Jumat, 10 JULI 2026 • 08:30 WIB

Sony Dikabarkan Hentikan Produksi Disc PS5 pada 2028, Masa Depan Game Fisik Terancam?

Author

Sony Dikabarkan Hentikan Produksi Disc PS5 pada 2028

INDOZONE.ID - Industri video game terus bergerak menuju era digital. Di tengah tren tersebut, muncul laporan yang menyebutkan, Sony berencana menghentikan produksi disc PlayStation 5 (PS5) mulai tahun 2028.

Jika kabar ini benar, perubahan tersebut akan menjadi langkah besar yang dapat mengubah cara pemain membeli, menyimpan, dan mengakses game di masa depan.

Keputusan ini memang menawarkan kemudahan distribusi digital. Tapi juga memunculkan kekhawatiran mengenai kepemilikan game, hak jual kembali, hingga pelestarian koleksi video game dalam jangka panjang.

Baca juga: 15 Hero Meta Solo Rank Terbaik Season 40 Mobile Legends, Auto Push Rank ke Mythical Immortal

Peralihan ke Game Digital Semakin Nyata

Dalam beberapa tahun terakhir, pembelian game digital terus meningkat. Banyak pemain memilih mengunduh game langsung melalui PlayStation Store, karena prosesnya lebih cepat dan praktis dibanding membeli versi fisik.

Apabila Sony benar-benar menghentikan produksi disc PS5 pada 2028, ekosistem PlayStation akan semakin bergantung pada layanan digital.

Artinya, akses terhadap game akan bergantung pada akun, lisensi, serta dukungan server yang disediakan oleh perusahaan.

Model seperti ini memang memudahkan distribusi, tetapi pemain tidak lagi memiliki media fisik yang dapat disimpan atau dimainkan tanpa bergantung pada toko digital.

Mengapa Game Fisik Masih Penting?

Meski era digital terus berkembang, game fisik masih memiliki sejumlah keunggulan yang belum sepenuhnya tergantikan.

Salinan fisik dapat dipinjamkan kepada teman, dijual kembali, atau menjadi koleksi yang tetap bisa disimpan meskipun suatu saat toko digital ditutup.

Selain itu, kepemilikan dalam bentuk disc memberikan rasa aman karena pemain memiliki media yang dapat diakses tanpa harus selalu bergantung pada layanan online.

Sebaliknya, game digital sangat bergantung pada kebijakan platform. Jika lisensi dicabut atau layanan dihentikan, akses terhadap game berpotensi ikut menghilang.

Tantangan Besar dalam Pelestarian Video Game

Beralihnya industri ke format digital juga menimbulkan tantangan baru bagi upaya pelestarian video game.

Lembaga arsip, museum, perpustakaan, hingga komunitas kolektor membutuhkan cara yang legal untuk menyimpan dan mendokumentasikan game digital sebagai bagian dari sejarah industri.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada solusi yang benar-benar mampu menggantikan fungsi media fisik dalam menjaga akses jangka panjang.

Tanpa regulasi yang mendukung proses arsip digital, banyak judul game berisiko sulit diakses ketika toko digital ditutup atau layanan resmi tidak lagi tersedia.

Apa Dampaknya bagi Pemain PlayStation?

Jika produksi disc PS5 benar-benar dihentikan, pemain kemungkinan akan semakin bergantung pada pembelian digital.

Seluruh koleksi game akan tersimpan dalam akun PlayStation. Sehingga, akses sangat bergantung pada server, lisensi, dan kebijakan perusahaan.

Bagi sebagian pemain, perubahan ini mungkin tidak menjadi masalah. Namun bagi kolektor maupun penggemar game fisik, hilangnya disc berarti berkurangnya kebebasan untuk menyimpan, menukar, atau menjual kembali koleksi game yang dimiliki.

Baca juga: Samsung Galaxy S27 Dikabarkan Bakal Hadir dengan Privacy Display di Semua Model

Selain itu, kekhawatiran mengenai masa depan game klasik juga semakin meningkat apabila tidak tersedia sistem pelestarian digital yang memadai.

Laporan mengenai penghentian produksi disc PS5 pada 2028 menunjukkan bahwa industri game semakin bergerak menuju distribusi digital.

Walaupun menawarkan kemudahan akses dan efisiensi, langkah tersebut juga menghadirkan tantangan baru terkait kepemilikan, hak jual kembali, dan pelestarian video game.

Selama belum ada solusi yang mampu menjamin akses game dalam jangka panjang, media fisik masih dianggap memiliki peran penting bagi pemain maupun sejarah industri game.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Digitaltrends.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU