Minggu, 24 MEI 2026 • 18:40 WIB

Transformasi dan Percepatan Kecerdasan Buatan Dorong Infrastruktur Digital Berbasis AI di Indonesia

Author

Ilustrasi AI (freepik)

INDOZONE.ID - Transformasi digital dan percepatan adopsi artificial intelligence (AI) di Indonesia terus mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang lebih aman, tangguh, dan siap mendukung teknologi berbasis kecerdasan buatan. 

Menjawab kebutuhan tersebut, Alcatel-Lucent Enterprise menggelar ALE AI Forum 2026 bertajuk Enabling Indonesia’s Intelligent Digital Infrastructure di Jakarta.

Forum eksklusif ini mempertemukan para pemimpin industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pelaku bisnis, inovator, hingga mitra teknologi untuk membahas pemanfaatan AI, jaringan cerdas, dan teknologi data center modern dalam mendukung transformasi operasional perusahaan di Indonesia.

AI dan Infrastruktur Digital Jadi Fokus Utama

Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan berbagai pemaparan mengenai perkembangan ekosistem AI di Indonesia, penerapan AI di berbagai sektor industri, hingga demonstrasi solusi teknologi terintegrasi dari Alcatel-Lucent dan mitra teknologinya.

Diskusi juga menyoroti bagaimana organisasi mulai memanfaatkan AI, otomatisasi cerdas, dan analitik berbasis data untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat jaringan perusahaan, hingga mengoptimalkan performa data center.

Baca juga: Di Era AI, Perempuan Punya Peluang Besar Kuasai Dunia Teknologi

Selain itu, para pemimpin industri berbagi pengalaman terkait implementasi AI dalam mendukung visibilitas jaringan, pengelolaan beban kerja berbasis data besar, hingga peningkatan keandalan operasional perusahaan.

Menurut Novse Hardiman, AI kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan kebutuhan strategis bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif di era digital.

“Artificial Intelligence bukan lagi sekadar visi masa depan. AI sudah menjadi kebutuhan bisnis bagi organisasi yang ingin tetap lincah, kompetitif, dan tangguh. Melalui ALE AI Forum, kami ingin membantu organisasi di Indonesia memahami cara mengadopsi AI secara strategis dengan membangun infrastruktur digital yang cerdas, aman, dan terukur,” ujar Novse.

Infrastruktur AI Dinilai Jadi Kunci Transformasi Digital

Alcatel-Lucent menjelaskan portofolio solusi berbasis AI yang mereka kembangkan dirancang untuk membantu perusahaan memodernisasi infrastruktur digital melalui manajemen jaringan cerdas, otomatisasi operasional, analitik lanjutan, dan sistem komunikasi yang aman.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan mengurangi kompleksitas operasional, meningkatkan ketahanan digital, mempercepat transformasi bisnis, sekaligus mengoptimalkan performa data center.

Seiring meningkatnya volume data dan kompleksitas lingkungan digital, kebutuhan terhadap AI-ready infrastructure juga dinilai semakin penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan keamanan siber.

Baca juga: Kemnaker Dorong Ribuan Anak Muda Padang Kuasai AI Lewat Pelatihan Gratis

Forum ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan teknologi, pelaku industri, dan sektor publik dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Investasi AI Global Diproyeksikan Terus Meningkat

Mengacu pada data Gartner, belanja global untuk teknologi AI diperkirakan mencapai 2,5 triliun dolar AS pada 2026 dan meningkat menjadi 3,3 triliun dolar AS pada 2027.

Infrastruktur AI diprediksi menjadi sektor dengan nilai investasi terbesar, diikuti layanan AI dan perangkat lunak berbasis AI.

Sementara itu di Indonesia, investasi AI diproyeksikan mampu berkontribusi hingga 366 miliar dolar AS terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2030, terutama dari sektor manufaktur, e-commerce, dan layanan keuangan.

“Organisasi yang akan unggul di masa depan adalah mereka yang mampu memanfaatkan AI untuk mempercepat transformasi bisnis dan meningkatkan kelincahan operasional. Kami akan terus bekerja sama dengan pelanggan dan mitra untuk menghadirkan solusi yang fleksibel dan aman dalam mendukung perjalanan transformasi digital mereka,” tutup Novse Hardiman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU