Kamis, 16 JULI 2026 • 17:20 WIB

Aplikasi Pesan Makanan Fiktif Korea Viral, Gak Keluar Uang Demi Dopamin

Author

FoodNeverComes, aplikasi pesan makanan fiktif Korea yang viral. (Dok. FoodNeverComes)

INDOZONE.ID - Kamu pernah ngabisin waktu belasan menit membuka aplikasi pesan makanan, memilih menu, lalu akhirnya menutup aplikasi tanpa jadi memesan?

Jika iya, mungkin kamu akan penasaran sama aplikasi viral asal Korea Selatan yang satu ini. 

Aplikasi bernama FoodNeverComes ini memiliki tampilan dan cara kerja yang sama seperti aplikasi pesan-antar makanan pada umumnya. 

Pengguna bisa memilih restoran, melihat menu, menambahkan pesanan, mengatur alamat pengiriman, memilih metode pembayaran, bahkan melacak posisi kurir di peta.

Namun, ada satu perbedaan besar. Makanan yang dipesan tidak akan pernah dimasak, dibayar, ataupun diantar.

Baca juga: Aplikasi Benchmark Baterai Ini Bisa Cek Battery Health HP Lebih Akurat!

Dilansir Fast Company, FoodNeverComes merupakan bagian dari tren baru di Korea Selatan yang dikenal sebagai "dopamine sites", yaitu platform digital yang dirancang untuk memberikan sensasi menyenangkan saat berbelanja tanpa harus mengeluarkan uang. 

Konsep ini didasarkan pada psikologi manusia. Dopamin, zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi, sering kali muncul saat seseorang mengantisipasi hadiah, bukan ketika hadiah tersebut benar-benar diterima.

Dengan kata lain, proses memilih barang hingga menekan tombol "pesan" atau "beli" sudah cukup memberikan rasa puas bagi sebagian orang, meski transaksi tersebut tidak pernah benar-benar terjadi.

Aplikasi ini dikembangkan oleh seorang kreator asal Korea Selatan yang dikenal dengan nama Malhee.

Ia mengaku ide tersebut muncul saat dirinya berkali-kali membuka dan menutup aplikasi pesan makanan di malam hari tanpa benar-benar ingin membeli apa pun.

"Awalnya saya membuat aplikasi ini hanya sebagai lelucon. Tapi ternyata, hanya dengan memuaskan keinginan untuk 'memesan sesuatu' tanpa benar-benar membeli, rasanya tetap memuaskan," ujar Malhee seperti dilansir Fast Company, Kamis (16/7/2026).

Aplikasi pesan makan fiktif di Korea viral (foodnevercomes.com)

Baca juga: 5 Aplikasi Benchmark VGA Terbaik untuk Cek Performa & Suhu GPU

Menurutnya, banyak orang kini membuka aplikasi pesan makanan bukan karena lapar, melainkan karena sudah menjadi kebiasaan atau sekadar mengusir rasa bosan.

"Hampir semua orang seperti itu sekarang. Bukan karena lapar, tapi karena sudah terbiasa. Saat bosan, tangan langsung membuka aplikasi pesan makanan. Aplikasi ini dibuat untuk membantu memutus kebiasaan itu, meski hanya sesekali," jelasnya.

Malhee menambahkan, aplikasi ini ditujukan bagi orang-orang yang ingin mengurangi kebiasaan memesan makanan, sedang menjalani program diet, atau sekadar penasaran mencoba aplikasi yang unik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Fast Company

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU