INDOZONE.ID - Pada turnamen kompetitif seperti MPL, tidak semua hero Mobile Legends memiliki nasib yang sama. Ada hero yang selalu jadi rebutan saat draft pick, tapi ada juga yang hampir tidak pernah muncul sama sekali di panggung profesional.
Jika bicara hero yang paling sering disebut “tidak pernah dipakai” di sejarah MPL Indonesia, nama Layla hampir selalu jadi pembahasannya.
Baca juga: Main Game HP Serasa di Konsol: 10 Game Ini Support Gamepad tanpa Aplikasi
Meski beberapa hero lain seperti Argus atau Zilong juga sangat jarang muncul, Layla tetap dikenal sebagai salah satu hero yang nyaris tidak pernah jadi pilihan tim profesional.
Kenapa Layla Jarang Dipakai di MPL?
Sebenarnya damage Layla cukup besar, apalagi saat late game. Tapi di level kompetitif, ada banyak faktor yang membuat hero ini sulit masuk META.
1. Lemah di Early Game
Layla dikenal cukup kesulitan di awal permainan. Saat fase laning, hero ini mudah ditekan lawan dan cukup sulit berkembang jika kalah tempo sejak early game.
Padahal di MPL, permainan biasanya berjalan cepat dan agresif sejak menit awal.
Baca juga: 6 Combo Hero ML Paling Mematikan, Push Rank Jadi Lebih Gampang!
2. Tidak Punya Skill Kabur
Salah satu kelemahan terbesar Layla adalah tidak punya skill escape seperti dash atau blink.
3. Minim Crowd Control
Di META kompetitif, hero dengan kemampuan crowd control biasanya lebih diprioritaskan karena bisa membantu setup war.
4. Sangat Bergantung pada Positioning
Pada level MPL yang memiliki gameplay super cepat, kondisi ini jadi cukup berisiko.
Hero Lain yang Juga Jarang Dipakai
Selain Layla, ada beberapa hero lain yang juga terkenal sangat jarang muncul di MPL, seperti:
- Argus
- Zilong
- Hanabi di beberapa musim lama
- Miya pada meta tertentu
Biasanya hero-hero ini kalah bersaing karena dianggap terlalu mudah di-counter atau kalah efektif dibanding hero meta lainnya.
Baca juga: Pertama di Dunia, Akun Roblox Kids dan Select Resmi Rilis di Indonesia
Hero yang sering dipakai di MPL memang biasanya ditentukan oleh META, mekanik, mobilitas, dan efektivitas saat team fight.
Jadi meski hero seperti Layla cukup populer di rank biasa, belum tentu cocok dipakai pada level turnamen profesional yang permainannya jauh lebih cepat dan ketat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan