Senin, 25 MEI 2026 • 18:20 WIB

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Guru dan Posyandu Bisa Nilai Kualitas Makanan

Author

Dashboard Reviu Menu MBG (Organoleptik). (BGN)

INDOZONE.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan aplikasi Reviu Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sistem pemantauan kualitas makanan yang melibatkan langsung penerima manfaat di lapangan.

Melalui aplikasi tersebut, guru hingga kepala posyandu dapat memberikan penilaian terhadap makanan yang dibagikan dalam Program MBG, mulai dari ketepatan waktu distribusi hingga kualitas rasa dan tampilan makanan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, mengatakan aplikasi ini dikembangkan untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan sekaligus meningkatkan kepedulian seluruh pelaksana program terhadap mutu layanan gizi masyarakat.

“Aplikasi ini dibuat agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG sehingga seluruh kepala SPPG dan mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan,” ujar Sony di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, keterlibatan guru dan kepala posyandu diharapkan mampu meningkatkan akurasi pengawasan sekaligus menjadi sistem deteksi dini apabila ditemukan masalah dalam distribusi maupun kualitas makanan.

Dalam implementasinya, pengguna aplikasi berasal dari penanggung jawab kelompok penerima manfaat MBG, seperti guru yang ditunjuk sekolah dan kepala posyandu di wilayah masing-masing.

Baca juga: Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Putar Ekonomi Lokal hingga UMKM

Saat makanan diterima, mereka dapat langsung memberikan evaluasi melalui sejumlah indikator yang telah tersedia di sistem.

Penilaian meliputi ketepatan waktu pengiriman, aroma makanan, rasa, tampilan, hingga variasi menu yang disajikan kepada penerima manfaat.

BGN menyebut sistem digital tersebut memungkinkan proses pengawasan dilakukan secara lebih cepat, terukur, dan transparan.

Berdasarkan data dashboard Reviu Menu MBG per 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau sekitar 99,88 persen menyatakan makanan dalam kondisi layak konsumsi. Sementara hanya dua laporan yang menyebut makanan tidak layak dikonsumsi.

Dari sisi distribusi, tingkat ketepatan waktu pengiriman makanan tercatat mencapai 97,95 persen. Sebanyak 1.672 laporan menyebut makanan diterima tepat waktu atau bahkan lebih awal, sedangkan 35 laporan mencatat adanya keterlambatan distribusi.

Baca juga: Anggaran MBG 2026 Rp335 Triliun, Pemerintah Targetkan 82 Juta Penerima dan Dorong Ekonomi Daerah

Sementara untuk aspek kualitas sensorik, aroma makanan dinilai baik pada 1.702 laporan atau sekitar 99,71 persen.

Pada aspek tampilan makanan, sebanyak 1.697 laporan atau 99,41 persen menyebut kondisi makanan sesuai standar dan layak disajikan.

Sedangkan dari sisi rasa, sekitar 98,89 persen laporan menyatakan makanan memiliki rasa yang normal dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.

Sony menegaskan aplikasi tersebut merupakan bagian dari penguatan sistem pengawasan dalam pelaksanaan Program MBG agar potensi masalah dapat dicegah lebih dini.

Menurutnya, pengawasan kualitas program tidak cukup dilakukan secara internal, tetapi juga perlu melibatkan kontrol eksternal dari pihak penerima manfaat secara langsung.

Melalui sistem tersebut, BGN berharap kualitas layanan Program MBG dapat terus terjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU