Rabu, 15 JULI 2026 • 09:30 WIB

Menguak 10 Brand HP Terbesar di Indonesia, Mana yang Paling Laris?

Author

xiaomi 18 (vietnam.vn)

INDOZONE.ID - Smartphone sudah menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Tingginya jumlah pengguna membuat persaingan antarprodusen semakin ketat.

Berbagai merek berlomba menghadirkan perangkat dengan harga, spesifikasi, dan inovasi yang mampu menarik perhatian konsumen.

Mulai dari Xiaomi, Oppo, Vivo, hingga Samsung, masing-masing memiliki strategi berbeda untuk mempertahankan posisinya di pasar.

Di sisi lain, merek seperti Infinix, Tecno, Realme, hingga Apple juga terus memperkuat eksistensinya dengan menyasar segmen pengguna yang berbeda-beda.

Berikut daftar brand HP terbesar di Indonesia beserta faktor yang membuatnya mampu bersaing di pasar smartphone nasional.

1. Xiaomi

Xiaomi menjadi salah satu merek smartphone paling dominan di Indonesia.

Sejak masuk ke pasar Tanah Air pada 2014, perusahaan asal China ini dikenal konsisten menghadirkan smartphone dengan spesifikasi tinggi namun tetap dibanderol dengan harga kompetitif.

Citra "value for money" menjadi kekuatan utama Xiaomi. Dari kelas entry-level hingga flagship, perangkat yang ditawarkan umumnya memiliki performa yang mampu bersaing dengan kompetitor di rentang harga yang sama.

Baca juga: Perilisan Xiaomi HyperOS 4 Diundur ke Agustus, Matangkan Android 17

Tak hanya itu, Xiaomi juga membangun ekosistem perangkat pintar yang saling terhubung sehingga memberikan nilai tambah bagi penggunanya.

Keunggulan lain yang masih dipertahankan adalah kehadiran port infrared di sebagian besar smartphone buatannya.

Fitur ini memang sederhana, tetapi masih menjadi daya tarik tersendiri karena belum banyak ditemukan pada merek lain.

Portofolio produknya pun sangat lengkap. Redmi menjadi pilihan utama untuk kelas entry-level dan menengah, Poco menyasar pengguna yang menginginkan performa tinggi, sedangkan Xiaomi Number Series hadir sebagai lini flagship.

Xiaomi juga pernah menghadirkan BlackShark yang berfokus pada kebutuhan gaming meski kini sudah jarang terdengar.

Berkat strategi tersebut, Xiaomi berhasil menjadi pemimpin pasar smartphone Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 19 persen menurut data Counterpoint.

2. Oppo

Oppo telah hadir di Indonesia sejak 2013 dan hampir selalu masuk dalam daftar merek smartphone dengan penjualan tertinggi.

OPPO Reno16 Series. (Eliani Kusnedi)

Kesuksesan ini tidak lepas dari strategi pemasaran yang agresif serta pilihan produk yang menjangkau hampir semua segmen harga.

Untuk pengguna pemula tersedia Oppo A Series, sementara Reno Series menjadi andalan di kelas menengah dengan fokus pada desain dan kemampuan kamera.

Di kelas premium, Oppo menghadirkan Find X Series serta Find N Series yang menjadi lini flagship, termasuk perangkat lipat.

Oppo juga terus memperbarui jajaran produknya agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar. Berbagai model baru rutin diperkenalkan mulai dari kelas entry-level hingga flagship.

Keberhasilannya tidak hanya terlihat di Indonesia. Berdasarkan data Canalys, Oppo sempat menjadi pemimpin pasar smartphone Asia Tenggara pada kuartal III 2024.

Di Indonesia sendiri, merek ini menguasai sekitar 18 persen pangsa pasar sehingga menempati posisi kedua.

3. Vivo

Vivo memulai kiprahnya di Indonesia pada 2014. Perjalanan awalnya tidak sepenuhnya mulus karena produknya saat itu dianggap kurang sesuai dengan daya beli masyarakat, sementara nama mereknya juga belum begitu dikenal.

Perubahan strategi pada 2016 menjadi titik balik penting. Vivo mulai fokus mengembangkan smartphone kelas menengah melalui Vivo V Series yang menawarkan kemampuan fotografi sebagai nilai jual utama.

Strategi tersebut berhasil meningkatkan popularitas merek ini di Indonesia. Kini Vivo memiliki lini produk yang lebih lengkap.

Baca juga: Spesifikasi Vivo Y500: Layar AMOLED 120Hz, Baterai 8.100 mAh, hingga Kamera Sony 50 MP

Seri Y ditujukan bagi pengguna entry-level, T Series menyasar penggemar gaming dengan harga terjangkau, V Series berada di kelas menengah, sedangkan X Series menjadi pilihan flagship.

Berkat perluasan portofolio tersebut, Vivo berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar smartphone Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 17 persen menurut Counterpoint.

4. Samsung

Samsung menjadi salah satu merek yang paling lama hadir di Indonesia.

Perusahaan asal Korea Selatan ini mulai beroperasi pada 1991 dan terus memperkuat posisinya melalui investasi fasilitas produksi lokal serta inovasi produk.

Dominasi Samsung semakin kuat sejak kehadiran Galaxy Series yang menawarkan pilihan perangkat mulai dari kelas entry-level hingga flagship. Hal ini membuat Samsung mampu menjangkau berbagai kelompok konsumen.

Di kelas premium, Galaxy S Series menjadi salah satu produk andalan. Varian Ultra bahkan menawarkan S Pen yang menjadi pembeda dibandingkan sebagian besar smartphone Android flagship lainnya.

Samsung juga menjadi pelopor smartphone lipat di Indonesia melalui peluncuran Galaxy Fold pada 2019.

Samsung Galaxy A27 (phonearena.com)

Hingga kini, Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip tetap menjadi salah satu perangkat lipat yang paling dikenal masyarakat.

Untuk kelas menengah dan pemula, Samsung mengandalkan Galaxy A Series yang hadir dalam berbagai pilihan harga.

Selain itu, perusahaan juga menghadirkan varian Fan Edition (FE) sebagai alternatif flagship dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurut Counterpoint, Samsung memiliki pangsa pasar sekitar 17 persen di Indonesia sehingga tetap berada di jajaran merek smartphone terbesar.

5. Realme

Meski baru hadir di Indonesia pada 2018, Realme mampu berkembang dengan cepat dan masuk ke lima besar merek smartphone terlaris.

Awalnya Realme fokus menghadirkan smartphone entry-level dengan harga yang kompetitif. Namun seiring waktu, perusahaan memperluas lini produknya ke kelas menengah hingga flagship.

Saat ini Realme menawarkan C Series untuk pengguna pemula, Narzo sebagai lini gaming, Number Series untuk kelas menengah, dan GT Series sebagai flagship dengan spesifikasi tinggi namun tetap kompetitif dari sisi harga.

Pendekatan tersebut membuat Realme berhasil meraih pangsa pasar sekitar 11 persen menurut Counterpoint.

Baca juga: Samsung Galaxy A57 vs Realme 16 Pro, Mana HP Mid-range Terbaik?

6. Infinix

Infinix mulai memasuki pasar Indonesia pada 2015 dengan menghadirkan smartphone yang mengutamakan spesifikasi tinggi di harga terjangkau. Strategi ini membuatnya sering dibandingkan dengan Xiaomi.

Lini produknya mencakup Smart Series untuk kelas Rp1 jutaan, Hot Series, Note Series, Zero Series sebagai flagship, hingga GT Series yang berfokus pada kebutuhan gaming.

Menariknya, meski memiliki seri flagship, harga smartphone Infinix hampir tidak pernah melewati angka Rp10 juta. Fokus pada harga kompetitif menjadi salah satu alasan merek ini semakin populer di Indonesia.

Menurut Counterpoint, Infinix menguasai sekitar 9 persen pasar smartphone Indonesia.

7. Tecno

Tecno merupakan saudara dari Infinix dan Itel karena sama-sama berada di bawah Transsion Holdings. Merek ini resmi masuk ke Indonesia pada 2021 dengan membawa smartphone entry-level Tecno Spark 6 Go.

Tecno menawarkan beberapa lini utama yang menyasar kebutuhan berbeda.

Spark Series berfokus pada harga terjangkau, Pova Series mengedepankan performa, Camon Series unggul di sektor kamera, sementara Phantom menjadi lini flagship.

Tecno Pova Slim(Sumber:digitaltrends.com)

Menariknya, Tecno menjadi merek pertama di bawah Transsion Holdings yang menghadirkan smartphone lipat melalui Phantom V Flip.

8. Asus

Asus memang lebih dikenal sebagai produsen laptop, tetapi perusahaan asal Taiwan ini juga memiliki posisi tersendiri di pasar smartphone premium.

Asus hanya memiliki dua lini utama, yaitu Zenfone dan ROG Phone.

Zenfone sebelumnya dikenal sebagai flagship berukuran ringkas dengan spesifikasi kelas atas. Namun mulai Zenfone 11 Ultra, Asus mengikuti tren smartphone berlayar besar.

Sementara itu, ROG Phone menjadi salah satu smartphone gaming paling populer di Indonesia. Fokus pada performa tinggi membuat seri ini memiliki penggemar yang loyal, terutama di kalangan gamer.

9. Itel

Itel merupakan merek dengan harga paling terjangkau di bawah Transsion Holdings.

Sebagian besar produknya dijual di kisaran Rp1 jutaan sehingga menyasar pengguna yang membutuhkan smartphone dengan anggaran terbatas.

Meski murah, Itel tetap menghadirkan spesifikasi yang cukup menarik di kelasnya.

Baca juga: Bikin Heboh Pasar Indonesia Lewat RAM Gede Harga 1 Jutaan, HP Itel Buatan Mana Sih?

Beberapa model bahkan menawarkan chipset bertenaga, pengisian daya cepat, hingga fitur yang biasanya ditemukan pada smartphone dengan harga lebih tinggi.

Strategi tersebut membuat Itel menjadi salah satu pilihan populer di segmen entry-level.

10. Apple

Apple menjadi satu-satunya merek dalam daftar ini yang hanya berfokus pada smartphone premium melalui lini iPhone.

Popularitas iPhone di Indonesia tidak hanya didorong oleh performa, tetapi juga citra premium yang melekat pada produknya.

Desain, kualitas kamera, kemampuan merekam video, serta layar Retina menjadi beberapa faktor yang membuat iPhone tetap diminati.

Apple juga dikenal konsisten menghadirkan inovasi pada setiap generasi iPhone.

Selain peningkatan kamera dan pengalaman penggunaan, perusahaan ini menghadirkan fitur-fitur baru yang memperkuat posisinya di pasar flagship.

Meski volume penjualannya tidak sebesar merek Android di kelas menengah, Apple tetap menjadi salah satu brand smartphone paling berpengaruh di Indonesia berkat basis pengguna yang loyal dan nilai prestise yang dimilikinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: 91mobiles.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU