Rabu, 27 MEI 2026 • 13:20 WIB

Sempat Diterpa Drama, Subnautica 2 Sukses Pukau Pemain di Early Access

Author

SUBNAUTICA 2 (store.steampowered.com)

INDOZONE.ID - Game bertahan hidup di bawah laut yang sangat dinantikan, Subnautica 2, akhirnya resmi meluncur melalui fase early access.

Kehadiran game ini seolah menjadi pembuktian besar setelah sebelumnya sempat terjebak dalam berbagai drama korporat yang melibatkan pihak penerbit.

Berdasarkan ulasan awal, proyek garapan Unknown Worlds ini berhasil keluar dari bayang-bayang masalah tersebut dan tampil sangat solid.

Baca juga: 5 Daftar Game Seru Buatan Ubisoft di Android, Lengkap dengan Genre dan Spesifikasinya

Sebelumnya, hubungan antara pengembang dan penerbit, Krafton, sempat memanas akibat perselisihan internal yang cukup pelik. 

Krafton bahkan diketahui sempat mencoba mencopot jabatan CEO Unknown Worlds pada musim panas lalu namun berujung kegagalan.

Beruntung, situasi canggung tersebut tidak menghentikan fokus tim developer untuk meracik sekuel yang berkualitas.

Subnautica 2 langsung melempar pemain ke dalam sebuah planet samudra asing tanpa banyak basa-basi yang berbelit. Tugas utama pemain masih tetap sama, yaitu mengumpulkan logam, mineral, dan serat demi merakit peralatan bertahan hidup.

Sembari mengamankan diri, pemain juga didorong untuk mengungkap misteri hilangnya para kolonis lain di planet tersebut.

Aspek narasi yang disajikan secara implisit justru menjadi salah satu daya tarik utama dalam game ini. Pemain akan menemukan berbagai petunjuk cerita secara alami seiring dengan jauhnya eksplorasi bawah air yang mereka lakukan.

Pendekatan cerita yang ringan namun misterius ini dinilai sangat berhasil memicu rasa penasaran tanpa mengganggu ritme permainan.

Game ini tetap mempertahankan identitasnya sebagai game bertahan hidup yang sepenuhnya bebas dari mekanisme pertempuran (combat-free).

Ancaman terbesar bagi pemain bukanlah monster yang harus dilawan dengan senjata, melainkan pengelolaan oksigen dan navigasi lingkungan.

Baca juga: Hadir dengan Visual Apik, Mampukah Forza Horizon 6 Rebut Gelar Game of the Year 2026?

Uniknya, kematian di dalam game ini bukanlah akhir dari segalanya karena kecerdasan buatan (AI) perusahaan akan langsung mencetak ulang tubuh karakter kamu.

Meskipun tidak menyediakan opsi untuk bertarung, tensi permainan tetap terjaga berkat eksplorasi dunianya yang penuh kejutan.

Pemain harus selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, seperti ekosistem laut yang bisa menjebak mereka kapan saja.

Salah satu contohnya adalah keberadaan kerang raksasa yang siap memangsa pemain saat mereka sedang lengah mengambil material langka.

Keseimbangan antara proses mengumpulkan bahan (scavenging) dan pembuatan barang (crafting) di game ini terasa sangat pas dan tidak melelahkan.

Pemain tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membuat tempat berlindung dasar yang membosankan.

Sistem permainan yang matang langsung mengarahkan pemain pada keseruan membangun pangkalan bawah laut yang megah.

Pihak pengembang juga menerapkan pendekatan yang minim instruksi sehingga memaksa pemain untuk lebih banyak berpikir secara mandiri.

Meskipun terkadang membuat pemain pemula bingung, formula ini justru memberikan kepuasan tersendiri saat berhasil memecahkan masalah.

Aktivitas berenang acak sambil memindai objek baru tetap terasa menyenangkan berkat visual dunianya yang memanjakan mata.

Kabar baiknya, Subnautica 2 kini secara resmi telah mendukung fitur bermain bersama (co-op) yang sudah lama diidamkan oleh komunitas.

Fitur multipemain ini bekerja dengan sangat baik dan fleksibel karena memungkinkan pemain untuk mengubah status progres dari singleplayer ke multiplayer secara instan.

Pemain juga bisa membagikan data simpanan agar pangkalan komunal mereka bisa terus dibangun oleh teman lainnya.

Sebagai game yang baru merilis versi early access, konten di dalam Subnautica 2 tentu saja belum sepenuhnya rampung.

Pihak Unknown Worlds sendiri memperkirakan game ini akan menetap di fase pengembangan early access selama kurang lebih tiga tahun ke depan.

Baca juga: LEGO Batman Legacy of the Dark Knight Rilis! Game LEGO Terbaik Dekade Ini?

Sepanjang periode tersebut, mereka berjanji akan terus menyuntikkan bioma, monster, fitur, hingga alur cerita baru.

Untuk mengantisipasi pembaruan peta yang berpotensi merusak hasil karya pemain, developer telah menyiapkan solusi yang sangat cerdas.

Mereka menyediakan alat pengembalian dana pangkalan (base refund tool) agar pemain bisa memindahkan material bangunan dengan mudah ke lokasi baru.

Langkah antisipatif ini menunjukkan komitmen kuat developer dalam menghargai waktu dan kerja keras para pemainnya.

Meskipun statusnya belum selesai, respons pasar terhadap game simulasi bertahan hidup ini tercatat sangat luar biasa. Subnautica 2 dilaporkan telah memecahkan rekor penjualan yang masif hanya dalam waktu singkat setelah dirilis ke publik.

Angka penjualan yang fantastis ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas game mampu mengalahkan segala drama korporat yang sempat terjadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pcgamer.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU