku untuk setiap aplikasi yang diunduh melalui toko aplikasi pihak ketiga.

Baca juga: FC Mobile Beta Hilang di Play Store? Ini Cara Download dan Solusinya!

Hadir Berkat Penyelesaian Sengketa dengan Epic Games

Perubahan ini merupakan tindak lanjut dari putusan pengadilan dalam perkara antimonopoli antara Google dan Epic Games.

Sebelumnya, kedua perusahaan mencapai kesepakatan pada November 2025 dengan mengajukan versi modifikasi dari perintah yang dikeluarkan Hakim Distrik AS James Donato.

Pada Maret, Google dan Epic mengungkap rencana menghadirkan program Registered App Stores.

Melalui skema tersebut, toko aplikasi pihak ketiga yang terdaftar akan memiliki proses instalasi yang lebih sederhana dibandingkan aplikasi sideload biasa.

Namun, pengguna tetap harus memasangnya secara manual di luar Google Play. Rencana tersebut kini dibatalkan.

Menurut laporan The Verge, Google dan Epic menarik kembali usulan penyelesaian yang telah dimodifikasi dan tidak lagi membahasnya di pengadilan.

Sebagai gantinya, Google meluncurkan Play Catalog Access Program yang memungkinkan toko aplikasi pihak ketiga diunduh langsung dari Google Play.

play store (pexels @Andrey Matveev)

Juru bicara Google, Dan Jackson, mengatakan keputusan tersebut diambil agar perusahaan dapat menghindari proses hukum yang berkepanjangan.

Sekaligus berfokus pada pengembangan model bisnis global yang memberikan lebih banyak pilihan app store, harga yang lebih rendah, serta peluang yang lebih luas bagi pengembang dan pengguna.

Ia juga menegaskan Google tetap berkomitmen menjaga keamanan Android dan menciptakan ekosistem yang kompetitif.

Ada Syarat dan Biaya bagi Penyedia App Store

Tidak semua toko aplikasi bisa langsung bergabung dalam program baru ini.

Google menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk menjalani proses pemeriksaan keamanan sebelum memperoleh akses ke katalog Google Play.

Penyedia toko aplikasi juga diwajibkan membayar biaya awal sebesar US$5.000 untuk proses security review saat bergabung.

Setelah itu, mereka harus membayar US$5.000 setiap tahun agar tetap dapat mengakses katalog aplikasi Google Play.

Baca juga: Apa Itu Program Beta di Play Store? Ini Arti & Cara Masuknya!

Selain memenuhi persyaratan teknis, toko aplikasi tersebut harus menargetkan pengguna di Amerika Serikat.

Google juga menegaskan, katalog Google Play tidak boleh digunakan untuk mendistribusikan aplikasi kepada pengguna di luar wilayah AS.

Google Juga Longgarkan Sistem Pembayaran

Sebagai bagian dari penyelesaian sengketa dengan Epic Games, Google turut membuka akses terhadap sistem pembayaran di luar Google Play.

Pengembang kini dapat menawarkan metode pembayaran alternatif atau mengarahkan pengguna ke situs web mereka untuk menyelesaikan pembelian.

Selain itu, Google juga menurunkan komisi pembelian aplikasi dari 30 persen menjadi 10 persen, memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi pengembang dalam mendistribusikan aplikasi sekaligus mengelola transaksi dengan pengguna.

Langkah ini menjadi salah satu perubahan terbesar dalam ekosistem Android di Amerika Serikat.

Dengan hadirnya Play Catalog Access Program, pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk menemukan aplikasi.

Sementara pengembang memperoleh jalur distribusi yang lebih luas tanpa sepenuhnya bergantung pada Google Play sebagai satu-satunya etalase aplikasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Engadget.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU