INDOZONE.ID - Spekulasi soal harga GTA 6 yang disebut-sebut bisa mencapai $100, akhirnya mendapat tanggapan langsung dari mantan petinggi Rockstar, yang menilai bahwa angka tersebut hanyalah asumsi liar yang berkembang di internet tanpa dasar kuat.
Vermeijj menjelaskan bahwa Rockstar tidak perlu menaikkan harga game utama karena sumber pendapatan terbesar justru berasal dari komponen online.
GTA 6 diperkirakan akan meluncur bersamaan dengan versi terbaru GTA Online yang membawa sistem ekonomi dan mikrotransaksi baru.
Baca juga: GTA 6 Kembali Ditunda! Rilis Diundur ke November 2026
Dengan strategi tersebut, Rockstar bisa memperoleh pemasukan jangka panjang tanpa harus membebani pemain dengan harga awal yang terlalu tinggi.
Harga Mahal Bisa Merugikan Rockstar
Alih-alih mengambil tambahan $30 dari setiap penjualan awal, Rockstar dinilai lebih rasional jika menetapkan harga normal demi memperbesar jumlah pemain.
Semakin banyak pemain yang masuk ke ekosistem GTA Online, semakin besar pula potensi pendapatan dalam beberapa tahun ke depan.
Pendekatan ini sudah terbukti sukses lewat GTA 5 yang terus menghasilkan uang lebih dari satu dekade sejak rilis.
Isu Harga $100 Hanya Spekulasi Internet
Vermeijj menegaskan bahwa wacana harga $100 bukan berasal dari Rockstar, melainkan kesimpulan sepihak komunitas internet.
Biaya pengembangan yang sangat besar memang memicu asumsi tersebut, namun tidak otomatis berarti harga jual akan ikut melonjak drastis.
Rockstar dikenal sangat berhati-hati dalam menjaga keseimbangan antara keuntungan dan kepuasan pemain.
GTA 6 Diprediksi Jadi Game Termahal Sepanjang Sejarah
Meski menolak harga $100, Vermeijj mengakui bahwa GTA 6 kemungkinan akan menjadi game dengan biaya pengembangan tertinggi sepanjang masa.
Skala dunia, detail visual, serta lamanya proses produksi, membuat proyek ini berada di level yang sulit disaingi studio lain.
Namun, ia juga percaya bahwa rekor tersebut tidak akan bertahan lama di masa depan.
Peran AI dalam Menekan Biaya Pengembangan
Menurut Vermeijj, sekitar 70 persen biaya pengembangan game modern berasal dari pekerjaan para seniman.
Ke depan, sebagian pekerjaan repetitif tersebut berpotensi digantikan oleh AI dan sistem procedural generation.
Teknologi ini bisa membantu menciptakan aset, animasi kerumunan, hingga cutscene tanpa biaya motion capture yang sangat mahal.
Kontroversi AI Masih Jadi Tantangan Besar
Meski menjanjikan efisiensi, penggunaan AI di industri game masih menuai perdebatan keras.
Baca juga: Mantap! Penjualan GTA 5 Tembus Lebih Banyak dari Jumlah Penduduk Brasil
Banyak pemain dan kreator menilai bahwa sentuhan manusia tetap menjadi kunci kualitas dan identitas sebuah game besar seperti GTA.
Rockstar sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi soal sejauh mana AI akan digunakan di GTA 6.
Optimisme untuk Pemain GTA 6
Bagi kamu sebagai pemain, pernyataan ini memberi harapan bahwa GTA 6 tidak akan dijual dengan harga di luar kewajaran.
Kamu kemungkinan masih bisa menikmati game ini dengan harga standar, tanpa harus membayar ekstra di awal.
Jika prediksi Vermeijj benar, Rockstar akan kembali mengandalkan model jangka panjang yang sudah terbukti sangat menguntungkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gamesradar