Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 23 AGUSTUS 2023 • 18:46 WIB

Marak Berita Hoax, Somalia Blokir Aplikasi TikTok dan Telegram

Marak Berita Hoax, Somalia Blokir Aplikasi TikTok dan TelegramIlustrasi Hoax (Dok. Kominfo RI)

INDOZONE.ID - Somalia baru-baru ini resmi melarang keberadaan aplikasi TikTok, Telegram , dan 1XBet karena kekhawatiran akan konten “mengerikan” dan berita palsu.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas potensi penyalahgunaan platform tersebut untuk menyebarkan gambar berbahaya dan laporan palsu, ujar Jama Hassan Khalif, menteri komunikasi negara tersebut.

"(Kantor saya) memerintahkan perusahaan internet untuk menghentikan aplikasi yang disebutkan di atas, yang digunakan teroris dan kelompok tidak bermoral untuk menyebarkan gambar mengerikan dan informasi yang salah kepada publik," jelasnya.

Baca Juga: Saingi YouTube dan TikTok, Spotify Berencana Tambah Fitur Video Musik Berdurasi Panjang

Alasan Pelarangan Aplikasi TikTok, Telegram, dan 1XBet di Somalia

Pemerintah Somalia menyebutkan beberapa alasan pelarangan tersebut, termasuk penyebaran konten tidak senonoh dan propaganda. TikTok, khususnya, telah dikritik karena kurangnya pemeriksaan konten, yang menyebabkan penyebaran konten berbahaya dan buruk.

Demikian pula, Telegram dituduh sebagai platform bagi kelompok ekstremis untuk menyebarkan propaganda mereka.

Marak Berita Hoax, Somalia Blokir Aplikasi TikTok dan TelegramAplikasi Telegram.

Disisi lain, XBet, sebuah situs web taruhan online, telah dilarang karena kekhawatiran pemerintah Somalia atas potensinya untuk mempromosikan kecanduan judi kepada para masyarakatnya.

Larangan ini datang setelah Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengatakan bahwa negara itu memiliki tujuan untuk menghilangkan Al Shabaab, sebuah kelompok yang memiliki hubungan dengan al Qaeda.

Saat ini, belum ada komentar dari TikTok terkait pelarangan tersebut. Namun, Telegram telah merilis sebuah pernyataan terkait pemblokiran aplikasinya dari negara Somalia.

Baca Juga: New York Larang Pasang Aplikasi TikTok di Perangkat Pemerintah

“Telegram secara konsisten menghapus propaganda teroris di Somalia dan di seluruh dunia." jelas Telegram dalam pernyataan resminya.

Telegram lebih lanjut mengklaim bahwa mereka sudah menggunakan moderasi yang sangat ketat untuk menyaring konten yang dianggap berbahaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gizchina

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Marak Berita Hoax, Somalia Blokir Aplikasi TikTok dan Telegram

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!