Sabtu, 07 FEBRUARI 2026 • 14:17 WIB

Dari Pengguna Jadi Pencipta: Garena Game Jam 3 Dorong Lahirnya Developer Baru

Author

Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kemenekraf RI (Indozone/Salsabila Az Zahra)

INDOZONE.ID - Garena, pengembang dan penerbit game global ternama, kembali menggelar ajang Garena Game Jam 3 di Kampus Anggrek, BINUS University, Jakarta.

Acara yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 Februari 2026 mengusung misi besar untuk menjaring talenta muda berbakat di bidang pengembangan game

Baca juga: Garena Umumkan Choppy Cuts, Game Party Kooperatif Bertema Salon, Rilis Global 5 Februari 2026

Dengan slogan "Reinvent the Game", kompetisi kali ini menantang para peserta untuk menciptakan sebuah karya game hanya dalam waktu 48 jam.

Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga lulusan baru telah terpilih melalui seleksi ketat untuk mengikuti tantangan tersebut.

Tema yang harus mereka pecahkan adalah “Nothing Works As Expected”. Peserta dituntut untuk berpikir di luar kotak, melakukan proses ideasi yang cepat, dan melewati sesi pengecekan langsung bersama tim ahli sebelum hasil akhirnya dinilai.

Hans Saleh, selaku Country Head Garena Indonesia, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk mendukung ekosistem game nasional. 

Baca juga: Hadirkan Skin Anoman, Honor of Kings Gelar Pameran Wayang di Museum Nasional

“Keterlibatan lebih banyak tim Garena secara global pada edisi kali ini mencerminkan upaya berkelanjutan Garena untuk berbagi pengalaman dan kapabilitas global dalam memperkuat kesiapan talenta muda Indonesia menghadapi kebutuhan industri,” paparnya.

Hans Saleh, Country Head Garena Indonesia (Indozone/Salsabila Az Zahra)

Dukungan juga datang dari pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, selaku Deputi Bidang Kretivitas Digital & Teknologi, Kemenekraf RI.

“Melalui Garena Game Jam 3, kita melihat semangat generasi developer yang tidak hanya ingin menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa ajang ini adalah langkah nyata dalam mendorong transformasi generasi muda dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta yang kreatif. 

Baca juga: Demi Menjaga Jiwa Kreatif, Studio Expedition 33 Tolak Ekspansi Besar Meski Sukses Finansial

Pihak BINUS University mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai wadah pembelajaran yang relevan, di mana mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga kerja sama tim dan pemecahan masalah.

Tak hanya sekadar kompetisi, Garena Game Jam 3 menawarkan total hadiah senilai Rp30 juta bagi para pemenang. Lebih istimewa lagi, tim pemenang berkesempatan masuk ke dalam program inkubasi Garena Indonesia.

Dalam program tersebut, mereka akan mendapatkan pendampingan lebih lanjut untuk pengembangan produk, bahkan hingga tahap penerbitan game secara resmi.  

Baca juga: Harga Beda Jauh, Apakah OEM Barang Ori? Simak Perbandingannya dengan Produk KW dan HDC

Tahun sebelumnya, tim Flying Dutchman dari ITB berhasil membawa game ciptaan mereka, Rota Sella, ke panggung internasional melalui Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025.

Dengan dukungan dari berbagai pihak seperti Google dan Asosiasi Game Indonesia, Garena berharap ajang ini terus melahirkan inovasi baru dari tangan anak bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU