INDOZONE.ID - Tahun 2025 memang melahirkan beberapa game luar biasa yang akan dikenang lama oleh para pemain, tetapi di balik pencapaian tersebut, industri game juga mengalami banyak momen pahit yang sulit dilupakan.
Baca juga: Bukan Cuma Gagal, Technical Director Sebut Tes Beta Arc Raiders Sebagai Eksperimen Sukses
Call of Duty Black Ops 7 yang Kehilangan Identitas
Seri Black Ops awalnya dikenal sebagai eksplorasi sisi gelap peperangan dengan narasi yang serius dan atmosfer berat.
Namun, Black Ops 7 justru meninggalkan identitas tersebut dan menghadirkan musuh absurd yang lebih mirip meme internet daripada ancaman perang.
Penggunaan aset AI untuk calling card juga menuai kritik karena terasa generik, terlambat mengikuti tren, dan sama sekali tidak mencerminkan jiwa Call of Duty.
Akuisisi EA yang Sarat Kontroversi
Akuisisi Electronic Arts oleh Public Investment Fund Arab Saudi menjadi salah satu berita paling kontroversial tahun ini.
Masalah utamanya bukan sekadar kepemilikan saham, tetapi keterkaitan langsung dengan pihak yang memiliki rekam jejak pelanggaran hak asasi manusia.
Bagi banyak gamer, langkah ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap arah etika dan kebebasan kreatif game EA di masa depan.
Vampire The Masquerade Bloodlines 2 yang Terlalu Aman
Bloodlines 2 sebenarnya bukan game buruk, tetapi justru di situlah letak kekecewaannya.
Setelah masa pengembangan panjang dan pergantian studio, hasil akhirnya hanya terasa “cukup baik” tanpa kedalaman yang membuat pendahulunya legendaris.
Pengalaman yang terlalu steril membuat fans sadar bahwa tidak ada banyak hal yang bisa “diselamatkan” oleh komunitas modder.
Microsoft dan Janji yang Ditinggalkan
Microsoft terus mengakuisisi studio dalam beberapa tahun terakhir, tetapi 2025 justru diwarnai PHK massal dan pembatalan proyek.
Pembatalan Perfect Dark menjadi contoh paling menyakitkan karena game tersebut sudah diperlihatkan dan terlihat sangat menjanjikan.
Bagi penggemar lama, ini terasa seperti harapan yang digantung selama puluhan tahun lalu dipatahkan tanpa penjelasan memadai.
Civilization VII yang Kehilangan Jiwanya
Civilization VII mengambil keputusan kontroversial dengan menghapus banyak mekanik klasik yang dicintai pemain.
Sebagai gantinya, game ini menghadirkan sistem baru yang terasa membingungkan dan tidak perlu. Bahkan sebelum rilis resmi, mod sudah bermunculan untuk mengembalikan nuansa Civilization klasik.
Borderlands 4 dan Formula yang Rusak
Borderlands 4 menjadi contoh lain bagaimana seri populer bisa tersandung oleh keputusan buruk.
Harga mahal, performa teknis buruk, dan respons defensif dari petinggi Gearbox membuat situasi semakin panas, Ironisnya, di balik semua masalah tersebut, masih ada game yang sebenarnya cukup solid.
Deus Ex Remaster yang Mengecewakan
Sebagai salah satu game paling berpengaruh sepanjang masa, Deus Ex seharusnya mendapatkan remaster yang layak.
Sayangnya, versi remaster ini tampil buruk secara visual hingga terasa seperti parodi.
Penarikan game dari peredaran setidaknya memberi harapan bahwa versi yang lebih pantas mungkin masih bisa terwujud.
Baca juga: ARC Raiders Error Bikin Gagal Login, Ini Penyebab Embark Game Boot dan Solusinya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Destructoid.com