Jumat, 02 JANUARI 2026 • 21:15 WIB

Bukan Clair Obscur, Ini Remake RPG China Legendaris Berusia 18 Tahun yang Mendadak Viral

Author

Sword and Fairy(Sumber:Kotaku.com)

INDOZONE.ID - Trailer terbaru Sword and Fairy 4: Remake mendadak mencuri perhatian banyak pemain RPG global karena tampilannya yang sekilas mengingatkan orang pada Clair Obscur: Expedition 33, padahal game ini sejatinya merupakan remake dari RPG China klasik yang pertama kali dirilis pada tahun 2007

Baca juga: Clair Obscur: Expedition 33 Pecahkan Rekor Game Awards sebagai Game Paling Banyak Dinominasikan Sepanjang Masa

Asal-Usul Sword and Fairy yang Jauh Lebih Tua dari Clair Obscur

Sword and Fairy bukanlah seri baru, karena waralaba ini pertama kali muncul pada tahun 1995 di platform MS-DOS sebagai RPG berbasis mitologi Tiongkok yang sering disebut sebagai “Final Fantasy versi China” oleh para penggemar lama, meskipun sayangnya seri ini selama bertahun-tahun tidak pernah benar-benar mendapatkan sorotan global.

Sword and Fairy 4 sendiri merupakan entri yang dirilis pada 2007, dan versi remake yang kini dikembangkan oleh UP Software hadir sebagai bentuk modernisasi penuh menggunakan Unreal Engine 5, menghadirkan kualitas visual yang jauh melampaui versi orisinalnya tanpa menghilangkan identitas cerita dan dunia yang telah dicintai penggemarnya.

Alasan Sword and Fairy 4 Remake Disebut Mirip Clair Obscur

Perbandingan dengan Clair Obscur muncul terutama karena sistem pertarungan Sword and Fairy 4: Remake menampilkan animasi sinematik dengan tempo dramatis, efek perlambatan waktu, serta command wheel yang menyatu langsung ke dalam adegan pertempuran alih-alih terpisah sebagai HUD statis di sisi layar.

Pendekatan visual ini memang mengingatkan banyak orang pada Clair Obscur: Expedition 33, apalagi dengan balutan Unreal Engine 5 yang memberikan kesan realistis, pencahayaan tajam, dan presentasi yang terasa “mahal” untuk sebuah RPG turn-based.

Kesalahpahaman Media dan Bias terhadap Game China

Namun, banyak pengamat dan penggemar RPG veteran menilai bahwa menyebut Sword and Fairy 4: Remake sebagai “Clair Obscur-like” adalah penyederhanaan berlebihan yang mengabaikan konteks sejarah panjang RPG China, sebuah kritik yang juga disuarakan oleh Felipe Pepe dari The CRPG Book yang menyoroti kecenderungan media Barat mereduksi game asal China tanpa riset mendalam.

Menurut sudut pandang ini, kemiripan visual bukanlah bukti peniruan, melainkan hasil evolusi alami genre RPG turn-based yang selama puluhan tahun saling memengaruhi, mulai dari seri klasik Jepang seperti Persona hingga berbagai RPG Asia lainnya.

Evolusi Seri Sword and Fairy dalam Industri Modern

Menariknya, entri terbaru sebelum remake ini, yaitu Sword and Fairy 7 yang dirilis pada 2021, justru meninggalkan sistem turn-based dan beralih ke pertarungan real-time, sementara Sword and Fairy 4: Remake memilih kembali ke akar gameplay klasik dengan pendekatan visual modern.

Keputusan ini memperlihatkan bahwa Sword and Fairy 4: Remake bukan sekadar mengikuti tren, melainkan berupaya memperkenalkan kembali RPG legendaris kepada generasi baru pemain global yang mungkin baru mengenal genre ini lewat Clair Obscur.

RPG Turn-Based Lebih Luas dari Sekadar Satu Judul Populer

Sebagaimana sering diingatkan oleh komunitas RPG sepanjang 2025, genre ini jauh lebih luas daripada Final Fantasy atau Clair Obscur saja, dan Sword and Fairy 4: Remake berpotensi menjadi pintu masuk baru bagi kamu untuk mengenal tradisi RPG China yang selama ini kurang terekspos di pasar internasional.

Alih-alih melihatnya sebagai tiruan, Sword and Fairy 4: Remake justru bisa dipahami sebagai bagian dari siklus panjang inspirasi lintas budaya yang terus membentuk dan memperkaya genre RPG turn-based hingga hari ini.

Baca juga: Sword of the Sea: Keindahan Visual yang Disebut Katedral Api dalam Dunia Video Game

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kotaku

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU