Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 20:38 WIB

Final MLBB GSC 2026 Berlangsung Sengit, Esports Pelajar Kian Kompetitif

Author

Kompetisi MLBB nasional. (Istimewa)

INDOZONE.ID - SMAS Bunda Mulia berhasil menjuarai kompetisi esports antar-pelajar nasional, GSC 2026, pada babak final MLBB yang diadakan di Jakarta, Minggu (8/2). 

Kemenangan ini sekaligus menutup rangkaian turnamen nasional yang diikuti oleh ribuan siswa dari seluruh penjuru tanah air, yang memposisikan ajang ini sebagai salah satu turnamen esports tingkat sekolah paling kompetitif tahun ini.

Kompetisi MLBB nasional ini diinisiasi oleh GOGOGO.id sebagai wadah bagi pelajar dari berbagai daerah untuk bersaing memperebutkan total hadiah senilai Rp100 juta. 

Dengan skema kualifikasi daring yang berpuncak pada babak final di Jakarta, ajang GSC membuka kesempatan luas bagi siswa untuk mewakili sekolah dan daerahnya di tingkat nasional dalam ekosistem kompetisi yang kompetitif dan inklusif.

Baca juga: Game Klasik Era 2000-an Disorot Lagi, Kingdom Hearts Masuk Daftar Remake yang Dinanti

"Sejak awal, GSC kami rancang sebagai wadah yang inklusif bagi pelajar dari seluruh Indonesia,” ujar Rizqi Eka Maulana, Head of Gaming Business GOGOGO.

"Dengan format yang memungkinkan partisipasi luas, kami ingin GSC menjadi batu loncatan awal bagi pelajar yang memiliki minat dan potensi di dunia esports, sekaligus ruang untuk membangun sportivitas dan kebanggaan terhadap sekolah."

Empat Finalis Nasional, Satu Juara

Babak puncak GSC mempertemukan empat sekolah terbaik dari berbagai daerah, yakni SMA Negeri 1 Negara (Bali), SMKN 6 Jakarta, SMAN 8 Banjarmasin, dan SMAS Bunda Mulia Jakarta.

Setelah melalui pertandingan yang kompetitif, SMAS Bunda Mulia keluar sebagai juara nasional dengan catatan tak terkalahkan sejak babak penyisihan awal.

Tim SMAS Bunda Mulia mengakhiri turnamen dengan raihan hadiah total senilai puluhan juta rupiah beserta program pembinaan bersama tim profesional. 

Gelar juara nasional ini menjadi penutup masa SMA yang indah bagi para pemain, sekaligus menandai akhir perjalanan mereka di kompetisi antar-pelajar sebelum lulus sekolah.

"Kami ikut GSC karena ini turnamen terbesar untuk pelajar. Persiapannya tidak berlebihan, yang penting menjaga mood dan kekompakan tim. Bisa bermain di panggung nasional bersama teman-teman sekolah adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami," ujar Christopher, Captain SMAS Bunda Mulia.

Langkah Awal Menuju Ekosistem Esports Profesional

Selain kompetisi, ajang GSC menjadi langkah awal pelajar menuju karier esports yang lebih serius. Proses scouting oleh pelatih profesional sejak kualifikasi nasional memungkinkan para peserta untuk dilirik oleh tim-tim besar. 

Melalui format pertandingan tatap muka, turnamen ini juga melatih kesiapan mental para pemain dalam menghadapi tekanan kompetisi tingkat tinggi.

Hansen, pengamat industry e-sports dan content creator mengatakan, "Walaupun masih berstatus pelajar, kualitas permainan para peserta sangat kompetitif. GSC menjadi ruang yang baik untuk mengasah kemampuan dan menemukan talenta muda yang serius ingin menekuni dunia esports. Konsistensi dan disiplin menjadi kunci."

Branz, salah satu pro player Mobile Legend mengatakan, "Saat hadir, saya kagum melihat kemampuan dan potensi besar anak-anak SMA saat ini untuk berkembang menjadi pro player. Persaingan ke depan tentu semakin luas, sehingga konsistensi latihan, kemauan belajar, dan rajin menonton turnamen untuk evaluasi permainan menjadi kunci."

Di bawah lisensi resmi PBESI, GSC hadir sebagai turnamen MLBB tingkat pelajar yang mengedepankan sportivitas dan pengembangan bakat. 

Kompetisi ini berfungsi sebagai panggung bagi siswa untuk menguji mental kompetitif mereka di level nasional, sembari membawa kebanggaan bagi sekolah dan daerah asal masing-masing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU