INDOZONE.ID - Dalam dunia teknologi yang berkembang pesat, kita sering mendengar istilah "skor AnTuTu" atau "performa Geekbench" saat sebuah smartphone atau laptop baru dirilis.
Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah tersebut? Bagi para antusias teknologi, benchmark adalah indikator utama untuk menentukan apakah sebuah perangkat layak dibeli atau tidak.
Secara teknis, benchmark adalah metode pengujian standar yang digunakan untuk mengukur dan membandingkan kinerja spesifik dari komponen hardware, seperti CPU, GPU, RAM, hingga media penyimpanan (storage).
Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian benchmark, fungsinya dalam dunia IT, hingga rekomendasi aplikasi benchmarking paling populer yang sering digunakan oleh para reviewer teknologi profesional.
Pengertian benchmark adalah proses pengujian kinerja sebuah perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak (software) menggunakan serangkaian tes standar.
Tujuan utamanya adalah, untuk mendapatkan nilai atau skor objektif yang dapat dibandingkan dengan perangkat lain dalam kategori yang sama.
Jika diibaratkan dalam dunia atletik, benchmark seperti perlombaan lari 100 meter. Semua atlet (perangkat) berlari di lintasan yang sama dengan aturan yang sama.
Baca juga: Samsung Galaxy S26 Series Punya 2 AI Sekaligus, Buat Apa?
Siapa yang mencapai garis finis paling cepat atau memberikan hasil paling efisien, dialah yang memiliki performa terbaik.
Dalam konteks komputer atau HP, pengujian ini dilakukan dengan memberikan beban kerja berat (workload), untuk melihat sejauh mana sistem mampu bertahan tanpa mengalami hambatan atau thermal throttling.
Bagi calon pembeli, mengandalkan brosur spesifikasi saja sering kali tidak cukup.
Misalnya, dua smartphone mungkin sama-sama menggunakan RAM 8GB, namun performa aslinya bisa berbeda jauh karena jenis chipset atau optimasi sistem operasinya. Di sinilah fungsi benchmark berperan:
AnTuTu Benchmark (photo/INDOZONE/Ferry)
Proses benchmarking tidak dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa komponen kunci yang biasanya diuji secara intensif:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pqm.co.id