Jumat, 20 MARET 2026 • 14:00 WIB

Unisoc Bukan Lagi Chipset 'Lemah': Simak Rahasia di Balik Dominasi

Author

chipset unisoc (erablue.id)

INDOZONE.ID - Perubahan industri smartphone berlangsung sangat cepat dan dinamis. Salah satu pemain yang kini mencuri perhatian besar adalah Unisoc.

Dahulu, brand asal Tiongkok ini identik dengan perangkat murah yang sering dianggap remeh karena performanya yang lambat dan isu panas.

Namun kini, persepsi tersebut mulai bergeser secara signifikan seiring dengan inovasi arsitektur yang mereka tawarkan.

Unisoc berhasil memperbaiki kualitas produknya secara bertahap, beralih dari fabrikasi lama ke teknologi 6nm dan 12nm yang lebih efisien.

Kehadiran mereka menjadi angin segar di tengah dominasi Qualcomm dan MediaTek yang harganya semakin melambung.

Saat ini, banyak produsen besar seperti Samsung, Realme, hingga Infinix mulai mempercayakan dapur pacu perangkat mereka pada Unisoc.

Memahami urutan dan kemampuan chipset ini menjadi sangat krusial bagi calon pembeli agar tidak salah pilih.

Mengapa Chipset Unisoc Kini Merajai Pasar Entry-Level?

Persaingan chipset semakin ketat di berbagai segmen pasar, terutama di kelas harga Rp1 jutaan hingga Rp2 jutaan.

Baca juga: Urutan Chipset Unisoc Tertinggi: Mana yang Setara Snapdragon?

Unisoc kini tidak hanya bermain di kelas bawah; beberapa seri terbaru mereka bahkan mulai merambah ke kelas menengah dengan fitur-fitur yang sebelumnya hanya ada di seri flagship.

Peningkatan teknologi yang paling signifikan terlihat pada penggunaan inti CPU ARM Cortex-A75 dan A76 pada seri menengahnya.

Selain itu, Unisoc mulai menghadirkan dukungan konektivitas 5G melalui modem Ivy510 mereka.

Produsen smartphone melirik Unisoc karena mampu menawarkan performa yang setara dengan kompetitor, namun dengan harga produksi yang lebih kompetitif.

Hal ini memungkinkan vendor untuk memberikan spesifikasi lain yang lebih tinggi, seperti layar 90Hz atau kamera 50MP, tanpa menaikkan harga jual ponsel.

Daftar Urutan Chipset Unisoc Terbaik: Dari Flagship ke Entry-Level

Memahami urutan chipset sangat penting sebelum memutuskan membeli smartphone.

Setiap seri memiliki limitasi teknis yang berbeda, mulai dari dukungan resolusi layar hingga kemampuan pengolahan gambar (ISP). Berikut adalah pembedahan hierarki Unisoc saat ini:

unisoc t606 (carisinyal.com)

1. Kasta Tertinggi: Unisoc T9100 dan Seri T800

Unisoc T9100 menjadi kasta tertinggi yang dirancang untuk performa tinggi di kelas menengah atas. Chipset ini mampu menangani multitasking berat dan pengolahan data AI yang kompleks.

Di bawahnya, terdapat Unisoc T820 yang sudah mendukung jaringan 5G dengan fabrikasi 6nm yang sangat efisien.

T820 menggunakan konfigurasi 1+3+4 core yang memberikan keseimbangan antara performa gaming dan daya tahan baterai.

Sementara itu, Unisoc T830 hadir dengan fokus pada unit pemrosesan saraf (NPU) untuk mempercepat proses kecerdasan buatan, membuat sistem operasi terasa lebih adaptif dan responsif terhadap kebiasaan pengguna.

2. Kelas Menengah Efisien: Seri T700

Unisoc T760 dan T7300 hadir sebagai solusi 5G terjangkau. Seri T760 khususnya, dikenal sebagai chipset yang sangat hemat daya namun tetap bertenaga untuk penggunaan media sosial dan streaming video resolusi tinggi.

Chipset ini menjadi penantang serius bagi Snapdragon seri 4 atau MediaTek Dimensity seri 6000 di pasar global.

3. Seri Tiger: Tulang Punggung HP Murah Berkualitas

Baca juga: itel Kenalkan Super 26 Ultra, HP Bertenaga Unisoc T7300 dan Baterai 6000mAh

Inilah lini yang paling sering ditemukan di pasar Indonesia. Seri Tiger seperti T620 dan T618 menawarkan performa yang sangat solid untuk kategori HP budget.

T618 sempat viral karena mampu menjalankan game populer dengan jauh lebih stabil dibandingkan chipset kompetitor di kelas harga yang sama.

Untuk segmen yang lebih terjangkau, terdapat Unisoc Tiger T616, T612, dan T606. Meskipun berada di level bawah, seri ini sudah menggunakan arsitektur octa-core.

Seri T612 dan T616 menjadi primadona karena mampu mencatatkan skor benchmark AnTuTu yang kompetitif, seringkali menembus angka 200.000 hingga 250.000 poin, sebuah angka yang sangat cukup untuk kebutuhan harian pelajar maupun pekerja.

Membedah Performa Unisoc Tiger T616 vs T612

Banyak calon pembeli bingung membedakan kedua seri ini. Secara teknis, Unisoc Tiger T616 memiliki clock speed yang sedikit lebih tinggi pada bagian CPU-nya dibandingkan T612.

Hal ini memberikan keunggulan kecil saat membuka aplikasi berat atau melakukan proses rendering foto sederhana. Di sisi lain, Unisoc T612 tetap menjadi pilihan populer karena efisiensinya.

Chipset ini sangat stabil untuk penggunaan jangka panjang dan tidak mudah mengalami thermal throttling (penurunan performa karena panas).

unisoc t9100 (unisoc)

Keduanya sudah sangat mumpuni untuk menjalankan aplikasi harian seperti WhatsApp, TikTok, hingga Instagram tanpa kendala berarti.

Bahkan, untuk gaming ringan seperti Mobile Legends, kedua chipset ini masih mampu memberikan frame rate yang stabil di pengaturan grafis menengah.

Perbandingan: Unisoc vs MediaTek Helio, Mana yang Unggul?

Pertanyaan yang sering muncul adalah: "Lebih bagus Unisoc atau MediaTek Helio?". Jawabannya tergantung pada seri spesifik yang dibandingkan.

  • Unisoc T612/T616 vs Helio G85: Secara arsitektur, Unisoc seri ini seringkali lebih unggul karena menggunakan core Cortex-A75 yang lebih modern dibandingkan core pada beberapa seri Helio G lama. Hasilnya, navigasi menu di HP dengan Unisoc terasa lebih "gesit".
  • Optimalisasi Game: MediaTek masih memegang keunggulan dalam hal optimasi mesin game (HyperEngine). Namun, Unisoc mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan dukungan driver GPU Mali mereka.
  • Harga: Unisoc hampir selalu menang di sisi harga, memberikan nilai price-to-performance yang sulit dikalahkan oleh brand manapun saat ini.

Kelebihan dan Kekurangan Chipset Unisoc

Baca juga: Realme Note 60x Hadir di Indonesia dengan Unisoc T612 dan Harga Rp 1,249 Juta!

Setiap teknologi tentu memiliki dua sisi mata uang. Kelebihan utama Unisoc adalah harganya yang sangat terjangkau dengan performa yang tidak "pelit".

Mereka berani memberikan spesifikasi inti CPU tinggi di segmen harga rendah. Selain itu, manajemen suhunya kini jauh lebih baik dibandingkan era beberapa tahun lalu.

Namun, kekurangannya masih terletak pada citra brand dan optimalisasi software. Beberapa pengembang aplikasi pihak ketiga mungkin lebih memprioritaskan optimasi untuk chipset Snapdragon atau MediaTek.

Selain itu, untuk para pemain game berat yang membutuhkan grafis "Ultra", Unisoc seri Tiger tentu belum bisa memberikan pengalaman maksimal karena limitasi pada unit GPU-nya.

Kesimpulan: Apakah Chipset Unisoc Layak Beli?

Mendemistifikasi keraguan terhadap Unisoc membawa kita pada satu kesimpulan: Ya, chipset ini sangat layak beli, terutama bagi Anda yang mencari smartphone fungsional dengan anggaran terbatas.

Unisoc telah membuktikan bahwa murah tidak berarti murahan. Untuk penggunaan sekolah daring, bekerja, media sosial, hingga hiburan ringan, seri Unisoc Tiger sudah lebih dari cukup.

Bagi pengguna yang memiliki kebutuhan harian standar, tidak perlu ragu memilih ponsel bertenaga Unisoc T612 atau T616.

Namun, jika Anda adalah seorang hardcore gamer atau editor video profesional di smartphone, mempertimbangkan seri menengah ke atas seperti Unisoc T820 atau beralih ke seri flagship brand lain adalah langkah yang lebih bijak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Erablue.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU