INDOZONE.ID - Nintendo Switch 2 hadir dengan fitur Mouse Mode yang bikin pengalaman bermain terasa lebih fleksibel.
Bukan cuma sekadar gimmick, fitur ini bisa membuat beberapa game jadi lebih nyaman, presisi, dan mudah dikendalikan.
Terutama untuk game yang punya banyak detail seperti strategi, dekorasi, hingga simulasi, kontrol pakai mouse bisa terasa jauh lebih praktis.
Lantas apa saja game nintendo switch 2 yang cocok dengan mouse mode? Berikut beberapa judulnya.
1. Animal Crossing: New Horizons
Animal Crossing: New Horizons mungkin tidak selalu membutuhkan kontrol mouse saat pemain hanya berjalan-jalan atau ngobrol dengan penduduk pulau.
Namun, fitur Mouse Mode di Nintendo Switch 2 terasa sangat berguna ketika pemain mulai serius mendekorasi rumah, pulau, atau area di DLC Happy Home Paradise.
Mengatur posisi furnitur jadi jauh lebih praktis dibanding cara lama yang mengharuskan pemain mendorong barang secara manual.
Buat pemain yang suka menata ruangan estetik, fitur ini jelas bikin proses dekorasi terasa lebih menyenangkan.
2. Factorio
Factorio dikenal sebagai game yang penuh detail, mulai dari membangun sistem produksi, mengatur jalur logistik, sampai mengelola konstruksi yang makin kompleks.
Di Switch generasi pertama, kontrolnya terasa kurang ideal karena banyak hal kecil yang butuh ketelitian.
Baca juga: Nintendo Melewati Badai Industri Game, Sementara Kompetitor Berjatuhan
Nah, di Nintendo Switch 2, dukungan Mouse Mode membuat proses membangun pabrik jadi jauh lebih nyaman dan presisi.
Apalagi versi ini juga mendukung ekspansi Space Age, sehingga pemain bisa menikmati Factorio dengan pengalaman yang lebih lengkap di platform Nintendo.
3. Mario Paint
Mario Paint adalah game klasik Nintendo yang dulu memang dirancang untuk dimainkan menggunakan mouse.
Kini, game legendaris tersebut bisa kembali dinikmati di Nintendo Switch 2 lewat layanan Nintendo Switch Online dengan dukungan Mouse Mode.
Fitur tersebut juga membuat pengalaman menggambar, melukis, membuat animasi, hingga bermain mini-game musik terasa lebih autentik seperti versi aslinya.
Kehadiran Mario Paint di Switch 2 bukan cuma membawa nostalgia, tetapi juga jadi cara seru untuk mengenalkan salah satu game kreatif terbaik Nintendo ke generasi baru.
4. Civilization 7
Game strategi memang paling identik dengan PC karena membutuhkan kontrol yang presisi.
Namun, Civilization 7 di Nintendo Switch 2 berhasil membuat pengalaman bermain strategi terasa lebih nyaman berkat dukungan Mouse Mode.
Pemain bisa mengatur map, memilih unit, dan menjalankan strategi dengan lebih intuitif tanpa terasa kaku seperti kontrol konsol biasa.
Menariknya lagi, versi Switch 2 tetap hadir lengkap tanpa banyak fitur yang dipangkas, sehingga cocok untuk pemain yang ingin merasakan pengalaman strategi serius secara lebih praktis.
5. Kunitsu-Gami: Path of the Goddess
Kunitsu-Gami: Path of the Goddess menawarkan perpaduan menarik antara aksi, strategi, dan tower defense.
Sayangnya, game ini sempat kurang mendapat sorotan, padahal konsep permainannya cukup unik dan berbeda dari game lain.
Baca juga: Game Nintendo Switch 2 Terbaik 2025 yang Wajib Kamu Mainkan
Di Nintendo Switch 2, pengalaman bermainnya terasa lebih fleksibel karena pemain bisa berpindah dari kontrol biasa ke Mouse Mode dengan mudah.
Cara ini membuat pengaturan strategi terasa lebih cepat, sementara elemen aksinya tetap bisa dinikmati dengan nyaman.
6. Pokemon Pokopia
Pokemon Pokopia menjadi salah satu game eksklusif Nintendo Switch 2 yang menarik perhatian karena menghadirkan suasana cozy dengan dunia Pokemon yang lebih santai.
Game ini sebenarnya tetap bisa dimainkan dengan Joy-Con biasa, tetapi Mouse Mode terasa sangat membantu saat pemain mulai banyak melakukan crafting dan dekorasi.
Menempatkan blok, mengatur item, dan membangun kota jadi lebih mudah karena kontrolnya terasa lebih presisi.
Meski ada sedikit kendala saat menggerakkan kamera atau karakter Ditto, pengalaman bermainnya tetap terasa nyaman dan menyenangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gizmodo