Jumat, 22 MEI 2026 • 14:30 WIB

5 Game Esports yang Sering Dipertandingkan, Kamu Jago yang Mana?

Author

Game Esports yang Sering Dipertandingkan (freepik) 

INDOZONE.ID - Pernah kepikiran gak kalau game yang kamu mainkan setiap hari ternyata bisa jadi cabang kompetisi serius? 

Nah, sekarang esports sudah punya panggung besar dan banyak pemain yang menjadikan game-game tersebut sebagai jalan karier.

Bukan cuma soal menang cepat, setiap game punya tantangan yang bikin pemain harus punya strategi, fokus, dan mental kuat.

5 Game Esports yang Sering Dipertandingkan

Lantas, apa saja game esports yang sering dipertandingkan dan paling banyak menarik perhatian? berikut penjelasannya: 

1. MOBA

Genre MOBA atau Multiplayer Online Battle Arena menjadi salah satu genre paling populer di dunia esports.

Dalam game ini, pemain biasanya bertanding dalam dua tim dan harus menghancurkan basis lawan sambil mengatur strategi, memilih hero, serta membaca pergerakan musuh.

Contoh game MOBA yang sering dipertandingkan adalah Mobile Legends: Bang Bang, Dota 2, League of Legends, Honor of Kings atau Arena of Valor, dan Lokapala. 

2. Battle Royale

Battle royale adalah genre yang menantang pemain atau tim untuk bertahan hidup sampai akhir pertandingan.

Biasanya, pemain akan turun ke satu map besar, Kemudian mencari senjata, mengatur posisi, lalu bertarung sambil area permainan terus menyempit.

Contoh game battle royale ini yang sering masuk turnamen esports adalah PUBG Mobile, Free Fire, Apex Legends, dan Call of Duty: Warzone.

Di Indonesia sendiri, PUBG Mobile dan Free Fire juga menjadi bagian dari nomor pertandingan esports PON XXI 2024, sehingga genre ini punya tempat kuat dalam peta kompetisi nasional.

3. FPS dan Tactical Shooter

Genre FPS atau first-person shooter menempatkan pemain dalam sudut pandang orang pertama, sehingga kemampuan membidik, refleks, dan membaca situasi jadi sangat penting dalam game ini. 

Baca juga: 5 Game FPS Underrated yang Diam-diam Seru Banget

Dalam tactical shooter, pemain tidak hanya dituntut cepat menembak, tetapi juga harus paham strategi, penggunaan skill, komunikasi tim, dan penguasaan map.

Contoh game yang masuk kategori ini adalah Valorant, Counter-Strike 2, Rainbow Six Siege, dan Call of Duty.

4. Sports Game

Game sports biasanya lebih mudah dipahami masyarakat awam karena konsepnya dekat dengan olahraga dunia nyata.

Contohnya adalah eFootball, EA Sports FC, FIFA Online, NBA 2K, hingga game balap seperti Gran Turismo atau Rennsport dalam beberapa turnamen tertentu.

Dalam genre ini, pemain dituntut memahami taktik, membaca tempo permainan, dan mengambil keputusan cepat seperti atlet olahraga konvensional.

Lebih dari iu, eFootball menjadi salah satu game yang dipertandingkan di PON XXI 2024, sementara EA Sports FC atau FIFA Online juga pernah masuk dalam daftar esports Asian Games.

5. Fighting Game

Fighting game biasanya mempertemukan dua pemain dalam duel langsung satu lawan satu.

Meski terlihat sederhana, genre ini membutuhkan refleks cepat, hafalan kombo, timing yang tepat, dan kemampuan membaca gaya bermain lawan.

Contoh game fighting yang sering dipertandingkan adalah Street Fighter, Tekken, The King of Fighters, Mortal Kombat, dan Battle of Guardians.

Baca juga: 6 Game Era 90-an yang Terlupakan, Tapi Masih Seru untuk Dimainkan!

Di level multievent, Street Fighter V masuk dalam daftar pertandingan Asian Games 2022, sementara Battle of Guardians pernah hadir sebagai nomor ekshibisi di esports PON XXI 2024.

6. Strategy dan Card

Selain game aksi, esports juga punya ruang untuk genre strategi, card game, hingga game yang berbasis pengambilan keputusan.

Game seperti StarCraft II, Hearthstone, Teamfight Tactics, dan game strategi lain menuntut pemain berpikir cepat, membaca pola lawan, serta menyusun rencana sejak awal pertandingan.

Genre ini biasanya tidak selalu sepopuler MOBA atau battle royale di Indonesia, tetapi tetap punya komunitas dan turnamen kompetitif di level global.

Hal ini menunjukkan bahwa esports tidak hanya soal refleks tangan, tetapi juga soal logika, strategi, dan konsistensi dalam mengambil keputusan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Binus, Iesf.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU